BIANKA DAN MAFIA KEJAM

BIANKA DAN MAFIA KEJAM
PELUKAN HANGAT


__ADS_3

Paman muncul di depan Bianka, meminta paman membawa Nayla keluar kapal bersama Rinda dan Kei. Keisya bertugas menyelamatkan Nayla karena alat medis cukup lengkap.


Tanpa protes, semuanya mulai bergerak paman satu menggendong Nayla. Kei memperingati Bi untuk berhati-hati, Rinda menatap tajam Bi sambil tersenyum dan memeluknya. Mengelus perut Bianka sambil berbisik.


"Jaga Bunda kamu sayang." Rinda tersenyum lalu pergi sambil digandeng Kei.


Hanya tersisa Bianka dan Paman 2, mereka duduk tenang menunggu seseorang datang. Tidak lama pintu terbuka seorang wanita seksi masuk, Bi menatap jijik dan terheran-heran.


"Hallo Bianka! lama tidak bertemu."


"Hai paman! ehhhhh salah Tante." Bi tersenyum licik.


"Aku datang untuk membunuhmu, menyentuh Keluarga Chrispeter memang sulit tapi membunuh salah satu sudah cukup untuk pembalasan dendam.


Bianka hanya diam sambil menghela nafas, permusuhan turun-temurun keluarga terulang di generasi keempat. Dulu Chrispeter memiliki adik bernama Kamil tapi terjadi perebutan kekuasaan, sampai akhirnya Kamil angkat kaki dan berpindah negara. Boby Kamil dan Joe Kamil dua bersaudara yang tidak akur lebih tepatnya saling menghancurkan.


Boby yang punya dendam dengan Bara, karena pernah jatuh cinta dengan ibu Bara. Sedangkan Joe mempunyai dendam dengan para ayah yang berhasil menyingkirkan seluruh bisnis juga orang yang berada di bawah kepemimpinan Kamil berapa puluh tahun yang lalu. Joe berpenampilan perempuan dan selalu berhubungan dengan laki-laki muda salah satunya kutu buku.


"Dia lawan kita Bi?" Paman 2 menatap lucu.


"Jangan anggap remeh Paman, orang di sampingnya mirip seperti Paman mungkin bisa lebih kejam."


"OHH! tapi dia seksi Bi, kamu kalah seksi."


"Wajar dong aku sudah menikah, tapi masa iya aku tidak seksi. Tapi Bara bilang Bi seksi." Bianka teringat Bara dan merindukannya.


Beberapa puluh orang berbadan besar masuk, Bianka tersenyum dan Paman hanya bisa menganggap. Semua yang Bianka katakan benar, lelaki bergaya wanita ini sangat mengerikan.


***


Bara masuk gedung dan melihat Rinda dan yang lainnya. Nayla berada dalam pelukan paman satu, terlihat luka di perut Nay membuat Bara menatap tajam Boby Kamil yang hanya tertawa.


"Tunda kemarahan kamu Bara! Nayla akan baik-baik saja cepat bantu istri kamu yang akan bertarung melawan Joe atau Jesi."


"Jesi!" Bara mengigat sosok Jesi yang tidak asing diperdengarkannya. Rindu mengikuti Bara berlari mencari Bianka, Boby Kamil sudah jatuh pingsan karena pukulan Bara.


Paman satu melanjutkan perjalanan mereka menuju kapal, Rinda yabg sudah pulih tidak menyulitkan langkah Kei yang mengejar paman satu dengan langkah cepat.


"Paman, nanti bisa tidak dampingi para girls Chrispeter." Rinda berjalan sejajar.

__ADS_1


"Kamu membutuhkan perlindungan paman?"


"Tidak!" Rinda tersenyum manis.


"Saya akan melindungi kamu Rinda!" paman satu tersenyum disambut oleh Rinda.


Pertempuran sudah terjadi, Bianka hanya duduk menghitung waktu. Paman 2 dengan gagahnya memukuli satu persatu, Bianka seperti melihat pergulatan. Tubuh paman menghilang dalam keroyokan puluhan orang, Bi dan Jesi saling pandang dan tersenyum tipis. Kedatangan Bara membuat Jesi kaget, seharusnya kutu buku bisa menghentikan Bara.


"Kak!" bianka langsung tersenyum, Bara cepat mendekatinya dan mencium kening Bi.


"Ihh sudah dibilang jangan dekat-dekat!" Bianka langsung kesal.


Rindu sudah ikut bertarung, Bara juga menolong paman dua yang bisa lolos dengan nafas ngos-ngosan. Matanya menatap Bianka yang hanya tersenyum.


"Bocah tengil kamu tidak ingin bertarung!"


"Aku ingin melawan Jesi."


Paman kembali maju, menolong Rindu yang sudah terangkat keatas siap dibanting tapi paman berhasil menangkapnya.


"Putrinya Rian kecil sekali."


"Kenapa Rin?"


"Paman itu mengatakan aku kecil!"


"Kamu memang kecil, turunan Mami yang kecil imut-imut." Bianka tertawa, Rindu menghentak kakinya.


"Ayo bertarung Bi!"


"Tunggu Reva!"


Bara dan paman dua melawan puluhan orang kanibal, bertubuh besar dan kekar. Tidak lama masuklah Kristan, Asep juga Reva yang langsung ikut membantu. Reva mendekati Bianka dan Rindu yang hanya terdiam menonton.


Jesi menatap dengan kesal, rencananya membunuh Bianka sulit, kehadiran Bara yang memiliki kemampuan beladiri yang tinggi juga kecerdasan bisa melewati seluruh teka-teki yang dia buat. Seluruh pasukannya sudah sudah lenyap Boby tidak bisa diandalkan menghentikan Bara.


Bianka hanya tersenyum, Jesi membuka bajunya membuat Reva menutup sebelah matanya langsung maju menyerang ketiganya.


"Salah satu dari kalian harus mati!" Jesi mengeluarkan suntikan mematikan yang tidak memiliki penawar.

__ADS_1


"Berhati-hatilah!" Bianka memberikan peringatan kepada kedua saudaranya.


Ketiganya maju melawan lelaki jadi-jadian, pertarungan sengit terjadi. Reva berada di sebelah kanan, Rindu dari sebelah kiri sedangkan Bianka menyerang dari depan.


Tendangan Bi, membuat suntikan melayang. Rindu langsung melompati tubuh Joe dan memukul kepalanya. Reva menendang sampai Joe tidak seimbang dan terjatuh. Kaki Bianka sudah berada di atas dada Joe yang tertawa melihat kerja sama putri Chrispeter.


Tangan Joe yang ditahan kaki Reva terlepas, Reva langsung terjatuh. Joe ingin menjatuhkan Bianka tapi masih bisa menghindar, sekarang dia bisa berdiri kembali menyerang Bianka dan Rindu yang masih berdiri.


Asep yang melihat Reva terjatuh langsung berlari melindunginya, pukulan kuat di kaki Reva membuat kakinya membiru.


"Asep awas!" Bara berteriak, cepat Asep melakukan tendangan berputar, membuat salah satu pengawal terjatuh dan memukulinya sampai tidak tersadar.


Pertarungan Bianka dan Rindu masih sama-sama kuat, puluhan pengawal sudah tumbang. Paman dua mengusap darah yang keluar dari hidungnya, melihat pertarungan Rindu dan Bianka.


"Kalian berdua memang terkenal paling kuat dalam beladiri, tidak heran karena kalian putri Haikal dan Rian." Paman dua tersenyum bangga.


Pertarungan berhenti, Bianka tersenyum Joe menatap penuh kebencian. Bianka langsung maju begitupun dengan Joe, Rindu masih menarik nafas dari belakang dia maju. Rindu melewati bawah kaki Joe dan menariknya sampai terlentang kepalanya terbentur kuat, sampai jatuh pingsan.


Bianka membantu Rindu berdiri, dan saling tersenyum. Seluruh pengawal Joe juga sudah dilumpuhkan semuanya saling pandang dan menggagukan kepalanya jika semuanya aman.


"Kamu kecil-kecil cerdik juga." paman dua memuji Rindu.


"Bisa tidak hilangkan kata kecil, aku sudah tinggi!" Rindu teriak kesal membuat Bianka tertawa.


"Tapi kamu masih di bawah ketek saya."


Bianka melangkah mendekati Bara, Rindu ingin menendang Joe tapi dia yang ditendang kuat. Tubuhnya hampir terlempar jika paman dua tidak berlari menangkapnya, Joe berdiri mengambil suntikan mengejar Bianka. Bara langsung berlari memeluk Bianka memasang badannya.


"Bi aku mencintai kamu!" Bara memeluk Bianka.


"Kak!" Bianka menyambut pelukan Bara sambil air matanya langsung mengalir keluar.


Semuanya terdiam melihat Bara dan Bianka, tangisan Bi pecah seketika.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA YA! hadiah juga ya biar author Tambah semangat.


***

__ADS_1


__ADS_2