BIANKA DAN MAFIA KEJAM

BIANKA DAN MAFIA KEJAM
S2 MAAFKAN TARI


__ADS_3

Selesai lelah bekerja, Reza kembali ke atas ranjang, berbaring memejamkan matanya. Senyuman Reza terlihat menatap Tari yang masih duduk.


Mata Reza akhirnya terpejam, tidur dengan tenang melewati malam tanpa terbangun sedikitpun.


Suara keributan di lantai satu membuat Reza terbangun, tersenyum melihat Mentari masih ada. Reza lama menatap Tari, perlahan Mentari terbangun mengangkat kepalanya, meringis merasakan pinggangnya sakit terlalu lama duduk.


Mata Reza dan Tari bertemu, keduanya saling pandang. Tari menatap tajam langsung berdiri memegang pinggangnya.


"Tuan Reza kejam sekali, jika benci dengan Mentari jangan menyiksa tuan, setidaknya bangunan Tari. Di sana ada sofa tidak harus tidur duduk di lantai. Dasar kejam!" Tari langsung melangkah ke luar membanting pintu kamar Reza.


Mendengar Mentari mengomel barulah Reza duduk, menatap ke arah pintu kebingungan. Langsung berlari ke luar kamarnya, melihat pintu kamar Tari terbuka langsung masuk.


Mentari sudah tengkurap di atas ranjangnya, memijit perlahan pinggangnya.


"Mentari." Reza duduk di pinggir ranjang, Tari menatapnya sinis.


"Apa?" Tari membalik tubuhnya memonyongkan bibirnya.


"Aku rindu." Reza langsung mencium Tari, memeluknya tubuh kecil di bawahannya erat.


Kedua tangan Mentari melingkar, membalas ciuman Reza yang sudah beberapa hari Tari rindukan. Lelaki pemarah yang sangat dicintainya.


"Ini nyata, bukan halusinasi?" Reza mencium kening Tari lama.


Mata Mentari berkedip-kedip tidak percaya dengan yang Reza katakan, dia sudah semalaman menemani Reza, tapi dianggap halusinasi.


"Tuan kejam, pinggang Mentari hampir patah."


"Iya maaf, aku pikir hanya halusinasi, sampai bangun tidur masih ada. Jika tahu nyata sudah aku peluk di atas ranjang." Reza tertawa mengelus rambut Tari.


"Masih sakit." Tari menatap wajah Reza.


Reza langsung duduk di pinggir ranjang, melihat pundak dan lengannya. Tari juga duduk mengusap pelan.


"Bagaimana keadaan Nando?" Reza menatap Tari tersenyum.


Mentari melihat ke arah lantai sambil menggelengkan kepalanya, saat pergi dari pelabuhan Rinda ingin segera menemui Nando, saat teringat Reza mengalami luka tembak, langsung putar arah balik lagi ke Mansion.


"Tuan, Tari pergi dulu melihat keadaan kak Nando."


"Pergilah, hati-hati di jalan." Reza tersenyum, berdiri melihat Tari berdiri melangkah pergi.


Mentari langsung melangkah balik lagi memeluk Reza, bersamaan dengan pintu kamar terbuka oleh Berlian. Kepala Boy juga muncul melihat Tari Reza saling memeluk erat.


"Bisa bernafas tidak?" Lian tersenyum.


"Ayo praktek sayang." Boy merentangkan kedua tangannya, Lian memukul dada Boy.

__ADS_1


Reza melepaskan Tari, tersenyum melihat Lian dan Boy. Lian menceritakan jika Nando baik-baik saja, dia selamat karena meminum penawarnya, sekarang Nando sedang pergi jauh untuk memulai hidup baru, dia juga berpesan agar Tari berhati-hati, jangan bersedih lagi, harus selalu bahagia.


Tari memeluk Lian mengucapkan terima kasih, Rinda lewat depan kamar Tari langsung membuang pandangannya melangkah turun.


Mentari mengerti Rinda marah, langsung melangkah keluar mengejar langkah Rinda. Tangan Rinda ditahan.


"Nona maafkan Tari." Kepala Mentari menunduk melipat kedua tangannya.


"Sudah puluhan tahun kamu hidup di bawah nama Chrispeter, tapi dalam hitungan bulan kamu siap membunuh penjaga Chrispeter. Kak Miko bukan hanya pengawal di mata Rinda, tapi kakak, saudara juga Ayah bagi Rinda." Tangan Rinda mencengkram rahang Tari.


"Kamu memang tidak dekat dengan kak Mik, kamu juga tidak akan sedih jika kak Mik meninggal, karena wanita seperti kamu bisa pergi kapan saja dari keluarga Chrispeter."


Reza langsung ingin turun, tapi Boy menahan meminta Reza membiarkan Rinda meluapkan amarahnya, setelahnya baru menasehatinya.


"Maafkan saya nona."


"Pergilah, jangan pernah muncul dihadapan keluarga Chrispeter, kamu bisa bahagia bersama Nando, orang yang sudah mengobati luka patah hati kamu." Rinda langsung melepaskan cengkeramannya, membuat wajah Tari terluka.


Tari meneteskan air matanya, melihat Rinda melangkah pergi. Tangan Tari menyentuh darah langsung menghapusnya.


"Nona pasti merasakan sakitnya perjuangan yang tidak dihargai, Tari sangat menghormati keluarga nona, sangat bersyukur selama puluhan tahun berada dalam lindungan mereka. " Tari menghapus air matanya


Rinda menghentikan langkahnya, menatap Tari yang menangis sesenggukan.


"Aku merasakannya, tapi tidak pernah mengkhianatinya seperti kamu yang memilih orang baru meninggalkan kak Reza."


Tari melangkah mendekati Rinda, langsung memeluknya erat. Tari mengusap punggung Rinda mengatakan jika saat bersama Nando mengingatkan dirinya serasa bersama Ayahnya.


Mentari bahkan tidak mengigat wajah Ayahnya, sulit membedakan Ayahnya Lian dan Ayah kandungannya. Tari hanya melihat punggung, tapi tidak tahu wajah, setiap orang yang berbadan kekar Tari pikir Ayahnya, tapi mereka memukul, menendang Tari sampai harus bersembunyi di dalam lubang karena ketakutan.


"Kesalahan Tari tidak termaafkan, silahkan hukum Tari, tidak masalah jika harus di penjara bawah tanah, Mentari tidak takut." Tari menghapus air matanya, tersenyum menatap Rinda.


Tari langsung berlari memeluk Maxi, menangis sesenggukan meminta maaf karena sudah mengecewakan Max, tidak patuh terhadap keluarga Chrispeter, mengabaikan nasihat Max untuk menjaga hubungan baik dengan Chrispeter.


"Maafkan Tari kak Max."


"Tari tidak salah, maafkan kak Max yang sibuk tidak punya waktu untuk kamu. Tidak akan ada yang menghukum Tari, karena Mentari tidak salah."


"Tari melukai kak Miko."


"Bukan kamu yang melukainya, salah Miko sendiri yang gegabah bergerak sendiri. Mentari tidak salah karena Tari sudah kuat bertahan sendiri."


"Maafkan Tari."


"Mentari, kak Maxi akan melakukan hal yang sama dengan kamu untuk menyelamatkan Nando, Miko pria kuat dia bisa bertahan sampai penawar berhasil dibuat, sedangkan Nando tidak ada yang menyelematkan selain kamu." Max mengusap kepala Tari.


Kaira juga mengusap kepala Tari, meminta Tari kembali. Kai dan yang lainnya sangat khawatir sampai meminta pengawal bantuan untuk mengawasi Tari.

__ADS_1


"Maafkan Tari kak Kai."


"Maafkan kak Kai juga yang tidak bisa menjaga kamu, padahal kak Kai sudah janji akan ada di belakang Tari." Kaira memeluk Tari menepuk pelan pundak Tari.


"Kak Max yang meminta maaf kepada Lian yang sempat menghilang, Tari yang sempat pergi, juga Kai yang tidak bisa menjaga lelaki yang dicintainya." Max tersenyum.


"Kak Max, Kai tidak suka." Kaira memukul lengan Maxi.


Tari memeluk Max, Kai juga memeluk Max. Berlian berlari dari lantai atas langsung memeluk Max. Tatapan mata Boy, Reza, Miko dan Rinda tajam melihat Max.


Senyuman Maxi terlihat, membiarkan Boy yang ingin memukul Maxi, Reza yang menggelengkan kepalanya kesal. Miko hanya bisa menghela nafasnya, Rinda yang menahan air mata melihat lelakinya dipeluk oleh tiga wanita.


"Dasar pelakor!" Rinda menatap tajam, Kai Berlian dan Mentari.


"Pelakor!" Lian, Kai dan Tari menatap Rinda yang menantang mereka bertiga.


Maxi langsung berada di tengah menghentikan perang tatapan.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA YA


JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA BIAR AUTOR SEMANGAT UP.


***


JADWAL UPDATE


*BIANKA DAN MAFIA KEJAM S2 JAM 06.00 DAN 18.00.


*MENGEJAR CINTA OM DUREN S2 JAM 06.00


JIKA LEWAT DARI JAM DI ATAS BERARTI TIDAK TAYANG. MOHON PENGERTIANNYA.


JIKA ADA YANG PENASARAN KAPAN UP SUAMIKU MASIH ABG S3( KISAH VIRA, WILDAN DKK) SILAHKAN CEK GAMBAR DI BAWAH.


CATATAN TIDAK UPDATE SETIAP HARI MENUNGGU SAMPAI KISAH WINDY TAMAT.


***


FOLLOW IG : vhiaazaira



FOLLOW TIKTOK: @levviazaira8


__ADS_1



SYARAT UPDATE SUAMIKU MASIH ABG S2 KEMBAR BOTAK YANG BELUM LIKE SILAHKAN DI LIKE.🤭😂💛


__ADS_2