BIANKA DAN MAFIA KEJAM

BIANKA DAN MAFIA KEJAM
S2 MASA LALU PENJARA CHRISPETER


__ADS_3

Seluruh penjaga dikumpulkan, Reza mendengarkan penjelasan yang terjadi. Setiap alasan yang Reza dengar tidak ada satupun yang masuk akal.


Boy mengerutkan keningnya memutar kursinya, tidak menyangka jika tempat yang paling ditakutin dalam markas Chrispeter bisa mempekerjakan banyaknya pengkhianatan.


"Kalian semua boleh pergi." Kai memberikan perintah, duduk di depan Boy.


"Mereka semua berbohong." Lian menatap tajam ke arah jendela.


"Sebenarnya apa yang terjadi tiga tahun yang lalu, sejak kita pergi meninggalkan Chrispeter untuk hidup merakyat mulai bermunculan orang-orang yang menentang keluarga Chrispeter." Reza menatap Boy yang masih memejamkan matanya.


Rinda menghidupkan layar besar, meretas seluruh kamera tersembunyi yang hanya diketahui oleh Haikal dan Rian Chrispeter, dilanjutkan oleh Bianka dan Rindu Chrispeter, sekarang hanya Rinda satu-satunya orang yang tahu soal kamera.


Semuanya terdiam melihat rekaman, tiga tahun yang lalu, Rian menemukan sebuah jaringan baru mulai masuk ke area penjara. Jaringan berhasil diputus, Rian memberikan perintah untuk memanggil Boy, tapi keadaan Boy sedang tidak stabil karena kehilangan Berlian, hanya Rinda satu-satunya orang yang siap.


Rinda mengetahui soal letak setiap kamera tersembunyi, tapi karena keluar dari lingkungan Chrispeter dengan membawa luka patah hati, membuat Rinda melupakan keadaan markas.


"Kakek sudah tahu tentang mereka, tapi diam saja." Boy menatap Rinda.


"Orang yang bertanggung jawab seharunya Bunda Bi dan Mami Rindu, tapi mereka seorang wanita yang tidak bisa sepenuhnya menjaga markas ini."


"Masuknya para penyusup karena kelalaiannya kita." Kaira menatap Boy dan Rinda.


Reza menunjukkan ada sekitar seratusan para tahanan yang masih hidup di dalam penjara, satu minggu yang lalu Haikal meminta Bara berkunjung untuk menyapa para petugas.


Sejak awal pergi Bara sudah merasakan tidak nyaman, pergi menuju markas bersama Asep dan bawahannya.


Saat tiba di markas, sedang terjadi pertarungan. Bara melarang pasukan menyerang karena langsung menuju tempat paling berbahaya.


Bara dan Asep langsung masuk ke dalam penjara bawah tanah, melihat seluruh sel terbuka.


Ratusan orang sudah keluar, hanya mengandalkan kemampuan tanpa senjata Bara dan Asep bertarung memasukkan kembali seluruh tahanan, mereka juga kehilangan sepuluh tahanan yang sudah melarikan diri bersama para pengkhianatan.

__ADS_1


Seluruh pasukan mencari, tetapi tidak menemukan sedikitpun jejak para pengkhianatan. Mereka tidak memiliki pilihan kecuali harus melaporkan ke villa.


Boy menatap layar komputer Rinda, meminta Rinda segara menyingkir langsung mematikan seluruh jaringan.


"Za, buka jaringan kamu. Seluruh tempat ini sudah dikendalikan dari jauh. Mereka yang melarikan diri bukan orang sembarang, selain gila, kejam mereka mendapatkan jaminan keselamatan juga kebebasan." Boy langsung mengotak-atik komputer.


Rinda tersenyum melihat Boy yang ternyata ahli komputer, bisa mengetahui seluruh letak kamera tersembunyi.


"Kak Boy tahu dari mana?"


"Saat kak Boy kecil, Bunda pernah bercerita soal penjara bawah tanah."


"Boleh Kai tahu alasan mengapa hanya kakek Haikal dan Rian juga keturunan mereka yang mendapatkan akses masuk ke sini."


Boy tersenyum, Rian Chrispeter pada masanya seorang pembunuh berdarah dingin. Dia bisa membunuh bahkan dari jarak jauh. Sejak kembali dari kuliah, mendapatkan perintah untuk kembali ke Mansion Chrispeter Rian selalu melarikan diri untuk mencari kebebasan, sampai akhirnya Rian dan Haikal bertarung di markas.


Dulunya belum ada penjara bawah tanah, tapi saat banyaknya musuh juga kegilaan manusia. Haikal membuat penjara bawah tanah, memasukan siapapun yang tidak sanggup ditahan oleh pemerintah.


Roy dan Akbar tahu soal penjara, tapi tidak pernah tertarik untuk masuk karena kekejaman manusia pengisiannya. Hanya Haikal dan Rian yang memang gila bertarung bebas masuk, bahkan sering bertarung dengan puluhan manusia pembunuh.


Sejak menikah penerus Chrispeter sudah diseleksi sejak kecil, Bianka langsung masuk daftar karena kemampuan bela dirinya yang sejak kecil sudah babak belur, Reva tidak masuk karena dia bukan gila bertarung, tapi gila meledakan apapun sehingga Reva berada di lab Chrispeter.


Rinda Chrispeter wanita paling anggun, tidak menyukai pertarungan, hanya ingin menjadi penyelamat saudaranya. Rindu menjadi orang kedua yang terpilih karena kekejamannya yang tidak pandang bulu.


"Begitulah cerita Bunda, Reva, Rinda, dan Keisya lebih sering berada di lab, sedangkan Bianka dan Rindu yang selalu bertarung di markas penjara."


"Kehidupan orang tua kita lebih menakutkan dari kita, tapi pada kenyataannya kita pernah gagal di pertarungan pertama." Rinda menatap sedih.


"Mereka dididik untuk bertahan, sedangkan kita dididik untuk menjauhi pertarungan, karena orang tua kita tidak ingin kita memiliki beban seperti mereka." Reza tersenyum menatap Rinda.


"Reza benar, Bunda dulu selalu memohon agar aku menjadi pemuda baik. Saat ayah memberikan pilihan antara mobil-mobilan dan pedang, Bunda pasti menangis saat aku memilih pedang, kata Bunda jangan ikuti jejak Ayah dan Bunda." Boy menghela nafas.

__ADS_1


"Manusia pertama di sini pasti binatang." Tari melihat ke luar jendela.


"Hatinya yang seperti binatang Tari."


Miko dan Maxi saling pandang, mereka berdua yang paling tahu soal keadaan penjara bawah tanah saat pertama kali mereka datang.


Saat pertama mereka dilemparkan ke dalam penjara sudah penuh dengan para pembunuh berantai, terlihat dari balik jeruji besi Rian Chrispeter membunuh dengan mudahnya.


"Kak Max saat ...." Boy langsung berdiri melihat Maxi menggeser sebuah dinding memperlihat seluruh foto orang yang pernah masuk penjara.


"Banyak sekali, bagaimana kita bisa mengetahui siapa yang menghilang?" Kai menatap hampir ribuan foto selama penjara dibangun.


"Hanya kak Miko dan Maxi yang bisa memprediksinya." Reza menatap dua pengawal setia para girls.


"Kamu saja Max, aku sudah tidak terlalu ingat karena terlalu banyak bersenang-senang di luar. Kamu orang yang paling tahu soal keluarga Chrispeter karena tidak pernah meninggalkan tempat ini." Miko melangkah mundur membiarkan Max yang melihatnya.


"Rinda kemarilah, bantu aku." Maxi menyambut tangan Rinda.


Reza menarik tangan Rinda untuk menjauh, Reza ingin melihat lebih dekat. Maxi tersenyum meminta Reza yang mendekat.


"Menurut cerita tempat ini sudah dibangun sekitar enam puluh tahun yang lalu, penjara bawah tanah mulai terisi sekitar empat puluh tahun yang lalu. Banyaknya korban tewas saling membunuh, meminum racun, bunuh diri, mati kelaparan, disiksa, bahkan ada yang mati karena usia."


"Dari usia berapa orang yang pernah masuk tempat ini?" Reza menatap foto anak kecil.


"Lima tahu sampai usia lanjut."


"Kak Max masuk ke sini usia berapa?"


"Tujuh tahun, aku membunuh seluruh keluarga ibu tiri, termasuk Ayah kandung menyisakan satu orang, setelah aku masuk penjara membunuh dua polisi, aku membunuh banyak orang sampai akhirnya pemerintah menyerahkan kepada penjara Chrispeter."


"Kak Max manusia atau iblis membunuh sejak kecil?!" Reza langsung tersenyum menutup mulutnya.

__ADS_1


***


__ADS_2