BIANKA DAN MAFIA KEJAM

BIANKA DAN MAFIA KEJAM
Nakhusya


__ADS_3

Dugaan girl Chrispeter soal Nakhusya benar, tapi masih santai saja karena Nakhusya tidak akan pernah bisa mudah masuk ke dalam keluarga Chrispeter seperti rencananya.


Raffi berjalan mendekati kakaknya Keisya, Raffi tahu ada yang tidak beres tapi dia tidak punya banyak pengalaman di luar bisnis.


"Kak, ada sesuatu yang tidak Raffi ketahui soal Nakhusya?" Raffi menatap Kei yang sedang menemani Kai memahami soal dunia medis.


"Kai kamu masuk kamar dulu, Mama harus bicara dengan Uncle."


Kaira langsung pergi setelah memeluk Raffi, tidak lama Bianka datang bersama Boy yang sudah berlari melompati tangga kediaman Mansion Chrispeter.


"Kak Bi," Raffi memberikan salam, Bi hanya menepuk bahu Raffi.


"Dia bukan Nakhusya Ravi, dia Natasya mereka bertukar posisi mungkin."


"Alasannya apa kak? kalian mengenali Nakhusya?"


Reva dan Rindu juga berkunjung ke kediaman Chrispeter, karena setelah menikah girls pindah ke rumah masing-masing dan akan berkumpul jika ada pertemuan keluarga.


"Raffi kamu pasti sangat penasaran soal Nakhusya?" Reva ikut duduk setelah meninggalkan putranya yang sudah berlari ke lantai atas, dan mendengarkan ocehan Rinda yang mengomeli Maminya.


"Hebat putri kamu Rindu, mulutnya lancar marah-marah." Reva tertawa gemes melihat Rinda yang sudah berjalan pelan kelantai atas, gayanya sangat elegan bagaikan putri kerajaan.


"Entahlah aku juga pusing mendengarnya, hanya Raffa yang bisa mengendalikan Rinda."


Semuanya mendadak diam melihat ponsel masing-masing, Rindu meletakan handphonenya ke hadapan Raffi, sebuah kado ulangtahun berupa kalung bermata kupu-kupu.


"Kak Rindu tahu soal kalung ini?" Raffi menunjuk kalung.


Rindu tersenyum, sejak Rinda pergi mungkin semua orang terlihat normal tapi rasa kangen dengan adiknya pasti selalu Rindu rasakan, sesekali Rindu berjalan ke tempat biasannya Rinda kunjungi salah satu sebuah panti.


Seorang wanita cantik berlari kencang memeluk Rindu yang memanggilnya Rinda, mengucapkan terima kasih untuk hadiah kalung yang langsung di tunjukkan.


Sikap Rindu dan Rinda memiliki banyak perbedaan, gadis bernama Nakhusya perlahan menyadari dan bertanya keberadaan Rinda. Senyum Rindu terlihat dan mulai menceritakan soal Rinda yang sudah tiada, tangisan Nakhusya terdengar, sosok Rinda malaikat tanpa sayap yang sangat berjasa untuk Naku, sejak hari itu Rindu sesekali menemui Naku, dan dia banyak menceritakan tentang dirinya juga Raffi yang sering berkunjung.


"Selama bertahun-tahun, kakak tidak pernah bertanya pada Raffi?"


"Bertanya apa? kamu yang menjalani hidup dan sangat lambat dalam cinta."


"Nakhusya gadis kembar, mereka di temukan di depan panti tapi saat berusia lima tahun saudara kembarnya di adopsi. Naku tidak ada yang menginginkannya karena dia penyakitan, tapi sejak bertemu Rinda dia mendapatkan perawatan hingga pulih sepenuhnya.


"Raffi tahu soal itu kak Bi, terus sangkut pautnya dengan Natasya apa?"

__ADS_1


"Ada dua kemungkinan." Reva menatap semuanya, sambil tersenyum licik.


"Natasha ingin menjadi istri Raffi Chrispeter dan menyingkirkan Nakhusya, atau Nakhusya menjadi Natasya dan sebaliknya." Keisya menyerahkan laporannya yang mendapatkan anggukan dari yang lain kecuali Bi.


"Tapi bagaimana kalau Nakhusya dianggap tidak pernah ada di dunia ini?"


"Kak Bi jangan bicara seperti itu." Raffi mengacak rambutnya.


Suara Bara yang baru tiba terdengar, melihat Bianka sedang bicara serius, hanya mengusap rambut istrinya dan melangkah mencari putranya.


"Kak Bara."


"Iya sayang," Bara balik lagi, duduk di samping Bi.


"Kakak mengenal keluarga ini?" Bi menunjukkan foto keluarga dari negara luar.


"Ya, dia seseorang yang sukses dalam bisnis, tapi tetap saja dia juga bergerak di dunia gelap, mengirim barang ilegal seperti senjata."


"Dia memiliki seorang putri?"


"Dia tidak memiliki anak, tapi beberapa puluh tahun yang lalu dia mengadopsi seorang putri, tapi tidak ada yang pernah melihat putrinya."


"Tidak ada sedikitpun petunjuk soal putrinya?"


"Dia pacar Raffi?"


"Kemungkinan dia putri yang di adopsi."


Bara diam memperhatikan foto, melihat detail wajahnya. Bi langsung melotot merampas foto melihat Bara yang menatap serius.


"Kenapa cantik? pengen suka?" Bi menatap sinis, Bara hanya tertawa, Bianka semakin hari semakin mudah cemburu.


"Dia memang cantik tapi istriku jauh lebih cantik." Bara mengusap tangan Bianka.


"Jijik." Reva menatap keduanya sambil melemparkan bantal.


"Kalian tidak kasihan melihat Raffi ya?"


"Iya maaf ya Fi, kak Bara naik dulu nanti Bunda Bi marah lagi, nanti malam bisa tidak dapat jatah."


Bara langsung pergi, mata Bi melotot, yang lainnya tertawa melihat Bianka yang sudah kesal. Hanya Raffi yang tidak ada merasakan sesuatu yang lucu.

__ADS_1


"Kamu merasakan perbedaan dari Nakhusya yang dulu dan yang sekarang?"


"Banyak kak Rindu, Naku tidak suka di sentuh tapi sekarang dia secara langsung bisa memeluk bahkan ingin mencium Raffi."


"Jangan bilang kamu lari?" Reva langsung tertawa, Bi juga tersenyum melihat wajah Raffi yang memang sangat menjaga nama baik keluarga.


"Dia juga suka menghamburkan uang, beda dengan dulu yang lebih memilih makanan sederhana."


"Dia juga tidak mengenali aku, sedangkan Naku yang asli selalu memeluk saat bertemu"


"Jadi apa yang akan kita lakukan?"


Bi mulai memberikan instruksi, Bianka akan mencari keberadaan Nakhusya asli, Rindu menyelidiki soal Natasya, Reva mencari tahu tujuan Natasya hadir dalam keluarga Chrispeter, sedangkan Keisya mencari tahu soal keluarga Nakhusya.


"Memangnya kakak diizinkan suami, kalian sudah menikah juga mempunyai anak?"


"Santai Raffi, jika dulu kita berjalan masing-masing tapi sekarang kita sudah berdua."


"Kalau kak Bara dan kak Asep bisa di andalkan, tapi Raffa dan Riki memangnya bisa."


Rindu tertawa menjitak kepala Raffi, dia tidak tahu Raffa jauh lebih kuat dari Rindu. Raffi tersenyum karena masih mendapatkan perhatian dari kakak perempuannya, dirinya putra terakhir dari keluarga Chrispeter yang mendapatkan perhatian ekstra dari yang lainnya tanpa terkecuali kakak iparnya Bara dan Asep yang bergabung menjadi keluarga Chrispeter.


Raffi sejak kecil selalu mengikuti ke manapun Raffa pergi, selalu menuruti perintah Raka dan Riki. Mengikuti jejak para Boys, Raffi sudah lama tahu rasa kagum Raffa untuk Rindu, hubungan Riki dan Keisya tapi dia diam saja karena pangkatnya seorang adik.


Kehidupan Raffi tidak pernah lepas dari pengawasan Raffa, terutama Riki sebagai putra tertua. Tapi sejak yang lainnya menikah Raffi mulai kesepian dan menjadi sering pergi ke panti asuhan dan berteman baik dengan Nakhusya, sampai akhirnya Raffi mengatakan keseriusan untuk memperkenalkan Nakhusya kepada keluarga besarnya.


Sejak satu bulan terakhir Raffi mulai merasakan perbedaan, dari cara bicara, berjalan, tingkah, sikap sampai akhirnya melihat sikap keponakan yang menunjukkan ketidaksukaan.


"Raffi jangan terlalu dipikirkan, mereka yang mempermainkan kamu, sama saja mencari masalah dengan keluarga kita."


"Iya kak Bi, tapi Raffi mengkhawatirkan jika saja Naku disakiti."


"Secepatnya kita akan mengetahui keberadaannya, dia wanita kesayangan Rinda, sekarang sudah menjadi kesayangan Raffi, dan dia juga akan menjadi keluarga kita, kamu harus bersiap untuk resikonya Raffi. Walaupun kamu hidup normal, jangan pernah lupa jika kamu keturunan Chrispeter yang memiliki banyak musuh."


"Raffi tahu Kak."


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA YA


SEKALIAN JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP

__ADS_1


***


__ADS_2