BIANKA DAN MAFIA KEJAM

BIANKA DAN MAFIA KEJAM
S2 PUTUS


__ADS_3

Mentari berada di kamarnya, langsung keluar kamar mandi setelah menyegarkan diri. Reza berdiri di depan pintu kamar langsung menguncinya, melihat Tari yang masih menggunakan handuk.


Tatapan mata Tari tajam, Reza meminta Tari menggunakan baju jika tidak ingin dia terkam.


Tari mengabaikan Reza memilih duduk di meja rias, menyisir rambutnya yang panjang. Reza melihat Tari terus mengabaikannya membuatnya kesal.


Tangan Reza langsung melingkar ditubuh Tari, mencium lama leher. Tari membanting sisir langsung berdiri menepis tangan Reza.


"Jangan mengabaikan aku!" Reza menarik tangan Tari, pipi Reza merah terkena tamparan.


Tatapan mata Reza langsung tajam, mencengkram kuat pergelangan tangan Tari. Menariknya semakin mendekat.


"Berani kamu menampar aku."


"Jika kamu tidak suka silahkan keluar." Tari tersenyum sinis.


Reza menarik nafas melepaskan tangan Tari, menjelaskan kembali jika di hotel ada Boy. Pertemuan memang diadakan private agar tidak ada yang mengetahui hasil pertemuan.


"Apa hasil pertemuan kamu? satu perusahaan paling besar hampir hancur. Jangan karena kamu memiliki banyak uang tidak memikirkan kehidupan karyawan."


"Kamu pikir aku mau mengorbankan kerja keras mereka." Reza menaikan nada bicaranya.


Mentari tertawa duduk di sofa meneteskan air matanya, mencintai Reza membuat Tari tidak dihargai. Semua kesalahan Reza coba Tari perbaiki berharap suatu hari ada balasan ketulusan dari Reza.


Menyelamatkan perusahaan agar Reza tidak menjadi korban amukan karyawan, bahkan Tari tidak tidur memikirkan perusahaan, tapi dengan santainya Reza tidak memiliki beban.


"Aku minta maaf, tidak ada maksud membentak kamu. Aku akan berusaha memperbaiki diri." Reza berlutut, menggenggam tangan Tari.


"Kita sebaiknya putus, aku sudah menjadi kekasih kamu, bawahan kamu, pembantu kamu, bayangan kamu, alat kerja kamu. Sudah saatnya kita berpisah, aku ingin hidup tanpa bayangan kamu Za." Tari meminta Reza keluar dari kamarnya.


"Tidak akan pernah, aku tidak akan pernah membiarkan kamu pergi dari hidup aku." Reza tetap dengan keegoisannya.


Mentari langsung berlari keluar, Reza menarik Mentari melemparnya ke atas ranjang. Reza menahan tubuh Tari memaksa Tari melayaninya.


"Aku benci tuan, Tari membenci Tuan." Air mata Tari mengalir.


Reza langsung melepaskan Tari berbaring di ranjang menutupi matanya. Tari menangis sesenggukan, merasakan sakit hati melihat lelaki yang dicintainya berbohong, bersenang-senang bersama wanita lain.


Reza mencari Tari saat kesulitan, melupakan Tari saat tidak ada masalah. Berbelanja dengan wanita lain meminta Tari yang meeting, saat ada kesalahan Tari menjadi orang yang disalahin.

__ADS_1


Mata Reza melihat Tari yang menangis memeluk lututnya, bersandar di ranjang. Reza langsung mencari baju, memakainya kepada Tari.


Reza menceritakan jika dia keluar dengan beberapa wanita untuk mengorek informasi, sebenarnya Boy yang pergi, tapi karena sikap Boy yang pemarah akhirnya tukar posisi.


Boy pergi meretas semua data penting kerja sama perusahan lain dengan Amel, Reza yang bertemu dengan beberapa orang terdekat Amel.


Mereka tidak ingin mengirim bawahan karena tidak ingin identitas Chrispeter banyak terumbar, sekalian mencari cara membatalkan pernikahan Maxi.


"Aku tidak minta kamu percaya Tari, tapi itulah kebenarannya. Kenapa aku tidak cerita, karena mereka bukan orang penting tidak bisa dibandingkan dengan hubungan kita. Sekarang kamu berubah mulai meragukan cintaku." Reza mencium kening Tari melangkah pergi.


"Satu hal lagi, aku tidak pernah menganggap kamu bawahan, tapi seseorang yang paling aku percaya. Selama ini kita selalu bertengkar karena menyatukan perbedaan kita, kita bertengkar lalu baikan, tapi sekarang pertengkaran kita di mata kamu sudah menjadi masalah yang membosankan." Reza membuka pintu kamar melangkah keluar.


Reza langsung menuju ke dapur memeluk Mommy, Reva mengusap kepala Reza. Reva tahu Boy dan Reza tidak bodoh mereka sengaja menghilangkan saham, Reza juga sudah menyiapkan persiapan saat perusahaannya diserang.


"Mom, dia sudah tidak percaya Reza lagi?"


"Artinya rasa cintanya semakin besar, rasa kecewa bisa membuat kita bukan hanya kehilangan cinta, tapi juga rasa nyaman."


"Maafkan Reza Mom."


"Maaf untuk apa sayang, kamu sudah besar, dewasa juga. Mommy bangga karena Boy menggunakan perasaan, dulu aunty Rinda selalu bersedih setiap kali Mommy menghancurkan sesuatu dia selalu mengatakan, Reva kamu harus memiliki perasaan, Jangan hanya ambisi." Reva tersenyum memeluk Reza.


"Bagus Reza, pertarung yang hebat bukan karena dia mengalahkan banyak lawan, tapi bisa melihat kawan."


Reva meminta Reza membiarkan Tari cukup mengawasinya, seorang wanita akan luluh saat merasakan rindu. Reza harus memberikan Tari waktu agar bisa berpikir dengan baik, juga memahami kondisi.


Reza menganggukkan kepalanya, memeluk Reva penuh kasih sayang. Boy yang melihat Reza dan Mommy Reva tersenyum memberikan Reza salinan kemenangan mereka berdua.


Tangan Reza membuka map tersenyum bahagia memeluk Boy, akhirnya perjuangan mereka berdua membuahkan hasil.


Perusahaan Boy dan Reza menjadi perusahan utama yang bergabung, bisa mengalahkan perusahaan internasional. Perusahaan yang menghasilkan penghasilan terbanyak.


Reva tersenyum melihat Boy dan Reza saling memberikan semangat. Pencapaian terbesar Reza dan Boy bisa membangun rumah sakit terbesar, hotel berbintang termewah, restoran paling elite, perusahan pembuatan kendaraan, juga banyak mall yang Reza bangun.


Boy kaget melihat ponselnya, melihat banyaknya artikel soal pebisnis yang sukses dalam dan luar negeri.


"Reza bahagia juga sedih?"


"Kenapa?"

__ADS_1


"Mentari minta putus, karena dia tidak memahami aku lagi?"


"Wajar saja Tari marah dan kecewa, dia orang yang paling memahami kamu, mengetahui seluruh kesibukan, dari bangun tidur sampai tidur lagi." Boy meminta Reza memberikan sedikit waktu agar Tari bisa luluh kembali.


Pepatah pernah mengatakan saat hilang baru terasa, seperti Reza yang baru sadar jika Mentari yang paling mencintainya.


"Sekarang apa yang harus kita lakukan kepada Amel kak?"


"Menghancurkan seluruh perusahaan yang terlibat."


"Bagaimana nasib mereka yang bekerja, jika kita menghancurkan perusahan?"


"Mereka semua ...." Boy menganga menunjukkan kepada Reza jika perusahaan Chrispeter, Arnold dan Arvin sudah menyerang lebih dulu.


Seluruh perusahaan Amel hancur dari pusat, bahkan sampai kepada seluruh cabang. Kemarahan tiga orang berpengaruh.


"Mereka pasti meminta pernikahan dipercepat?"


"Tenang saja Za ...."


Reza menghela nafas, Boy bisa bicara tenang karena hubungannya dengan Lian baik-baik saja tidak berpikir nasib Reza dan Mentari.


Suara pecahan kaca terdengar dari ruangan laboratorium, Reza langsung masuk melihat Kaira menghamburkan semua botol kaca yang berisi banyak cairan.


"Ada apa Kai?" Boy melihat pecahan.


Kaira langsung melangkah pergi, mengumpat kasar karena beraninya seorang pengkhianatan hadir dalam hidupnya.


"Siapa yang mengkhianati Kai?"


"Apa mungkin kak Miko, sangat mustahil jika kak Maxi?"


Boy menepuk jidat, semua salah paham hanya karena cinta.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA


JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA BIAR AUTOR SEMANGAT UP

__ADS_1


***


__ADS_2