BIANKA DAN MAFIA KEJAM

BIANKA DAN MAFIA KEJAM
PERTARUNGAN PEDANG


__ADS_3

Natasya lari kencang masuk ke dalam mobilnya, saat mengetahui jika penculikan anak-anak gagal, Nakhusya juga berhasil bebas. Nata ingin melarikan diri dari kejaran keluarganya dan Chrispeter.


Baru saja Nata masuk mobil ledakan terjadi, mobil Natasya hangus. Seseorang tersenyum melihat Natasya terbakar bersama mobilnya.


[Natasya tewas Ayah.] Dia langsung pergi, penolakan Natasya akan lamarannya membuat Robin murka dan ingin membunuhnya dengan tangannya sendiri.


Bianka mendapatkan kabar seseorang membakar Natasya di dalam mobil, tidak berselang lama, pengawal pribadi Robin meminta Naku menggantikan Nata untuk menjadi istrinya, jika tidak Naku juga akan mati seperti Natasya.


Mendengar kabar Nata tewas, Nakhusya terus menangis. Raffi berusaha untuk menenangkannya, Bi hanya diam saja coba memikirkan sosok Robin.


Bunda Bunga meminta Naku beristirahat, Bunda meminta girls ikut ke dalam kamarnya. Bianka, Reva, Rindu dan Kei mengikuti dari belakang.


Di dalam kamar ada Mommy Dara, yang menatap layar tabletnya. Tangannya terus bekerja dan menyambungkan ke layar tablet girls.


"Mommy mengenal Robin?" Reva langsung duduk di sofa."


"Dia psikopat kanibal, tapi wajah tampannya membuat dirinya berbaur dengan masyarakat luas."


"Berapa usiannya Mom?"


"Mungkin tiga puluh tahunan, sejak kecil dia selalu membunuh tapi kekayaan bisa menutupi banyak mulut."


"Mengerikan juga, kemungkinan jika kita menahan Naku dia akan menyerang kita Mom."


"Tepat sekali, dia memang sudah menyusun rencana Karena dia jatuh cinta dengan gadis kecil kamu Rindu."


"Apa maksud Mommy? dia akan menyerahkan Naku, jika bisa menyentuh Rinda."


"Apa dulu dia membunuh anak kecil?" Bianka menatap Bunda.


"Iya, bahkan bayi yang baru lahir,"


"Buat apa anak-anak?" Kei merinding, membayangkan pria dewasa menginginkan anak kecil.


"Memakannya."


"Cari mati dia ingin menyentuh Putri kecilku!" Rindu menatap tajam.


Suara kecil Rinda terdengar berbisik-bisik, dia masuk perlahan sambil membungkuk, jalannya sangat pelan, bersembunyi di bawah meja.


"Shhhh, kalian lanjutkan saja bicaranya, anggap Rinda tidak terlihat." Rinda bicara pelan, memeluk dengkulnya sambil nyegir.


"Sumpah ini anak mengemaskan sekali, aku juga bisa jatuh cinta melihat kelucuannya, senyumannya juga bikin meleleh." Bianka ingin sekali meremas pipi gembul Rinda.


Rindu hanya tersenyum melihat putrinya yang akan membuat seisi rumah heboh, belum lagi jika ada Reza dan Boy yang mirip monyet, bergantung di sana sini, sebentar lagi ada kepalanya bocor, tangannya keseleo karena terlalu nakal.


"Mami tutu, perut Rinda kempes."

__ADS_1


Rindu akhirnya mendekat mengambil Rinda untuk keluar, meminta maid mengambil susunya, Rinda langsung berbaring dan memegang botol susunya.


Perlahan matanya mulai menutup dan terlelap, Rinda mengambil botol, memeluknya sambil mendengarkan pembicaraan yang lainnya soal Nakhusya.


"Raffa tidak mungkin memberikan izin Bunda, Rindu takut jika Raffa sudah marah."


"Bi juga sependapat dengan Rindu, kita semua tahu kerasnya Raffa soal Rinda, bahkan nyamuk saja tidak boleh menyentuh putrinya, apalagi pria lain."


Suara ketukan pintu terdengar, Raffa masuk dan menatap Rinda yang sudah terlelap dalam pelukan Rindu.


"Kak Bi, Raffa hanya ingin memberikan pesan dari kak Bara dan kak Asep karena mereka sudah pergi bersama Maxi dan Miko, juga paman Ahlan dan Ahlam."


"Apa yang terjadi Raffa?" Bianka langsung berdiri mendekati Raffa.


"Perperangan pasukan keluarga Natasya dan tim kak Bara belum berhenti kak. Kematian Nata membuat tuntutan besar, kak Bara turun tangan untuk menghentikan, jika tidak bisa tepaksa dengan kekerasan."


"Bara tahu soal Robin?"


"Iya kak, bawahan Robin yang membunuh Nata, juga menyerang ketenangan ibu dari Nata sehingga menyebabkannya meninggal, karena hal ini perang semakin besar."


Reva tersenyum, Raffa mengambil alih untuk menjaga di kediaman karena putrinya salah satu incaran. Robin tidak tahu betapa kerasnya memasuki kawasan Chrispeter, Robin juga tidak mengenali betapa kejamnya Keturunan Chrispeter generasi kedua.


***


Di taman belakang Chrispeter, Haikal sedang menembak bersama Reza dan Boy yang sangat ahli bermain senjata.


"Apa yang mereka inginkan?"


"Sepertinya si kecil Rinda."


Rian langsung mendekat melihat si kecilnya yang sedang berlari sambil membawa tas make up. Roy juga menghentikan tembakan Boy yang bisa mengalahkan dirinya.


"Apa yang mereka inginkan dari gadis kecil mengemaskan itu?"


Semua kepala melihat ke atas, sebuah Drone yang mengikuti Rinda yang sedang berlari, Rinda melepaskan Tasnya hanya memegang lipstik yang dia buat unik seperti seruling kecil, Rian langsung berlari ingin menangkap Rinda yang sudah melihat ke atas.


Siraman air keras menghantam Rinda yang tertawa, Boy langsung mengarahkan senjatanya, menghancurkan Drone di atas. Rinda sudah menari dengan menggunakan payung sambil lompat-lompat.


Seruling kecil yang Rinda pegang bisa berubah menjadi payung cantik.


Rian langsung terduduk lemas, meminta Rinda berlari kearahnya, Rinda langsung tertawa mengembalikan lipstiknya dan langsung memeluk kakeknya.


"Kamu memang keturunan Pa, cerdas dan peka sekali. Berhati-hati Rinda aku tidak sanggup kehilangan kedua kalinya."


"Kenapa mereka menginginkan Rinda Pa?"


"Karena siapapun yang melihat Rinda pasti menginginkannya." Roy juga mengelus kepala Rinda yang cantik dan imut.

__ADS_1


"Ohhhh, karena Rinda cantik ya Pi."


"Iya sayang, boleh Pi meminjam lipstik Rinda?" Rinda langsung menyerahkan, Rinda sudah berlari bermain lagi.


Roy menbuka lipstik dan cukup kaget melihatnya, Rian juga menatap Rinda yang sudah menemui Kei di bawah pohon rindang.


Haikal juga mendekat dan melihat lipstik Rinda yang bisa menjadi bom, walaupun kekuatan tidak besar tapi cukup berbahaya. Roy menatap Reza yang sedang bermain belati, melihat Boy yang masih menembak.


"Ini penelitian yang kita temukan di ruangan Bara, berarti milik Boy yang belum sempurna, dan beberapa yang kita temukan di kamar Reza, menjadi sempurna di tangan Rinda." Roy menggelengkan kepalanya.


"Apa kemapuan Kai? dia sulit di tebak." Rian menatap satu cucunya lagi.


"Mungkin juga ada bom di bukunya, secara Kai keturunan Akbar yang pendiam tapi tidak bisa dipungkiri ada keturunan Rian di dalam darahnya." Roy melihat dua bocah sedang duduk santai.


Haikal tersenyum melihat keempat penerus yang memiliki kemampuan yang mereka sembunyikan, dari kecil sudah bisa mengendalikan kecerdasan, juga kemapuan mereka, tetap menunjukkan jika mereka anak-anak.


"Aku paling unggul di sini. Kaira penerus aku dan Akbar, Rinda penerus aku dan Haikal." Rian tersenyum melihat dua cucunya yang memiliki sikap berbeda.


"Tapi jangan anggap remeh juga dua lelaki tampan Chrispeter, dari senyuman Boy dia pria dingin dan kejam, dari sikap santai Reza dia tidak pernah mundur, dan tidak ada tempat takutnya."


Bunga membawa susu untuk keempat bocah, diikuti oleh Dara, Kiara dan Riani yang datang bersama Akbar.


"Kai, Rinda susunya sayang." Bunga memanggil, Kai langsung menutup bukunya, Rinda langsung berlari meninggalkan Kai yang berjalan pelan.


Semuanya duduk diam melihat pertarungan Boy dan Reza yang menegangkan, keduanya juga sudah ahli bermain pedang.


"Lama sekali Rinda mengantuk." Rinda berbaring di bawah pohon menggunakan paha Bunda Bunga sebagai bantalnya.


Kai yang kesal langsung maju, mengambil pedang menendang kuat Reza sampai tersungkur, langsung menghadang pedang Boy.


"Kalahkan Kai kak Boy." Kaira maju, Boy mundur berkali-kali, gerakan Kai sangat cepat sampai Boy kewalahan.


Akbar yang melihatnya menatap Rian, yang menjadi patung, senyum Rian terlihat karena dia bisa mengubah keturunan Akbar yang pendiam, kutu buku, dan hanya menjadi Dokter tapi kali ini Kaira pemecah rekor, tenaganya juga cukup kuat.


Boy langsung terjatuh, pedangnya terlepas, Kai sudah berada di depannya, dengan pedang berada di lehernya.


***


SEBENTAR LAGI TAMAT, KITA MENYELESAIKAN KASUS RAFFI DAN NAKHUSYA DULU.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA


SEKALIAN JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP NYA


***

__ADS_1


__ADS_2