BIANKA DAN MAFIA KEJAM

BIANKA DAN MAFIA KEJAM
MASIH KECIL


__ADS_3

Pesta meriah akhirnya terlaksana, Keluarga Chrispeter lega melihat senyuman kedua pengantin yang sangat bahagia. Masih tersisa satu lagi keturunan Chrispeter yang belum melepas masa lajangnya.


Melihat Raffi membawa seorang wanita yang sangat cantik, berpendidikan, elegan bahkan cara berjalan bagaimana seorang putri.


"Siapa dia Bi?" Reva melirik sebentar, kembali fokus ke depan melihat kebahagiaan Raka dan Nayla.


"Tanyakan Rindu, dia pasti mengenali wanita kembar yang akan menipu Raffi." Bianka tersenyum sinis, hari ini kebahagiaan Raka dan Nayla, Bianka tidak ingin mengurus moments lain, masih ingin menikmati kebahagiaan yang sedang dirasakan oleh kedua mempelai.


Acara selesai dengan ditutup makan malam bersama keluarga besar, seluruh keluarga Chrispeter berkumpul, para besan dan keluarga terdekat bahkan keluarga jauh semuanya kumpul.


"Semuanya harap tenang, sepertinya ada yang ingin memperkenalkan seseorang." Haikal menatap Raffi yang tersenyum, menatap wanitanya barulah dia berdiri.


"Selamat malam semuanya, Raffi ingin memperkenalkan teman wanita Raffi, namanya Nakhusya." Raffi menyambut tangan Nakhusya untuk memberi hormat kepada seluruh keluarga.


"Nama Tante itu Natasya bukan Nakhusya." Rinda bicara sambil mempertebal warna lipstik yang sudah merah, tatapan semua orang teralihkan oleh Rinda yang masih belum menyadari dirinya menjadi pusat perhatian.


Rindu tersenyum melihat putrinya yang peka, dia bisa merasakan yang pernah Rinda rasakan, hanya saja Rinda yang sekarang sangat centil, dan tidak takut apapun, dia akan bicara apapun yang menurutnya benar, dan tidak menerima penolakan atas usulannya.


"Aku Nakhusya Anastasya, salam kenal semuanya."


Rinda langsung menatap tajam, meremas lipstik yang menandakan jika dia tidak menyukai Nakhusya. Raffa langsung berdiri membawa putrinya pergi.


"Maafkan Rinda Nakhusya," Bunga menatap penuh senyuman.


"Tidak masalah Tante, dia masih kecil dan mengemaskan."


"Dia memang kecil tapi bukan pembohong." Kaira membuka kacamatanya, menatap Nakhusya langsung pergi meninggalkan meja makan.


Keisya melihat kearah putrinya yang tidak biasanya berbicara dengan nada sinis, cepat Keisya meminta maaf dan meminta Miko mengikuti Kaira.


Raffi merasakan keanehan melihat dua gadis kecil kesayangannya, matanya melihat ke arah Boy yang asik makan ayam tanpa memperdulikan siapapun.


Reza juga menatap tajam, tapi tidak mengatakan apapun langsung melangkah pergi setelah memberikan minumnya untuk Boy yang rakus.


"Aunty itu berbahaya." Reza berbisik langsung melangkah keluar dengan santai.


Boy hanya tersenyum, menghabiskan makanannya juga minuman yang Reza berikan. Boy tersenyum melihat wanita cantik di samping pamannya.


Bianka menatap Boy agar pergi, dengan santai Boy berjalan mendekati Nakhusya mencium tangannya bagaikan seorang pangeran menyambut sang putri.


"Selamat berperang dengan generasi girls Chrispeter, belum saatnya kami turun." Boy bicara pelan dengan senyuman manisnya seakan-akan menggoda.

__ADS_1


Boy pergi bersama Maxi, kembali ke kamar untuk beristirahat karena yang lainnya sudah masuk kamar masing-masing.


Tidak ada yang memperdulikan ucapan Rinda, semuanya nampak biasa saja. Makan malam, ngobrol banyak hal bahkan Kia bertanya keseriusan Raffi dan Nakhusya.


Awalnya Raffi yakin, tapi melihat sikap seluruh keponakannya tidak suka membuat Raffi tidak nyaman, sejak mereka bayi Raffi sangat dekat, sangat memahami isi hati mereka terutama Kaira dan Rinda.


Sejak pintar bicara Rinda tidak pernah berbohong, Kai juga tidak biasannya bicara dingin karena dia gadis lemah lembut seperti mama dan papanya.


"Baiklah semuanya kita langsung beristirahat saja, pengantin baru juga pasti lelah." Akbar meminta semuanya menutup pertemuan.


Nakhusya juga ikut menginap di hotel Chrispeter, dia menempati kamar khusus tamu berbeda dengan keluarga yang berada di lantai paling atas dengan penjagaan ketat.


***


Pengantin baru masuk ke dalam kamar, Nayla hanya diam saja sambil kesulitan membuka bajunya.


"Susah ya, kemari Kaka bantu." Raka meminta Nayla duduk mendekatinya.


"Kak, Nakhusya cantik tapi mengapa rasanya menatapnya tidak nyaman ya." Nayla menatap suaminya, seseorang yang dia anggap kakak tapi membuatnya jatuh cinta.


"Sayang, bukan saatnya kita mengurus soal Nakhusya, lebih baik kita menikmati moments malam pertama kita."


"Tapi Raffi bisa di manfaatkan jika dia memang bukan wanita baik."


"Berarti Nayla juga di nilai?"


"Kamu juga putri Mami, tidak mungkin masuk penilaian, kamu sudah sempurna sayang tanpa cacat hatinya."


"Cacat hati?"


"Kak Bara pikir dia dan Bi bisa menikah dengan mudah, tapi aslinya Ayah Haikal menyelidiki sifat asli Bara, meskipun dia Mafia, tapi dia tidak menyakiti wanita, anak-anak dan lansia sehingga Ayah menerima karena kak Bara memiliki hati yang penuh kasih sayang, sehingga dia bisa menjaga kak Bi dan keturunannya."


"Kalau kak Asep?" Nayla menatap sambil tersenyum, membuat Raka gemas.


"Dia pria dermawan, tidak pernah mementingkan dirinya tapi lebih suka memberikan hartanya untuk orang yang membutuhkan. Karena hal ini Daddy menerima kak Asep."


"Wow Nayla baru tahu, jadi setiap girls yang menikah ada perkumpulan keluarga dulu."


"hanya khusus Bara dan Asep tapi mungkin calonnya Raffi juga karena dia berada dari luar Chrispeter."


"Kita doakan yang terbaik untuk Raffi ya kak, semoga dia menemukan cinta yang sesungguhnya."

__ADS_1


"Iya sayang, ayo cepat mandi setelah itu giliran aku "


Nayla yang masih terlihat polos menuruti perintah Raka, yang memiliki niat busuk, Nayla langsung mandi setelahnya barulah Raka langsung cepat mandi untuk menyegarkan tubuhnya.


Nay kebinggungan karena tidak memiliki baju, hanya ada baju kemeja Raka yang tergantung. Bibir Nay langsung monyong.


"Kenapa sayang?"


"Nay lupa membawa baju, jadi Nay tidak bisa pulang" Mata Nay langsung berkaca-kaca.


"Malam ini, aku memang tidak mengizinkan kamu menggunakan baju besok baru bajunya di antar." Raka mendekati Nayla yang sangat polos, duduk mengemaskan di pinggir ranjang.


"Nanti Nay kedinginan."


"Kakak akan menghangatkan kamu, kita bisa tidur berpelukan."


"Malu,"


"kamu istriku Nay, bukan adikku, kita suami istri tidak ada kata malu, belajar untuk terbiasa ya sayang." Raka mencium kening, pipi, dagu sampai bibirnya.


Nayla tidak mengetahui kapan handuknya melayang, Raka tidak memberikan Nayla sedikit saja ruang untuk menyadari dirinya yang sudah berada di bawah. Tangisan Nayla terdengar saat Raka memaksa masuk, sakit dan perih Nayla rasakan tapi mulutnya tidak bisa mengatakan sakit, berhenti. Raka tidak memberikan waktu hanya untuk meringis, Nay hanya bisa diam membiarkan Raka melakukan apapun yang dia ingin, sampai Nay terbuai sendiri.


"Kak, capek punya Nay juga sakit, Nay masih kecil kak."


Raka langsung tertawa, memeluk erat tubuh kecil istrinya, Nayla masih saja mengatakan jika dirinya masih kecil padahal usianya sudah 19 tahun.


"Maaf ya, kakak terlalu keenakan, lupa kalau Nay masih kecil."


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA YA


SEKALIAN JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP


***



NAYLA


__ADS_1


RAKA CHRISPETER


VISUAL: WINMENTAWIN


__ADS_2