BIANKA DAN MAFIA KEJAM

BIANKA DAN MAFIA KEJAM
UNGKAPAN CINTA


__ADS_3

"Rindu!" teriak Bianka dan Reva kesal.


"Apa?"


"Kamu mau menikah tidak?"


"Mau tapi kenapa Raffa menikah dengan orang lain, Rindu tidak mau jadi tamu undangan."


"Bangun Rindu, ayo sadar sekarang kamu di mana." Reva tertawa, melihat pernikahan Rindu mirip acara hiburan drama film.


"Mami, tolong Rindu."


"Sayang, ini nyata kamu akan menikah." Riani mendekati putrinya mencium kening Rindu.


"Tapi Rindu belum tunangan, Aishah kenapa langsung menikah."


"Jadi penikahan harus di batalkan karena Rindu hanya ingin tunangan." Bunga menatap serius, sambil menahan tawanya.


"Ahh Bunda, Rindu mau menikah saja."


Bunga tertawa diikuti semua orang, Bunga sangat gemas melihat sikap asli Rindu yang manja.


"Cepat temuin calon suami kamu."


"Tapi ke mana tamu undangan, pernikahan Rindu tidak dirayakan."


"Sabar sayang, pesta di hotel."


Boy mendekat menarik tangan Rindu, memintanya menunduk. Rindu menurut keinginan Boy, tangan Boy mengambil mahkota kecil di rambut Rindu.


"Buat Boy ya Aunty."


"Nanti Boy, Aunty menikah dulu baru boleh diambil masa iya mahkotanya hilang."


"Aunty dari tadi lama, Boy suka ini." Bibir manyun Boy langsung ngambek.


"Ya sudah ambil, apalagi mau kamu, sepatu, sendal, kursi, meja." Rindu menutup wajahnya, coba mengontrol dirinya yang masih antara sadar dan tidak. Berpikir ini mimpi atau nyata.


Raffa berjalan mendekati Rindu, membuka tangannya yang menutup wajah, mata Rindu masih terpejam.


"Uncle lama," Boy langsung berjalan keluar, Bianka menepuk jidat meminta pengawal mengikuti putranya.


Mata Rindu terbuka, senyum Raffa yang tampan merontokkan kekerasan hati Rindu. Suara Raffa membisikan syarat kedua harus menjadi istrinya, Rindu hanya tersenyum masuk ke dalam pelukan Raffa.


"Kenapa aku tidak tahu semua persiapan?"


"Kejutan, aku capek mengundur waktu dan terus tertun'da, sudah cukup lama kita terus saling menjauh, aku tidak ingin kehilangan kamu."

__ADS_1


"Maafkan keegoisan Rindu, salahkan Papi yang punya sikap ego jadinya turun ke Rindu."


"Rindu tidak salah, Raffa yang tidak bisa mengerti, tidak bisa memahami kamu, terlalu ragu untuk berjuang, maafkan aku yang membuat kamu lama menunggu."


Bunga tersenyum memeluk Haikal, putranya sekarang terlihat sangat dewasa. Mengalah dan berpikir luas, Haikal tidak gagal mendidik akhlak kebaikan di hati Raffa.


Semuanya menangis haru, melihat Rindu dan Raffa melepaskan Rindu.


"Rindu Chrispeter, bersedia kamu menjadi istriku."


"Iya," Rindu langsung menunduk malu, di depan keluarga besar Raffa mengatakan Cinta.


"Aku mencintai kamu Rindu, sebelum kamu mencintai aku." Raffa memeluk tubuh Rindu, ingin sekali Raffa menciumnya tapi takut makhluk jahil muncul.


Janji pernikahan di mulai, Raffa bersumpah di depan seluruh keluarga. Rindu juga bersumpah untuk setia, tangisan Riani dan Bunga tidak tertahankan. Bunga melepaskan kedua anaknya untuk berumahtangga.


Haikal dan Rian berjabatan tangan, bersatunya keturunan Chrispeter sesuai amanah Oma. Kini bukan hanya ucapan, tapi generasi selanjutnya akan sepenuhnya menjadi keturunan Chrispeter.


Rindu sangat bahagia, mimpinya untuk menjadi istri Raffa pria terpopuler, ramah, dan sangat baik.


Suasana haru dirasakan tapi terhenti saat melihat Boy teriak mengamuk, bajunya kotor, pengawal juga acak-acakan. Bianka mengelus dada melihat putranya, Boy sudah mirip manusia tidak terurus.


"Uncle, dilual ada pelempuan malah-malah, dia bawa banyak Olang badannya betal cemua. Uncle Maxi lagi belatem, Boy juga bantuin tapi Boy jatuh, hampil diinjak, baju Boy kotor, liat wajah Boy kotor cemua." Boy terus mengoceh, sambil memberikan contoh dengan gerakan, jika di luar di hampir di injak-injak.


Bara langsung melangkah keluar, memang banyak orang yang sudah berjatuhan. Pengawal pribadi Boy berbisik, jika Boy membuat roboh lima orang, karena dia marah hampir diinjak.


"Boy, kamu berkelahi, ingat pesan Ayah jangan pernah mengangkat tangan, Ayah tidak melarang kamu belajar bela diri tapi Ayah tidak ingin kamu seperti ayah."


"Ya yah, kata Aunty Rindu jangan menyelang jika tidak dicelang, meleka yang mulai, Boy hanya melindungi dili Boy cendiri. calah Boy di mana ya yah." Boy jauh lebih galak daripada Bara.


Bianka hanya menahan tawa, Bara tidak pernah menang jika berdebat dengan Boy. Mulut Boy jauh lebih tajam dari pisau.


Kedatangan seorang wanita yang mengamuk tidak terima Raffa menikah, bahkan Raffa tidak mengenal orangnya sampai Bara yang mengingatkan jika wanita yang datang, pernah satu kali pertemuan dalam bisnis bersama Bara dan Raffa.


Penjagaan di hotel diperketat lagi, mungkin akan lebih banyak wanita bergelar yang akan datang mengamuk.


***


Pesta meriah dilakukan di hotel, pejabat, petinggi negara banyak yang hadir. Penjagaan sangat ketat, setiap keluarga menggunakan pengawal, terutama Boy yang sampai menggunakan 8 pengawal.


Bi memperingati Boy, dilarang masuk ke dalam gaun pengantin. Bibir Boy terus manyun melihat banyak orang tapi tidak ada yang bisa mendekatinya karena banyaknya pengawal, Boy berjalan mencari celah untuk melarikan diri.


Acara hampir selesai, kegaduhan kembali terjadi. Boy menghilang, Bianka rasanya ingin pingsan melihat kenakalan anaknya, baju Rindu sampai di cek karena mencari Boy, tidak ada yang menemukannya.


Bara sudah sangat lelah, bukan hanya pengawal yang mencari tapi keluarga juga ikut berkeliling. Mami Riani tertawa membuka kamar pengantin yang sudah ternodai oleh Boy. Dia naik ke lantai atas dan memilih untuk memakan es krim sampai ketiduran.


Semuanya langsung berlari, melihat kamar pengantin yang berantakan. Bahkan kelopak mawar sudah boy masukan di tempat sampah, dia asik tidur dan tersenyum.

__ADS_1


Bianka menggunakan tisu basa membersihkan mulut Boy yang penuh coklat, Bara mendekati putranya sambil menggelengkan kepalanya.


"Kenapa kamu nakal sekali Boy?"


"Jangan diajak berdebat, Ayah pasti kalah." Bi tersenyum melihat Bara yang kelelahan dibuat putranya.


"Raffa malam pertama di mana?"


Bianka dan Bara saling pandang, menggakat kedua bahunya. Raffa langsung naik ke atas ranjang menciumi wajah Boy, tangan Boy bergerak langsung melayang pukulan di mata Raffa. Bianka dan Bara bangkit dari ranjang mendengar teriak Raffa.


"Salah sendiri Raffa, Bara juga sering dia tonjok."


"Awwwwww sakit, ini anak Hulk sepertinya."


"Maaf Raffa," Bara menahan tawa.


"Cepat bawa bocah Hulk ini, Raffa capek."


Bara langsung menggendong Boy, semuanya keluar. hanya tersisa Rindu dan Raffa. Raffa masih memegang matanya sambil tengkurap, Boy memang paling bisa menjadi pusat perhatian, setiap hari otak ingin rontok ulahnya.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA


SEKALIAN JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP


***


NOVEL BIANKA DAN MAFIA KEJAM SEBENTAR LAGI TAMAT.


KASIH USUL UNTUK BOY YA,


KEMUNGKINAN HANYA ADA EKSTRA PART


BELUM TERPIKIR UNTUK LANJUT SEASON 2



RAFFA CHRISPETER


VISUAL\= DYLAN WANG



RINDU CHRISPETER


VISUAL\= YIIIWHA

__ADS_1


__ADS_2