BIANKA DAN MAFIA KEJAM

BIANKA DAN MAFIA KEJAM
S2 MANDI BERSAMA


__ADS_3

Tatapan mata Bara tajam melihat Bianka menciuminya, Reza langsung memeluk Bara mengucapkan terima kasih.


"Terima kasih Paman, Reza juga menahan Boy untuk menyakiti Paman Ahlan, karena Mentari."


"Reza, apa yang kamu lakukan sudah benar. Lelaki hanya bisa bertindak mengikuti emosi, tapi wanita menggunakan hati."


Bara melangkah pergi bersama Bianka, Reva juga keluar tersenyum melihat anak-anak. Rinda langsung membuka pintu kamar Tari, meminta Tari mandi bersama.


"Mandi di mana?"


"Di taman belakang ada kolam air hangat, baru dibangun, jadinya kita percobaan pertama."


"Aku tidak ikut." Boy langsung melangkah ke kamarnya.


"Biarkan saja yang laki-laki tidak ikut, lumayan bisa mengobrol para wanita." Lian bersemangat langsung melangkah bersama Rinda, Tari dan Kaira.


Boy dan Reza saling pandang, langsung melangkah mengikuti para wanita. Pintu kamar Max terbuka Reza mempertanyakan soal kolam baru.


"Kak ada kolam baru di sini?"


"Tidak tahu."


"Ada di dekat taman, baru selesai dibangun. Banyak pengawal di sana yang sering bersantai." Miko muncul memberikan sesuatu kepada Max.


"Sial." Boy langsung berlari diikuti oleh Reza.


"Ada apa Boy?" Miko teriak.


"Para wanita mandi di sana."


Maxi dan Miko saling pandang, Max mengabaikan meminta Miko keluar karena Max ingin beristirahat.


"Memangnya apa masalahnya para girl mandi di sana?" Miko masih binggung.


"Mungkin mereka khawatir karena banyaknya pengawal." Max menatap Miko binggung karena sudah berlari kencang.


Max langsung menutup pintu, membukanya kembali langsung berlari ke belakang.


Boy menatap tajam melihat beberapa pengawal, meminta mereka semua pergi. Boy membuka baju langsung ikut menceburkan diri.


"Enak juga mandi di sini?"


"Tadinya tidak ingin ikut, sekarang ikutan mandi." Lian menatap tajam.


"Memangnya kenapa? aku tidak rela ada yang memandangi kamu." Boy tersenyum memejamkan matanya merasakan air hangat.


Reza mengambil kacamata hitam langsung menceburkan diri menghilang lelah karena pertarungan. Miko juga sampai melihat sekitar kolam, menatap Kaira yang sedang berenang, tertawa bersama.


"Kak Miko jangan mandi, ada luka di dada ka Mik."


"Iya Kai hanya memperhatikan kamu dari sini." Miko tersenyum, Kaira berenang mendekat.


Maxi berlari kencang, langsung lompat ke dalam kolam, Max kaget sejak kapan ada kolam.


Reza dan Boy sudah tertawa, menatap Maxi sambil menggelengkan kepalanya.


"Kenapa kak Max tidak ada rem? sudah dikatakan ada kolam masih saja lari kencang." Reza tersenyum lucu.

__ADS_1


Maxi menatap tajam Rinda yang menggunakan baju seksi, langsung berenang meminta Rinda ganti baju.


"Rinda seksi sekali?"


"Terima kasih kak Max."


"Rinda, maksudnya diganti bajunya. Di sini ada Miko, Reza juga Boy."


"Ini belum seksi kak, Rinda masih menggunakan baju walaupun hanya sejari." Rinda langsung memeluk Max.


Reza dan Boy berdiam diri, membiarkan Maxi dan Rinda berdebat soal baju, Lian langsung berenang mendekati Boy memeluk.


Tangan Boy langsung merangkul pinggang Lian, tidak membuka sedikitpun matanya. Reza juga merasakan Tari menepuk pelan wajahnya.


"Siapa yang akan menikah lebih dulu di antara kita?" Boy tersenyum.


Berlian menatap Boy, Reza dan Tari langsung melihat ke arah Boy. Maxi dan Rinda berhenti berdebat langsung diam, Miko dan Kaira tersenyum.


"Kami yang akan menikah lebih dulu?" Miko menggenggam tangan Kai.


"Kenapa?" Boy menatap Miko.


"Maaf jika lancang, melihat keadaan Kakek Akbar lebih baik kami menikah."


"Papa Riki belum siap Kai menikah." Boy mengerutkan keningnya.


"Kaira akan membujuk Papa, Kai tahu Papa bukannya tidak siap hanya saja karena Kai anak satu-satunya."


"Bagaimana menurut kalian?" Reza menatap semuanya.


"Paman setuju." Paman Ahlan lompat ke dalam air.


Kaira juga naik langsung berdiri di belakang Miko, kaki Miko langsung diangkat dari dalam air.


Rinda langsung menangis, Maxi menarik Rinda untuk naik ke atas.


Semuanya menatap air yang berubah menjadi hitam, Paman mengacak rambutnya membuat Rinda langsung mundur menjauh.


"Segar sekali." Paman tersenyum menatap yang ada di atas kolam.


"Paman kenapa mandi di sini?" Reza membuka kacamatanya.


"Di dalam tidak ada airnya."


"Bukan tidak ada airnya, tapi Paman yang tidak bisa menggunakannya." Rinda menepuk jidat, memeluk lengan Max.


Wajah sedih terlihat saat menatap air berubah hitam, Tari langsung mengambil sabun menuangkan seluruh isinya ke dalam kolam.


Lian juga melakukan hal yang sama, memberikan shampoo, sabun juga kain untuk membersihkan kulit.


Paman tersenyum, langsung membersihkan tubuhnya yang sudah puluhan tahun tidak mandi, rambutnya juga panjang sudah tergulung.


Reza menghidupkan keran air mengunakan selang untuk menyiram Paman Ahlan, Maxi memotong rambut Paman Ahlan, membuatnya menjadi pendek.


"Terima kasih tuan dan nona."


"Dia Boy, Reza, Mentari, Berlian, Kaira, Rinda, Maxi, dan aku Miko."

__ADS_1


Paman tersenyum mengucapkan terima kasih, air langsung dikuras kembali, diganti menjadi air sabun.


Bau wangi bunga lavender tercium, semuanya duduk berkeliling memasukkan kaki ke dalam air.


"Kita lanjutkan pembicaraan tadi." Boy duduk memeluk pinggang Berlian.


"Paman jangan menggangu, mandi saja biar ganteng." Rinda tersenyum, duduk memeluk lengan Maxi.


"Paman kepalanya juga dibersihkan." Tari tersenyum, Reza mencium pipi Tari karena gemes melihat kekasihnya yang sangat cantik dan baik.


Reza duduk merangkul Tari meminta diam, membiarkan Paman mengurus dirinya sendiri. Kaira dan Miko juga duduk diam.


"Jadi kak Miko dan Kaira yang akan menikah lebih dulu?" Boy menatap Kaira.


"Kak Boy tidak masalah Kaira langkah?" Kai tersenyum menatap Boy.


"Bukannya seharusnya yang kalian pertanyakan aku? diantara kalian yang paling tua aku?" Maxi menatap Boy dan Miko.


"Mix, kita berdua seumuran, hanya beda bulan."


"Sudahlah Paman saja yang menikah?" Paman muncul dari dalam air.


"Paman jangan ikut campur." Lian menatap tajam.


"Paman yang paling tua?"


"Paman bukan hanya tua, sudah terlalu tua." Reza mengerutkan keningnya.


"Kalian harus mencarikan Paman jodoh."


Boy langsung teriak kuat, berbaring menatap matahari yang mulai sore. Maxi dan Rinda tertawa konyol langsung menatap tajam.


"Boy Berlian, Reza Mentari, Maxi Rinda, Miko Kaira, Paman dengan siapa?" Paman Ahlan tersenyum.


"Tipe Paman seperti apa?" Reza tersenyum langsung tertawa.


"Secantik Berlian, selucu Rinda, sebaik Tari, anggun seperti Kaira."


"Tipe yang sempurna?" Boy bertepuk tangan langsung berdiri menepuk jidat.


Berlian,tari, Rinda, Kaira tersenyum menyentuh wajah mereka. Paman Ahlan juga tersenyum membayangkan wanita cantik.


"Paman cantik itu bisa berubah karena menua, jangan pandang cantiknya Lian dia punya Boy, wanita paling lucu di dunia ini hanya Rinda, perempuan polos dan baik hanya Mentari, sedangkan Kaira Dokter cantik dan anggun tidak ada duanya." Maxi tersenyum.


"Kak Max." Rinda, Kai, Lian dan Tari tertawa mendapatkan pujian pertama Max.


Boy datang membawa seorang wanita, Lian, Tari, Rinda dan Kaira langsung berdiri memeluk pengasuh mereka.


Saat Kai lahir, Rinda lahir Aunty Aisya yang menjaganya, saat Lian dan Tari baru tiba, Aunty Aisya juga yang menjaganya.


"Aunty, kangen." Pelukan hangat Rinda, Kai dan Lian, Tari langsung disambut.


Reza, Miko dan Maxi langsung berdiri menundukkan kepalanya memberi hormat.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA

__ADS_1


JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA BIAR AUTOR SEMANGAT UP


***


__ADS_2