BIANKA DAN MAFIA KEJAM

BIANKA DAN MAFIA KEJAM
S2 BERPISAH


__ADS_3

Sepanjang perjalanan memasuki gedung Boy melihat lilin yang menyala, Lian menggenggam tangan Boy.


"Kamu takut?"


"Tidak, hanya saja aku sedang memikirkan pantaskah aku menjadi seorang ibu?" Lian berhenti karena Boy juga berhenti.


Boy mendekatinya Lian, membalik tubuhnya menghadap Boy, menakup wajahnya sambil tersenyum lucu.


"Lian kamu ingin mencobanya."


"Tenyata Boy Chrispeter otaknya kotor." Lian berbisik membuat Boy tertawa lucu.


Mereka melanjutkan untuk masuk ke dalam, di dalam sebuah bangunan yang cukup luas, panjang, sudah terisi penuh oleh banyak orang.


Boy menarik tangan Lian untuk maju ke depan sekali, wajah Boy sangat terkejut melihat wanita di depannya.


"Noni, tenyata kamu memang di sini?" mata Boy menatap tajam.


Noni yang melihat kehadiran Boy terkejut, langsung menatap dengan tatapan memohon. Lian memeluk lengan Boy, memintanya untuk fokus, jangan tergantung dengan masa lalu.


"Boy, ingat saja masa dia menyakiti kamu."


"Aku ingin sekali menelannya, beraninya dia menatap meminta pertolongan, sedangkan dia mencuri kunci berhargaku." Boy menghela nafasnya.


Acara dimulai, dugaan Boy benar memang acara pernikahan, anehnya harus dilakukan tengah malam seperti memanggil hantu.


Lian menatap tajam calon pengantin pria, mata Lian tidak berkedip membuat Boy kesal.


"Jaga mata kamu Lian."


"Perhatikan pengantin pria, dia aneh sekali." Lian melihat makhluk menyeramkan.


Boy dan Berlian saling tatap, mendengar ucapan Maxi jika pria yang akan menikah dengan Noni seorang kanibal, dia melihat di hutan dalam bangunan kosong, dia sedang dalam pengaruh obat sehingga tidak mengamuk. Ada dua kanibal di hutan, laki-laki dan perempuan.


Rinda dan Maxi setelah melihat sekilas acara langsung melangkah pergi, Reza yang mendengar pembicaraan melalui alat yang dia berikan tersenyum.


Reza kasihan melihat Noni bukan malam pertama, tapi menjadi santapan kanibal. Boy juga menahan tawa mendengar ucapan Reza, menawarkan Reza satu kanibal lagi jika berminat mencoba rasanya malam pertama dengan kanibal.


Kaira bedehem barulah Boy dan Reza berhenti berbisik hal kotor, semuanya mendengar percakapan kotor keduanya.


Reza juga pergi dari acara pernikahan, Miko Kai juga pergi, hanya tersisa Boy dan Lian mengikuti acara.

__ADS_1


Acara sudah berlangsung, semua orang menutup mata berdoa, pernikahan dua orang yang suci akan berlangsung.


Tubuh Berlian gemetaran, memeluk lengan Boy pria kanibal menatapnya tajam, tatapan penuh nafsu juga ketagihan.


Prosesi doa cukup lama, Noni teriak kuat meminta tolong, tapi dari sekian ratus orang tidak ada satunya yang melihat ke arahnya, tidak ada yang perduli, fokus dengan doa.


Boy mengambil ponselnya dan kacamata langsung melihat ke arah Noni yang ketakutan, pundaknya digigit oleh suaminya, tapi mata suaminya melihat ke arah lain.


Noni teriak akan mengatakan letak kunci yang dia ambil, Boy langsung menatap tajam, membuka ponselnya langsung mematikan lampu, keadaan sekitar gelap hanya di luar gedung yang penuh lilin.


Boy langsung melangkah naik ke atas, meninggalkan Berlian seorang diri dalam kegelapan, tangan Noni langsung ditarik menjauhi tempat pernikahan.


"Wanita sialan di mana kunci?" Boy mencengkram kuat lengan Noni.


"Boy selamatkan aku terlebih dahulu, tempat ini sudah tidak waras." Noni memohon sampai berlutut.


"Aku tidak pernah mengingkari janji, setelah kamu memberikan kunci, aku pastikan kamu selamat."


Noni langsung berdiri, menggores pahanya, mengeluarkan sebuah kunci kecil. Noni diculik, dipaksa untuk menikah karena kunci.


Pemimpin pulau menginginkan kunci, Noni tidak bisa mempercayai mereka, karena akhirnya pasti dia akan dibunuh.


Boy mengikat paha Noni menghentikan darah yang mengalir, wanita gila hanya demi melindungi kunci, membedah pahanya lalu menjahitnya.


"Kejahatan, mereka berlindung dibalik kepercayaan banyak orang. Cepat pergi dari sini, semua penghuni di sini gila, mereka semua sakit jiwa."


"Siapa pemimpin tempat ini?"


"Seorang wanita, tapi tidak ada yang mengenali wajahnya."


Boy langsung membawa Noni keluar dari gedung, berjalan ke pinggir pantai. Meminta Noni bersembunyi di kapal, saat pagi para pengunjung akan kembali.


"Aku hanya menyelamatkan kamu sampai di sini, aku harap kamu menggila di sini sebagai bayaran berani bermain denganku." Boy langsung melangkah pergi untuk kembali ke gedung.


Dari kejauhan Boy melihat orang mulai melangkah keluar, membawa lilin untuk kembali ke tempat masing-masing.


Sampai gedung kosong, Boy tidak melihat Berlian keluar, langsung berlari masuk. Alat pendengaran Lian tertinggal, pasti sesuatu yang buruk sudah terjadi, Boy cepat bersembunyi, membiarkan pintu di tutup.


"Lian di mana kamu?" Boy mengumpat menyalahkan dirinya yang melupakan Lian.


Boy memasang alat pendengarannya, menghubungi yang lain dia kehilangan Lian, akan mulai bergerak sendiri untuk menemukan Berlian, meminta semuanya berhati-hati.

__ADS_1


Setelah gedung sepi, Boy langsung membuka sebuah pintu besar, berjalan menuruni tangga bawah tanah, terlihat noda darah.


Boy berusaha untuk tenang, berpikir positif jika Berlian pasti baik-baik saja.


***


Lampu mati, seseorang menyuntik Lian di lengan, tubuh Lian langsung diangkat, Lian berusaha untuk memanggil Boy, tapi tidak ada jawaban.


Tubuh Berlian tidak bisa bergerak, dia menyadari yang terjadi, tapi tidak bisa memberontak.


Saat ada cahaya Lian teriakan kaget, manusia kanibal yang selalu menatapnya sedang tersenyum menyeringai, mengangkat tubuhnya entah pergi ke mana.


"Boy tolong aku!" Lian berteriak, tapi suaranya tidak keluar lagi.


Lian memejamkan matanya, tidak ada yang bisa menyelamatkannya kecuali dirinya sendiri. Berusaha menghilangkan rasa takut, merasakan tempat keberadaan dengan mata tertutup.


Lian tahu dia sedang berada di sebuah lorong, banyak tangga, berarti ruangan bawah tanah, tercium juga bau busuk bangkai.


Berlian kebingungan cara melarikan diri, tubuhnya kehilangan tenaga, mati rasa tidak bergerak sama sekali.


Sebuah pintu terbuka, tubuh Lian diletakan di atas tempat tidur, aroma lilin juga sangat menyengat.


Mata Lian terbuka sedikit, melihat ruangan kecil, berdinding tanah, hanya ada satu tempat tidur yang terbuat dari tumpukan tanah ditutupi daun kering.


Tubuh Lian merinding saat manusia kanibal membuka bajunya, bagian punggungnya terlihat banyak sekali luka bakar, tusukan, penuh goresan sebuah lambang.


Lian sadar sesuatu hal buruk akan terjadi padanya, Lian tidak punya kesempatan untuk melarikan diri, bahkan mengangkat kepalanya saja tidak mampu.


"Ayah, tolong Berlian. Jika Lian harus mati, jangan dengan cara ternodai. Ibu selamatkan Berlian dari makhluk mengerikan ini." Mata Lian terpejam merasakan ada yang menyentuh ujung kakinya.


"Boy, tolong aku. Sungguh menjijikan, selamatkan aku Tuan." Lian hanya bisa berbicara dalam hati.


Suara teriak Lian tidak terdengar, meminta hentikan, jangan menyentuh dirinya, tapi teriak permohonan Lian tidak terdengar.


Kaki Lian sudah dijilati, rasanya Berlian ingin mati saja, merasakan jijik dengan dirinya.


Lian hanya memejamkan matanya, mengingat momen bersama orang tuanya, sungguh sangat bahagia walaupun hanya singkat, Lian ingin menyusul kedua orang tuanya, tidak ada alasan dirinya untuk hidup.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA YA

__ADS_1


JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTOR SEMANGAT UP


***


__ADS_2