
Suara pertarungan terjadi, Bi menatap Boy kecil yang sedang bertarung dengan Rindu. Raffa juga ikut berdiri bersama Bianka menatap keduanya, Raffa sudah menceritakan rencananya untuk menikah dengan Rindu tapi sikap gengsi Rindu terlalu tinggi.
"Raffa, jika kamu memilih untuk menikah, maka kamu bersiap meninggalkan kebiasaan lama kamu. Salah satunya terlalu baik dengan banyak orang terutama wanita."
"Iya kak, mulai sekarang Raffa akan tegas dalam banyak hal, terutama menjaga perasaan Rindu."
Bi tersenyum, Rindu juga sudah lama menanti hari di mana dia akan menikah dengan Raffa, tapi takdir bersatunya mereka cukup lambat, sampai harus di dahului oleh Reva dan Kei.
Persiapan acara pernikahan Rindu dipersiapkan oleh Nayla, Raka juga langsung turun tangan mengurus Pernikahan kakaknya. Tanpa sepengetahuan Rindu, persiapan sudah 90% selama itu juga Rindu dan Raffa tidak bertemu.
Rindu merasakan kesepian karena tidak ada lagi girls yang dulu selalu pergi bersama, Bianka yang sibuk mengurus Boy yang kebangetan nakalnya, Keisya sibuk mengurus bayinya, Reva juga tidak bisa pergi ke manapun karena sedang hamil.
"Hidup Rindu penuh dengan kesepian,"
"Makanya cepat menikah, jadi bisa punya teman hidup." Raffa tersenyum duduk di samping Rindu.
"Pergi!" Rindu membuang pandangannya, Raffa semakin duduk mendekat.
"Rindu, bisa kita mulai dari awal berhenti membahas masalalu. Aku salah, dan aku minta maaf karena tidak menyadari kesalahan yang fatal aku lakukan."
Raffa menghela nafas, Rindu sangat sulit untuk dirayu. Keras kepala dan gengsinya sangatlah tinggi, ucapan dan isi hatinya saling berlawanan dan menyesalnya di akhir.
"Ayo bertarung, jika aku menang kamu harus menuruti keinginan aku, tapi jika aku kalah kamu bebas melakukan apapun."
"Yakin," Rindu tersenyum, Raffa paling tidak suka berkelahi.
Tanpa berpikir dua kali, Rindu langsung setuju. Dial melupakan jika Raffa juga memiliki kemampuan beladiri yang cukup tinggi, tapi karena jarang bertarung makanya Rindu tidak mengingatnya.
Keduanya bersiap, penonton yang berjalan dengan mengendap-endap sambil membawa es cream dan lollipop lebih mirip pencuri. Boy melangkah duduk di dekat semak sambil melihat Aunty dan Uncle bertarung.
Sampai es krim habis, lollipop keluar masuk mulut Boy, matanya tidak berkedip melihat pertarungan sengit keduanya. Tidak ada yang mengalahkan Rindu meluapkan kemarahannya untuk Raffa tapi berbeda dengan Raffa yang sengaja mencari korban pukulan Rindu.
Raffa banyak mengundur waktu, sampai senyuman Rindu terlihat. Barulah Raffa maju dan melumpuhkan semua gerakan Rindu, kini Rindu terkunci oleh Raffa, menahan malu berada di bawah tubuh Raffa.
"Kamu kalah Rindu." Raffa langsung menarik tubuh Rindu untuk berdiri.
"Aiishh, ya sudah apa mau kamu."
"Pertama...." Raffa mendaratkan ciuman di bibir Rindu, mata Rindu berkedip tidak percaya, melihat bibirnya yang belum tersentuh, dengan mudah diambil Raffa.
__ADS_1
"Pertama, berarti ada yang kedua dan ketiga." Rindu melotot marah.
Tanpa keduanya sadari Boy termangu melihat Uncle mencium Aunty, mata Boy berkedip dan melihat lollipop yang sudah habis.
"Tium, seperti Bu Bu dan ya yah. Aunty Uncle sudah ikah." Boy langsung berjalan masuk, mencari Bundanya menaiki tangga. Beberapa maid binggung melihat Boy yang bisa jalan pelan, biasanya dia bisa lompat dan meluncur di tangga.
"Bu Bu!"
"Nah bocah datang, pasti minta nyen nyen." Bara melihat putranya naik ke atas ranjang, langsung duduk di tengah.
"Boy, mau apa?" Bara mengusap bibir Boy yang lengket, sudah Bara duga pasti makan permen dan es krim.
"Ya yah, Aunty Uncle menikah."
"Iya, besok mereka akan menikah, Boy jangan nakal ya. Awas saja kamu masuk gaun lagi."
"Boy kapan menikah Bu Bu."
"Dua puluh tahun lagi," Bianka tersenyum.
Boy mengangkat tangan dan kedua kakinya, langsung melotot karena terlalu lama bagi Boy, dia baru saja akan masuk dua tahun.
Bara menatap Bianka, langsung melangkah keluar kamar mencari Rindu dan Raffa yang masih berada di taman.
"Rindu Raffa, kalian bisa tidak berciuman nanti saja."
"Kakak mengintip?" Raffa tersenyum, Rindu yang menunduk malu.
"Bukan aku tapi Boy! cepat cari alasan untuk menjelaskan sebelum Boy mencari tahu sendiri. Sudah di katakan, di depan Boy harus hati-hati apapun yang kalian lakukan, dia juga ikut melakukannya." Bianka menarik telinga Raffa, karena otak polos Boy sangat cepat ternodai.
"Bukan salah Raffa, Boy yang kurang perkejaan melihat adegan dewasa."
Di dalam Boy sudah lompat-lompat mengatakan kepada semua orang akan menikah 20tahun lagi, Rindu hanya tertawa melihat bocah nakal yang sedang bahagia. Rindu meminta Boy duduk disisinya, memangku Boy nyegir.
Rindu bicara pelan, menjelaskan sejujurnya kepada Boy soal yang dilihat. Membedakan statusnya sebagai seorang anak kecil. Boy hanya tersenyum mengelus wajah Rindu.
"Boy tahu Aunty, ya yah sudah mengajari Boy. Tapi Boy ingin menikah 20tahun lagi."
"Baiklah, Aunty percaya Boy anak yang cerdas, bisa membedakan yang baik dan buruk. Bisa menjaga nama baik keluarga Chrispeter dan Arnold sebagai putra utama, Boy harus menjadi contoh yang baik untuk penerus selanjutnya."
__ADS_1
"Boy uga harus jaga Kaira Chrispeter ya Aunty, nanti juga ada Dede balu lahil dari peyut aunty Reva."
"Betul sekali, walaupun mereka memiliki pengawal, sebagai kakak Boy harus menjaga dengan ketat."
"Siap Aunty tapi nama Dede Aunty siapa?"
"Boy maunya Siapa?"
"Randu Chrispeter."
Rindu tersenyum, memeluk Boy yang sangat mengemaskan. Boy tidak ingin adik perempuan dari Rindu dia menginginkan adik laki-laki.
"Aunty Reva kemungkinan laki-laki,"
"Kata Nay Ani Dede nya cewek."
Rindu tertawa, Mami Riani sudah memberikan bocoran untuk Boy. Dia sangat menginginkan sepupu lelaki, saat melihat anak Keisya lahir yang bernama Kaira membuat bibir Boy manyun.
"Jika nanti anak Aunty cewek namanya Rinda," Rindu merindukan adiknya Rinda, nama yang akan terus hidup di dalam hati Rindu.
***
Permintaan kedua dari Raffa yang membuat Rindu kesal, harus menggunakan gaun pengantin pilihannya yang sudah dipersiapkan, dan harus pergi ke sebuah alamat yang hanya supir yang tahu untuk acara foto bersama.
"Dasar Raffa gila, aku malu masuk tempat asing ini lagian pakai baju model gini." Rindu menatap wajahnya yang menggunakan gaun pengantin dengan make up yang sudah Raffa siapkan, pengawal mempersilahkan Rindu masuk dan beberapa orang membantu Rindu untuk berjalan.
Pintu terbuka, Rindu berjalan di sambut seluruh keluarga, Raffa sudah menunggunya untuk mengucap janji suci. Rian juga sudah berdiri menyambut tangan Rindu, tidak ada yang bisa Rindu katakan dia berpikir ini mimpi sampai panggilan Papi menyadarkan Rindu.
"Rindu, Papi sangat menyayangi Rindu tapi Papi juga ingin Rindu hidup bahagia dengan lelaki pilihan kamu. Hiduplah normal seperti Bianka dan Bara, Keisya dan Riki, Reva dan Asep sekarang giliran Rindu juga harus kembali menjadi orang normal hidup berumah tangga."
"Ini mimpi ya Papi, nanti seperti di film pengantin aslinya datang, Rindu hanya tamu undangan di Pernikahan Raffa. Rindu tidak mau Papi." Tangisan Rindu langsung pecah, dia sangat takut Raffa menikah dengan wanita lain.
"Rindu sadar," Reva menepuk pundak Rindu.
***
JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA YA
SEKALIAN JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP
__ADS_1
***