BIANKA DAN MAFIA KEJAM

BIANKA DAN MAFIA KEJAM
S2 VIDEO


__ADS_3

Flashdisk langsung Tari pasang di laptop, mencari file yang mungkin penting untuk mereka.


"Hanya ada satu file."


"Buka saja Tari, tidak masalah jika film dewasa." Boy langsung tertawa mengambil minum.


"Kakek tidak mungkin memberikan kepada Tari, jika isinya film dewasa." Tari langsung memutar sebuah video.


Max yang sedang minum menutup mata Rinda yang melotot paling besar karena penasaran.


"Video apa ini?" Reza membalik laptop karena kamera kembali.


Miko langsung tertawa melihat tingkah Reza, saat video miring semuanya memiringkan kepala mengikuti video.


"Video sialan." Boy ingin membuang laptop, tapi wajah Paman Ahlan muncul.


Boy meletakan kembali, semuanya menatap ke arah laptop melihat Paman tersenyum melambaikan tangannya.


Tari langsung meneteskan air matanya, terlihat Paman sedang duduk manis menatap kamera langsung tersenyum.


Paman bercerita kisah hidupnya sebelum menjadi seorang pembunuh berdarah dingin. Paman seorang pemuda yang pekerja keras melakukan segala cara agar bisa mencukupi kehidupan.


Setelah bertahun-tahun Paman akhirnya mulai merintis usaha sendiri, menolong orang selalu melakukan kebaikan.


Paman jatuh cinta, berencana menikahi kekasihnya. Sebelum pernikahan ternyata kekasihnya selingkuh dengan bawahan Paman, sampai hamil.


Bukan hanya menipu Paman, tapi mengambil surat menyurat bisnis dan mengadaikan bisnisnya. Paman membenci kebaikan, membunuh temannya, lalu kekasihnya, para penagih hutang.


Paman di penjara terjadi perkelahian, Paman membunuh lima tahanan, juga puluhan polisi. Akhirnya Paman berhasil melarikan diri membuat komplotan pembunuh bayaran.


Chrispeter mengejar seluruh anggota pembunuh, berhasil menangkap juga membunuh banyak anggota.


Paman ditangkap bersama anggotanya yang tersisa, mereka semakin kuat saat ada di penjara, makan apapun menjadi binatang.


Hati yang sudah tertutup, ditambah lagi kebebasan yang direnggut membuat mati menjadi pilihan terbaik.


Seluruh rekan Paman mati hanya tersisa dirinya, Paman setiap hari menghitung anggota keluarga Chrispeter, sangat mengenal mereka.


Melihat si tampan Boy yang berlari kecil, Reza yang menembak dengan mainan, Rinda yang menggemaskan, Kaira yang baik hati.


"Paman berniat membunuh kalian saat kecil, tapi tidak punya keberanian karena kalian sangat lucu dan membuat hati bahagia." Paman mengusap air matanya menceritakan masa lalunya.


"Mentari yang baik hati, kamu harus menjadi wanita kuat, jangan sering menangis karena air mata kamu berharga sayang. Paman mengucapkan banyak terima kasih untuk nama, juga kebaikan kamu."


"Berlian, wanita cantik tapi kurang normal, kalung untuk mempercantik diri bukan senjata mematikan. Paman ucapkan terima kasih untuk buah apelnya." Paman mengunyah apel pemberian Lian.


"Miko, kamu memiliki hati yang kamu kubur dalam sampai tidak terlihat, kamu akan merasakan kebaikan diri kamu saat ada orang yang menyadari betapa berharganya kamu. Di mana ada Rindu Chrispeter, di sana dia pasti membanggakan kamu, jangan kecewakan dia. Paman tidak ingin menasehati kamu, karena Rindu pasti sudah mengajarkan kebaikan dalam diri kamu. Jaga putrinya Rinda dengan nyawa kamu, juga perjuangan cinta kamu. Keluarga Chrispeter keluarga baik, kamu beruntung mendapatkan cintanya." Paman mengusap air matanya.


"Maxi pengawal gila dan sombong, kamu tidak mudah dikalahkan, kamu juga tidak mudah terpengaruh. Chrispeter tidak salah pilih pemimpin pengawal sehebat kamu. Menceritakan tentang kamu tidak akan ada habisnya, jaga apa yang harus kamu jaga Max."


"Teruntuk empat cucu Chrispeter yang sangat lucu, sekarang kalian sudah besar kuat, hebat, juga memiliki jiwa pemimpin dan saling toleransi. Tidak ada yang bisa Paman katakan untuk kalian, tapi Paman minta kepada Reza tolong jaga si kecil Paman Tari, dia sangat cengeng jadi jangan kamu sakiti."


Paman meneteskan air matanya, mengatakan jika hidupnya tidak akan lama lagi. Dia merasa sudah waktunya dia pergi karena teman, rekan, timnya sudah tidak ada yang tersisa lagi.

__ADS_1


"Boy, kamu harus menjaga keluarga besar, menjadi lelaki hebat seperti kakek nenek kamu, juga sehebat Ayah Bunda kamu. Jadilah pemimpin yang bisa meneruskan setiap generasi."


Paman melambaikan tangannya, kamera langsung berputar ke arah Roy, langsung mematikannya.


"Paman terlalu banyak bicara, jika sudah punya feeling ingin mati kenapa minta istri, padahal Boy sudah berniat mencarikan istri." Boy menghela nafas.


"Perkenalan singkat, tapi Paman tersimpan di hati kita." Reza tersenyum.


Suara Tari menangis terdengar, menutup wajahnya yang tidak bisa menahan kesedihannya.


"Jangan menangis terus Tari, kita juga jadinya sedih." Rinda langsung menangis memeluk Maxi.


Berlian langsung menendang Rinda, Tari langsung tertawa.


"Mentari yang bersedih Rinda, bukan kak Max."


"Rinda nyaman memeluk Om Max." Rinda memeluk lengan Maxi.


"Om." Max mengerutkan keningnya, langsung melangkah pergi.


Suara Boy tertawa terdengar besar, langsung melangkah pergi merangkul Berlian.


"Mentari jangan sedih lagi, jika kamu merasakan ada yang kamu inginkan temui kak Miko. Maafkan kak Miko yang menjadi penyebab Paman meninggal."


"Tidak kak Miko, Tari tidak menyalahkan siapapun. Apa yang terjadi ini yang terbaik, Tari sudah ikhlas hanya saja jika melihat wajah Paman, Tari merasakan sedih."


"Paman benar, hati kamu baik. Jangan menangis air mata kamu berharga, wanita kuat tapi cengeng." Miko mengusap kepala Tari.


Reza menatap Tari yang menyimpan video Paman, Reza mencium kening Tari.


"Kenapa cium-cium, Tari masih marah." Mentari langsung melangkah pergi meninggalkan Reza.


"AW." Reza memegang perutnya.


"Kenapa?" Tari langsung menyentuh perut Reza.


Reza langsung menggendong Tari, membawanya kembali.


"Dasar cengeng, ambekkan. Katanya mau menikah, tapi tidak ada buktinya."


"Kamu yang harus membuktikan." Tari memonyongkan bibirnya.


"Cium dulu." Reza tersenyum.


Tari mencium pipi Reza yang bejalan sambil menggendongnya.


"I LOVE YOU Mentariku."


***


Makan malam sudah selesai, suasana hening menatap Haikal yang ingin bicara.


"Kami menyetujui kalian menikah, ada yang memiliki mimpi pesta pernikahan mewah?"

__ADS_1


"Rinda terserah saja kakek, paling penting bukan pestanya."


"Baiklah, pendapat Rinda menjadi kunci jika pernikahan kalian khusus keluarga inti."


"Kalian, maksudnya kek?" Boy mengerutkan keningnya.


"Boy dan Berlian yang akan menikah pertama kali?" Haikal menatap Boy yang langsung berdiri kaget teriak kuat.


"Yes akhirnya, Dewi keberuntungan memihak."


"Kenapa kak Boy kek?" Rinda mengerutkan keningnya.


"Ini keputusan seluruh keluarga Rinda."


"Pasti setelah kak Boy kak Kai, terus kak Reza pada akhirnya Rinda terakhir. Kakek tidak kasihan kak Max semakin tua."


Haikal langsung tertawa melihat cucunya yang sangat cerewet, orang belum selesai bicara sudah mengomel.


"Kaira dan Miko akan menikah setelah Boy, dilanjutkan oleh Reza dan Mentari, baru Rinda dan Maxi. Ada yang ingin bertanya?"


"Sudah bubar, sebaiknya tidur. Besok Rinda ingin pulang ke Mansion, mau kerja cari uang." Rinda langsung berdiri cemberut.


"Kita menikah giliran dalam satu hari, atau jangka waktu panjang." Maxi menahan tangan Rinda untuk duduk.


"Kamu inginnya bagaimana Max? jika kalian ingin berikan jarak waktu satu tahun."


Kaira dan Reza langsung berdiri, Rinda langsung meletakkan kepalanya di meja tidak punya semangat lagi.


"Reza tidak setuju kek, berarti Reza harus menunggu dua tahun."


"Kaira juga tidak setuju."


"Apalagi Rinda." Rinda memukul meja langsung menangis.


Boy menahan tawa, menatap lucu wajah tiga pasangan yang sedang memelas.


"Kakek." Kai menatap Akbar.


"Kita akan mengadakan pesta besar-besaran, tapi saat janji pernikahan hanya keluarga inti demi keamanan. Boy Lian pagi, Kaira dan Miko siang sesudah makan siang, Reza dan Tari sore sebelum matahari terbenam, sedangkan Rinda malam, keesokan harinya pesta." Akbar tersenyum melihat Rinda dan Kaira lompat kesenangan langsung memeluk Akbar.


"Tidak masalah nikah malam, masih bisa malam pertama." Rinda tersenyum.


"Tidak ada malam pertama Rinda, besoknya pesta!" Rindu teriak kuat.


"Hanya bercanda Mami, marah terus." Rinda langsung memeluk Raffa dari belakang mengejek Maminya.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA


JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA BIAR AUTOR SEMANGAT UP


***

__ADS_1


__ADS_2