BIANKA DAN MAFIA KEJAM

BIANKA DAN MAFIA KEJAM
MANUSIA KEJI


__ADS_3

Suasana mencengkram di sebuah bangunan bawah tanah, Rinda didorong kuat dibawah kaki seorang pria paruh baya. Matanya menatap Rinda sambil tertawa menggelegar, Rinda hanya diam dengan santai tidak menanggapi senyuman pria yang di mata Rinda terlihat bodoh.


"Kamu Putri Rian Chrispeter, seorang peneliti yang sangat terkenal kekejamannya. Tapi putrinya terlihat lembah lembut." Boby menatap mata Rinda yang sangat tenang.


"Mata yang indah, tapi sayang kamu tidak akan hidup lama jika kamu tidak mengatakan kunci untuk membuka penjara Chrispeter."


Rinda hanya diam, jangankan mengetahui kode lokasi saja Rinda tidak tahu. Hanya Bianka dan Reva yang pernah datang di sana sedangkan yang lainnya hanya mendengar cerita saja.


Karena tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari Reva membuat Boby marah, menampar kuat Reva. Nayla juga dilempar kehadapan Boby. Rinda sangat kaget melihat keadaan Nayla yang terluka parah, ingin sekali Rinda membunuh pria haus darah yang sudah memotong jari salah satu anak buahnya.


"Bawakan aku ginjal gadis ini, aku ingin memakannya pasti sangat lezat." Boby menatap Nayla yang hanya diam saja tidak menunjukkan ketakutan.


Setelah kepergian Boby, Rinda dilempar dalam jeruji besi. Tangisan Rinda pecah melihat beberapa dokter mendekati Nayla, tanpa obat bius dan tempat yang aman mereka membedah tubuh Nayla dan mengambil salah satu ginjalnya.


Arrrrrgggghhhhh arrrrrgggghhhhh... teriakan dan tangisan Rinda histeris, darah mengalir dari tubuh Nayla. Dokter mengobati tubuh Nay dan meletakkannya begitu saja tanpa memberikan obat dan infus untuk Nayla bertahan.


"Nayla! Nay..., Bertahanlah!"


Nayla sudah menutup matanya, Rinda ingin sekali menyentuh tangan Nayla yang terbaring tidak berdaya dalam genangan darahnya. Betapa kejamnya Keturunan Kamil tega menyakiti seorang gadis yang tidak mengerti kekerasan, mengeluarkan organ tubuhnya dengan tragis.


***


Papa Rian menghancurkan seluruh komplotan Kamil yang memasuki Lab dan markas tanpa menyisakan satupun. Daddy Roy juga menghancurkan kekuatan Kamil yang memasuki kota yang sudah lama tenang. Seluruh musuh mundur menjauh karena hanya masih hitungan orang yang selamat sisanya kehilangan nyawa mereka. Para putra Chrispeter yang terlihat tenang juga menjadi mengerikan jika sudah menyangkut keluarganya.


Haikal mendekati markas penjara yang tidak mudah dimasuki oleh sembarang orang. Tempat yang paling berbahaya karena di dalamnya para manusia yang tidak mempunyai hati, mereka segerombolan kanibal yang memakan apapun yang mereka temukan.


"Kalian ingin selamat? ikuti perintah yang aku berikan." Haikal membuat kesempatan dengan beberapa orang yang tidak mempan jika dihukum, dia seorang psikopat gila yang terlihat normal.


"Apa jaminannya Haikal?"


"Aku berikan sebuah pulau sehingga kamu bisa melakukan apapun yang kamu inginkan, tapi jangan pernah mendekati negara ini."

__ADS_1


"Pulau kematian milik Reva Chrispeter, atau pulau kehidupan milik Bianka Chrispeter."


"Kamu bisa memiliki pulau kehidupan!"


"Kenapa kamu tidak menawarkan pulau kematian?"


Haikal melangkah pergi, membuat perjanjian yang merugikan tidak akan pernah ada dalam kamus Haikal. Karena kerasnya sosok Haikal beberapa penjahat setuju menghilangkan nama Kamil dari dunia ini. Bukan hanya menyingkirkan Boby tapi pengikutnya.


Mendapatkan serangan bertubi-tubi membuat Boby marah besar, bisnisnya hancur beberapa pengikutnya banyak yang melarikan diri. Boby memasang bom untuk menghancurkan pulau, kedatangan Bara mafia kejam juga sudah diketahui. Pertahanan di pantai sudah dihancurkan Bara, beberapa penembak jitu juga sudah banyak terbunuh.


"Sialan! aku salah meremehkan Bara juga penerus Chrispeter." Boby melihat layar yang sudah terputus karena diserang Bara.


Wajah Bara muncul membuat Boby terkejut, Bara menembak orang kepercayaan Boby tanpa ampun.


"Serahkan kedua adikku! jika dalam hitungan menit kamu tidak menjawab, maka tidak ada satupun yang bisa selamat."


Layar langsung mati, Boby cepat mengambil senjatanya menatap Nayla yang belum sadar. Rinda juga sudah duduk terdiam, Boby terlihat linglung ingin membunuh yang mana. Jika Rinda mati bukannya hanya jatuh miskin tapi akan langsung mati ditangan psikopat gila Rian, membunuh Nayla yang sudah sekarat yang tidak mungkin bisa diselamatkan lagi akan memancing amarah Bara yang juga pasti membunuhnya.


***


"Siapa pemimpin Boby? di mana dia sekarang?"


"kamu tidak mengerti maksud pertanyaan anda?"


Doorrr Bara langsung menembak, sosok Bara yang kejam telah kembali. Bara membenci permainan sembunyi-sembunyi seperti seorang pengecut.


"Kak Bara, sebaiknya kita mencari Boby."


"bukan Boby musuh terkuat kita Rindu, tapi Putri Kamil yang tersembunyi keberadaannya. Kemungkinan dia sekarang berada di dekat kita, bergabung bersama kita."


"Siapa?" semuanya saling pandang.

__ADS_1


Satu-persatu semuanya mulai berjatuhan, pertarungan terjadi. Para bayangan yang sama saling bertarung, semua dugaan Bara benar soal pemimpin sesungguhnya bukan Boby Kamil tapi seorang wanita gila yang sangat terobsesi dengan melihat Bianka dan girls terluka.


"Tuan Bara saya bergerak sekarang!" Asep meminta izin untuk melakukan penyerangan, Reva cepat ingin mengikutinya tapi ditahan oleh Bara.


"Asep bisa terbunuh jika bertarung sendiri!" Reva berteriak menatap Bara yang mengerikan.


"Sudah menjadi pilihan mati dalam pertarungan."


Kristan juga sudah bergerak maju, Bara memberikan perintah kepada Kei pergi bersama Kristan menemukan Nayla dan Rinda yang kemungkinan besar terluka.


Bara melangkah diikuti Reva dan Rindu melewati puluhan orang yang saling membunuh, Rindu merasa heran tidak bisa membedakan yang mana pasukan Bara dan pasukan musuh, mereka sama tertutup dengan baju Ninja.


Setelah menjauh, Reva merasa mual karena bau darah yang sangat amis. Tempat yang sunyi juga seperti tidak punya kehidupan, Rindu juga merasakan keanehan. Sekuat apa wanita gila yang Bara sebutkan.


"Reva! jangan bergerak, Rindu juga. Kalian berada di bawah ranjang."


"ranjau benda apa itu, tidak mungkin peledak." Rindu menatap Bara dan Reva dengan wajah binggung.


"Keluarlah!" Bara berteriak, beberapa orang berbadan besar muncul, Reva ingin muntah melihat mereka yang berlumuran darah.


"Aku menginginkan gadis cantik ini, akan aku koyak menjadi makanan lezat."


"Berani kamu! aku yang akan mengoyak kamu, membuat kamu menjadi adonan empek-empek kapak selam." Rindu meludah karena merasa jijik.


Reva sudah menutup mulutnya, ingin sekali dia tertawa tapi melihat wajah Bara terlalu mengerikan, tidak ada senyum sama sekali.


"Mereka tidak bisa dibunuh dengan senjata, gunakan kecerdasan kalian untuk membuat mereka yang berdiri diposisi kalian."


"Bodoh banget kamu Bara! kasih usulan bisik-bisik jangan seperti sedang melakukan penyiaran yang bisa mereka dengar." Rindu menatap Bara kesal, orang berbadan besar sudah tertawa.


Melihat mereka lengah, Bara langsung menendang memberikan pukulan kuat melemparkan kearah Rindu dan Reva yang sudah dengan posisi menggunakan gerakan berputar berada ditubuh mereka mengantikan posisi keduanya, Reva Rindu langsung berlari mengejar Bara, suara ledakan kuat terdengar.

__ADS_1


"Asli moments yang tidak akan pernah terlupakan! Bara memang kejam mengorbankan nyawa kita." Reva menggelengkan kepalanya.


***


__ADS_2