BIANKA DAN MAFIA KEJAM

BIANKA DAN MAFIA KEJAM
URUTAN KELUARGA


__ADS_3

Bara tersenyum berhadapan dengan Robin yang memang terlihat sangat tenang, keduanya hanya diam saja, Robin menatap Bara yang memainkan gelas menggenggamnya sampai pecah.


"Jangan sentuh putra putri kami, jika kamu masih ingin hidup."


"Jadi kamu mafia kejam yang sangat terkenal tapi kamu lebih mirip pria bodoh, berdiri di antara nama Chrispeter." Robin tertawa, memutar kursinya Bara melempar beberapa belati, Robin terdiam saat seluruh penjaganya tumbang.


"Aku jarang menunjukkan kekejaman, tapi jika kalian ingin melihat, bahkan aku bisa mengeluarkan ginjal hanya dengan satu tangan."


"Kamu psikopat Bara?"


"Ya, jika kalian mengusik hidupku, apalagi keluargaku maka kalian siap mati di tanganku."


"Aku tidak akan menganggu Nakhusya, aku siap meninggalkan negara ini." Robin menundukkan kepalanya, puluhan orang sudah mandi darah, di luar juga semuanya sudah tergeletak.


"Hancurkan keluarga Natasya sampai rata, aku kasih waktu tiga puluh menit di mulai dari sekarang. Jika gagal kalian akan aku kubur dalam satu lobang."


Robin langsung melangkah keluar, Bara tersenyum sambil menutup matanya. Maxi dan Miko masuk cukup kaget melihat banyaknya korban yang berjatuhan.


Selama bekerja dengan Bara mereka tidak pernah melihat Bara menyakiti, dia hanya sibuk bekerja di perusahaan dan bermanja-manja bersama anak dan istrinya. Kini Maxi percaya jika Bara memang Mafia kejam.


"Tuan saatnya kita kembali, paman Ahlan dan Ahlam yang akan mengawasi Robin."


Bara langsung bangkit, melihat Asep yang di kelilingi banyak tubuh yang sudah tumbang. Keduanya sudah lama berlibur dari mematahkan leher, terlalu sibuk mengurus anak dan istri sampai lupa jika mereka orang yang kejam.


"Ayo kita kembali Sep, sebelum istri mengamuk karena kita pulang telat."


"Bara, mungkin tidak jika aku bisa mendapatkan izin untuk pergi ke negara lain bersama anak dan istriku?"


"Kamu ingin pergi ke mana?"


"Tempat yang tenang, aku ingin Reza hidup normal tidak seperti diriku."


"Terserah kamu Sep, tapi ingat jangan lupa siapa Reza, jangan biarkan dia tidak memiliki modal. Sejak dia lahir bakat alami sudah muncul, aku yakin kamu jauh lebih tahu perkembangan putramu."


Asep menggagukan kepalanya, melangkah pergi bersama Bara untuk kembali.

__ADS_1


***


Masalah Robin berhasil di hentikan, Natasya di makamkan secara layak atas keinginan Nakhusya. Naku juga menerima kenyataan jika dirinya hanya seorang diri, menerima kepergian Nata dengan ikhlas.


Kiara merangkul Naku yang masih ragu untuk menginjakkan kakinya di mansion Chrispeter, tempat yang setiap wanita impikan tapi menakutkan bagi Naku, karena dirinya hanya wanita biasa yang tidak punya kekuasaan dan kemewahan seperti keluarga Chrispeter.


"Ayo masuk sayang." Kiara mengajak Naku masuk ke dalam perkumpulan keluarga Chrispeter.


Semua orang sudah menunggu kedatangan Nakhusya dalam keluarga Chrispeter, Raffi tersenyum melihat Naku memberi salam kepada seluruh keluarga.


"Perkenalan diri Aunty, Rinda lupa nama Aunty."


"Boleh Uncle yang memperkenalkan keluarga kita kepada Aunty? atau Rinda yang ingin memimpin?" Raffi menatap keponakan kecilnya yang paling mengemaskan.


"Biar Rinda saja, boleh minta kursi yang tinggi, Rinda tidak ingin terlihat kecil."


"Baiklah my Queen." Raffi memberikan perintah.


"Princess Uncle."


"Baiklah my princess."


"Aunty, dengarkan Rinda karena Rinda tidak akan mengulang dua kali, Pa Akbar dan Ma Kiara orangtua dari Mama Keisya suaminya Riki juga orangtua dari Raffi Chrispeter nenek kakeknya Kaira." Rinda berhenti bicara langsung turun ke tempat kursinya semula.


"Rinda belum selesai sayang?" Rindu menatap putrinya yang sudah monyong.


"Rinda mau tutu."


"Astaga, iya tunggu sebentar ya kita ambil tutu." Rindu langsung melangkah mencari susu botol Rinda.


"Kai yang akan melanjutkan, agar tidak membuang-buang waktu. Putra kedua Chrispeter Da Roy istrinya Mo Dara orangtua dari Riki istrinya Keisya dan putri keduanya Reva suaminya Asep Arvin, cucu mereka Kaira Chrispeter dan Reza Chrispeter Arvin." Kaira menatap Reza yang masih asik makan, menatapnya untuk melanjutkan.


"Emmhhh, Reza lanjutkan tapi rada lupa." Reza nyegir karena terlalu asik makan.


"Putra ketiga Pi Rian dan Mi Riani, putranya Papi Raka Chrispeter istrinya Nayla Arnold, putrinya Rindu suaminya Raffa Chrispeter, cucunya Rinda Chrispeter." Reza diam menatap Boy yang sudah siap-siap sambil tersenyum.

__ADS_1


"Putra terakhir, Ay Haikal dan Bu Bunga, putranya Papa Raffa dan istrinya Mama Keisya, putrinya Bianka Chrispeter suaminya Bara Arnold, sedangkan cucu mereka Boy Chrispeter Arnold dan Kaira Chrispeter."


Nakhusya menatap Raffi, coba menatap urutan keluarga. Naku tersenyum melihat semuanya menatapnya.


"Rinda datang, biar Rinda jelaskan lagi ya Aunty." Rinda naik lagi ke atas kursi tinggi, masih mengelap mulutnya yang masih penuh susu.


"Generasi pertama para kakek dan kakek, generasi kedua Akbar, Roy, Rian dan Haikal istri mereka Kiara, Dara, Riani dan Bunga."


"Bagus sekali kamu menyebut nama Rinda." Raffa menatap putrinya yang sudah nyegir mengaruk kepalanya.


"Putra dan putri generasi kedua, mereka penerus keturunan dan menjadi generasi ketiga. Putri utama Bianka Chrispeter adiknya Raffa Chrispeter, putra utama Riki Chrispeter, adiknya Reva Chrispeter, selanjutnya Rindu Chrispeter, Rinda dan Raka Chrispeter, yang terakhir Keisya dan Raffi Chrispeter."


"Generasi keempat, Boy, Kaira, Reza dan Rinda." Naku menatap para bocah.


"Salah, generasi keempat hanya Rinda dan Kaira karena Boy penerus keluarga Arnold, Reza penerus keluarga Arvin." Rinda nyolot membuat banyak orang tertawa.


"Naku, kurang lebihnya inilah keluarga kami, selamat datang di dalam keluarga Chrispeter." Haikal menatap Naku yang menundukkan kepalanya memberi hormat.


Haikal juga memperjelas asal usul keluarga, menceritakan kerasnya perjalanan setiap generasi, tugas para penerus bukan mempertahankan kekuasaan, kekayaan tapi menjaga keharmonisan keluarga. Sejak hancur dan rusaknya hubungan keluarga membuat semuanya terpisah, tapi berhasil di satukan kembali, dan persatuan ini yang wajib Chrispeter jaga, jangan sampai terpecah kembali.


"Tugas ini harus di jaga dengan baik oleh kamu Boy, dan kamu juga Reza. Kalian harus menjaga dua nama baik keluarga, sebagai putra utama Boy memikul beban berat terutama menjaga adik-adik kamu." Haikal menatap dua putranya yang menyimak serius.


"Papa sudah menerima kabar jika kalian ingin memisah, menenangkan pikiran untuk pergi ke negara lain. Sejujurnya kami semua tidak melarang tapi ingat kalian harus tahu tempat kembali." Akbar menatap Asep, Bara, Raka, Riki, Raffi dan Raffa.


"Kalian juga harus ingat, kami mulai menua dan perlahan akan meninggalkan dunia, kalian harus akur dan tetap kompak seperti sekarang." Riani menatap putra Putri dan cucunya.


"Kalian boleh pergi setelah pernikahan Raffi, tapi ingat setiap panggilan kumpul kalian wajib kembali." Haikal menegaskan ucapannya.


Semuanya menggagukan kepalanya, mengigat waktu yang cepat berlalu, melihat para orangtua yang dulunya kuat sekarang usianya menua.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA YA


SEKALIAN JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP

__ADS_1


KALAU ADA YANG SALAH MAAFKAN Ya untuk urutan keluarga Chrispeter, pembaca dari season 1 pasti hafal.


***


__ADS_2