BIANKA DAN MAFIA KEJAM

BIANKA DAN MAFIA KEJAM
S2 HOTEL BERBUNGA


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Rinda berpikir, dia sangat yakin sudah didahului oleh Tari dan Kaira.


"Rinda, sedang memikirkan apa?" Maxi menghentikan mobil karena lampu merah.


"Memikirkan malam pertama, kak Max lihat tidak cara berjalan Tari dan kak Kai yang terlihat aneh?"


"Tidak ada yang aneh Rinda, mereka masih berjalan menggunakan kaki." Max tersenyum.


Rinda langsung memukuli lengan Max, dirinya sedang berbicara serius, tapi Max menanggapi dengan candaan.


"Sayang, untuk apa kamu tahu malam pertama orang. Pikirkan saja malam pertama kamu." Maxi menjalankan mobilnya ke arah yang berlawanan dari lokasi rumah sakit.


"Setidaknya Rinda harus tahu sakit tidaknya?"


"Jika ingin tahu dicoba Rinda."


Kepala Rinda melihat ke belakang, tujuan Maxi bukan ke rumah sakit. Kening Rinda berkerut menatap suami tampannya.


"Kita ingin ke mana kak Max? ingin menculik Rinda ya?"


"Menculik istri sendiri, tidak masalahkan?"


Rinda melipat kedua tangannya di dada, langsung meraba-raba dada Max yang membuat Maxi menahan tangan Rinda.


"Ada apa?"


"Kak Max tidak tergoda?"


Maxi menghela nafasnya, meminta Rinda duduk diam. Ada sesuatu yang ingin Maxi tunjukkan.


Rinda akhirnya duduk diam sambil membaca artikel soal suami-istri, kening Rinda berkerut melihat perceraian pasangan suami-istri yang suaminya berpaling.


"Penyebab suami selingkuh?" Rinda mengotak-atik ponselnya melihat banyaknya isi artikel.


"Tidak bahagia. Bodoh sudah tahu tidak bahagia lalu mengapa mereka menikah." Rinda mengomel sendiri.


"Tidak puas baik secara emosional dan seksual. Rinda menutup ponselnya melirik ke arah Maxi.


"Bosan, merasa tidak dibutuhkan, terlalu banyak menuntut." Rinda memikirkan isi artikel.


"Alasan saja, pasti alasan utamanya memang tidak setia, suka selingkuh. Benarkan kak Max?"


"Apa yang selingkuh?"


"Kak Max ada kemungkinan selingkuh tidak?"


"Entahlah, tergantung kamu." Maxi tertawa melihat wajah Rinda.


Rinda langsung mengirimkan pesan kepada Tari, mempertanyakan rasanya malam pertama. Tidak butuh waktu lama, Tari langsung memberikan jawaban, jika membuat anak kenikmatan tiada duanya.


Rinda langsung tersenyum melihat mobil masuk ke dalam hotel, akhirnya Rinda bisa berhubungan di kamar hotel tanpa adanya pengganggu.


"Keluar Rinda, kamu tunggu kak Max di kamar sebentar." Maxi memberikan kunci kamar.


Rinda langsung tersenyum melangkah masuk ke dalam hotel, menuju ke kamar yang Maxi katakan.


Pintu kamar terbuka, Rinda tersenyum melihat kamar yang penuh bunga mawar merah, berbentuk love di atas tempat tidur. Rinda lompat-lompat kesenangan karena mendapatkan kejutan malam pertama mereka.


Rinda melihat baju lingerie seksi, langsung mengambilnya menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuh dengan wewangian, setelah selesai mandi langsung menggunakan baju seksi.


"Kak Max lama sekali, Rinda sudah tidak sabar." Rinda tersenyum mirip orang gila.


Pintu kamar diketuk, Rinda langsung membuka sedikit pintu mempersilahkan Maxi masuk. Tatapan mata Maxi binggung melihat kamarnya sudah penuh bunga mawar merah, semuanya serba merah, bahkan baju seksi Rinda merah cerah.


"Rinda suka suasana kamar ini." Kecupan pertama di bibir Max.

__ADS_1


"Rinda baju ini terlalu terbuka, kak Max ke sini untuk bertemu seorang dokter."


"Ayo kak, Rinda sudah siap."


"Kamu siap apa?" Maxi kebingungan.


"Bukankah kak Max membawa Rinda ke hotel untuk malam pertama, Rinda ingin memberikan kepuasan."


"Sayang, ucapan kamu menakutkan." Maxi menyambut tangan Rinda untuk mengganti baju.


"Kak Max tidak ingin berhubungan dengan Rinda?" Rinda menarik tangannya, menatap tajam.


"Sekarang masih siang."


"Jawab kak, kak Max tidak menginginkan Rinda?"


"Tentu aku menginginkan kamu, memangnya Rinda sudah siap?" Maxi mengambil ponselnya meminta Kaira mengantikan Max untuk melakukan operasi, karena ada urusan penting.


Max memeluk Rinda yang tersenyum, mencium keningnya. Setelah Kaira membalas barulah Max bernafas lega.


Tatapan Maxi binggung melihat kamarnya penuh bunga, tapi tidak ingin banyak bertanya takutnya Rinda marah.


"Kak Max kenapa diam saja?"


"Kak Max harus melakukan apa?"


Rinda menghela nafasnya, percuma menggunakan baju seksi, Maxi tidak akan mengerti.


Tangan Rinda menarik Max ke atas ranjang, Max memalingkan wajahnya menarik baju Rinda menutupi dadanya.


"Buka baju kak Max."


"Kenapa harus buka baju?" Maxi duduk di samping Rinda yang mencubit perutnya kuat


Rinda mematikan lampu, menutup tirai mengambil ponselnya menayangkan film dewasa membuat Max merebut ponselnya untuk mematikan.


Sentuhan Rinda membuat Max memejamkan matanya, menahan tangan Rinda langsung membalik tubuh mereka.


"Rinda aku yang memimpin."


"Kak Max yakin, memangnya tahu caranya?"


"Jangan remehkan naluri lelaki."


Rinda tersenyum mencium kening Max, melihat Maxi membuka baju membuat Rinda langsung merinding takut langsung ingin melarikan diri.


"Kak bisa ditunda malam saja." Rinda menutup mulutnya yang mengeluarkan suara mirip di dalam rekaman yang sedang diputar.


"Jangan minta aku berhenti, matikan rekaman aku ingin mendengar suara kamu bukan wanita itu."


Rinda langsung mematikan rekaman, memeluk erat tubuh lelaki yang dicintainya beberapa tahun yang lalu, lelaki yang membuatnya patah hati, lelaki yang sekarang membuat menjerit kesakitan.


"Kak!"


"Maaf, ingin berhenti tidak?"


Melihat wajah Rinda yang cemas, takut membuat Max tidak tega, tapi tetap melanjutkan sampai membuat Rinda mencakar lengan Max sampai berdarah.


"Tari sialan, aku bunuh kamu pulang dari sini. Rasanya sakit sekali." Rinda langsung menangis sambil memeluk Maxi.


"Mami tolong ...."


Ponsel Rinda berdering, Max menatap Rinda yang mandi keringat. Megambil ponsel langsung mematikannya.


Rinda tertidur dalam pelukan Max, tidak terasa mereka melewati makan malam. Max menatap Rinda yang masih keringatan.

__ADS_1


"Sayang, kamu lapar tidak?"


"Lapar Rinda langsung hilang merasakan antara enak dan sakit, kak Max saja yang memesan makan." Rinda melepaskan pelukannya.


Senyuman Rinda terlihat menatap punggung Max yang duduk di pinggir ranjang sambil melakukan panggilan, tangan Rinda menyentuh tubuhnya yang terasa remuk.


[Kak Lian jangan lakukan malam pertama, jika tidak ingin menangis.] Rinda mengirimkan pesan.


[Sudah terlambat, seharusnya kamu mengirimkan pesan dari awal.]


Rinda kaget menatap ponselnya, Lian mengirimkan foto dirinya dan Boy yang masih tidur.


Tawa Rinda langsung pecah melihat grup chat mereka, Rinda juga mengirimkan foto dirinya. Memperlihatkan Miko yang duduk hanya menggunakan handuk.


Mentari mengirimkan foto dirinya yang sudah melakukan kedua kalinya, sehingga tidak merasakan sakit lagi.


Semuanya menunggu Kaira muncul yang memperlihatkan Miko tidur memeluknya erat.


"Apa yang membuat kamu tersenyum bahagia sekali sayang." Maxi memeluk Rinda, dengan posisi dirinya di atas.


"Kak Max berat." Rinda menjulurkan lidahnya melihat video call mereka.


Tatapan Lian, Tari dan Kai tajam, Maxi kaget melihat tiga wanita sedang kesal di dalam layar ponsel.


"Apa yang kalian lakukan?"


"Kak Max nakal." Rinda tertawa mematikan ponselnya.


"Rinda, kamu mengumbar hubungan kita?"


"Mereka juga terbuka, inilah jiwa wanita. Suak adegan panas, apalagi gosip panas." Rinda memeluk Max yang tersenyum menciumnya sangat lama.


"Kita ulangi lagi boleh?"


"Tidak mau, kak Max dari tadi hanya mengatakan satu kali lagi, lagi, lagi dan lagi."


"Iya maaf, terima kasih untuk siang dan malam yang indah."


"Kak Max puas, janji tidak akan berpaling."


"Rinda, aku tidak akan pernah berpaling kecuali maut sebagai pemisah."


"Siap Papi Max."


"Kak Max berharap di sini ada buah cinta kita?"


"Ada kak, tapi cacing." Rinda tertawa menatap Maxi yang menyentuh perutnya.


"Di sini ada Malvin, atau ada Radha."


"Malvin, kenapa mengikuti nama kak Max?"


"Kamu tidak suka?"


"Suka, Rinda hanya bertanya?" Rinda memeluk Max.


"Satu kali lagi, janji ini terakhir untuk malam ini."


"Kak Max ...." Rinda teriak kuat.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA


JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA BIAR AUTOR SEMANGAT UP

__ADS_1


DETIK-DETIK EPISODE TERAKHIR.


***


__ADS_2