BIANKA DAN MAFIA KEJAM

BIANKA DAN MAFIA KEJAM
BIANKA DAN MAFIA KEJAM


__ADS_3

Semuanya kumpul di rumah untuk makan malam bersama, pengantin baru tidak berhenti tersenyum. Wajah cantik Nakhusya menyejukkan hati, canda dan tawa terdengar.


"Bara aku ingin mengatakan jika anaknya Paman Ahlam seorang putri, dia akan menjadi pengawal pribadi Boy."


Sendok makan Boy langsung terlempar tepat di kepala Reza, mata Reva langsung tajam, bibirnya monyong menahan air mata.


"Tidak salah Uncle, masa iya perempuan yang mendampingi Boy, nantinya dia hanya membuat ribet saja."


"Kita tunggu sampai dia memiliki keturunan laki-laki." Bara juga tidak menyetujui jika Boy di kawal seorang wanita.


"Rinda juga di kawal wanita, jadinya enak bisa bercerita dan bercanda."


"Boy tidak ingin di kawal seorang wanita, Boy juga tidak membutuhkan seorang pengawal." Nada bicara Boy mendadak dingin.


"Reza di kawal oleh kak Miko, tapi nanti saat Reza berusia 18 tahun."


"Ayah setuju dengan Reza, kalian akan di kawal 10 tahun lagi." Haikal menengahi tapi Boy mendadak kesal langsung meninggalkan meja makan begitu saja.


"Boy minta maaf dulu kepada Reza, tadi kamu memukul kepala Reza." Teriakan Reza membuat Boy menatap tajam.


Boy melihat sebuah pisau dan melemparkannya mengarah kepada Reza, tapi gerakan Reza jauh lebih cepat sehingga pisau berputar di atas meja bertemu dengan belati kecil yang sedang Reza mainkan.


Semua yang sedang makan langsung berdiri kecuali Rinda dan Kaira yang masih asik makan, Boy mendadak marah, karena dia sangat mengharapkan anak paman Ahlam akan menemaninya.


"Boy!" Bianka menatap tajam, Boy langsung pergi.


"Reza." Reva menatap tajam Reza, langsung mengambil belati dan melangkah pergi.


Bara dan asap bertepuk tangan, Rinda juga ikut tepuk tangan sambil tertawa dan tersenyum bahagia.


"Apa yang kalian tepuk tangan?" Reva menatap Bara dan Asap yang kembali duduk.


"Selama ini kami memaksa keduanya untuk saling menyerang, tapi di tolak karena bagi mereka tidak diizinkan saling menyakiti, sehingga kita tidak tahu batas kemampuan keduanya." Asep tersenyum menatap istrinya.


"Sekarang sudah lihat, jika pisau Boy sampai menembus jantung baru menyesal." Reva memukuli Asep dengan kesal.


"Kalian lupa saat kalian kecil, kalian ingin saling menjatuhkan tapi gagal, sedangkan Boy dan Reza keduanya tahu kemapuan mereka dan jika menyerang takut menyakiti, keduanya sama-sama tidak ingin terlihat kuat. Mereka mirip kita dulu ya Bee?" Dara tersenyum melihat Bunga yang mengaguk mengigat masalalu.


***


Di dalam kamar pengantin Nakhusya masih tersenyum mengingat dua bocah yang bisa saling menyerang, tapi Naku melihat Boy yang menunggu Reza untuk meminta maaf.


"Keturunan Chrispeter lucu, nakal dan mengemaskan."


"Kamu jangan dekat mereka tanpa pengawasan, aku takut kamu meledak ulah keempat bocah." Raffi dan Nakhusya tertawa.


Raffi menarik Naku ke dalam pelukannya, pelukan hangat pengantin rasakan.


(Maaf ya author puasa jadi tidak berani mikir macem-macem, hahahhahhah....)


Matahari pagi bersinar, masih terdengar pembicaraan para orang tua. Empat bocah duduk diam merasakan sedih karena akan terpisah.


"Sudahlah jangan sedih, nanti kita pasti bertemu lagi." Boy menepuk bahu Reza.


Keputusan Asep untuk pergi sudah di setujui Reva, Dara dan Roy juga memberikan izin dan meminta Asep suatu hari menetapkan hati untuk tetap tinggal.


Bukan hanya Asep yang pergi tapi Bara juga pergi karena dia ingin mengunjungi tanah kelahirannya, menyapa Ayah ibunya. Memperkenalkan dunia luas untuk Boy.


Perjalanan bisnis membuat Raffa juga harus berpindah negara, bisnis Raffa berkembang ke berbagai Negara, dia juga ingin mengawasi secara langsung.

__ADS_1


"Hanya Kai yang tinggal, kalian bertiga akan pergi. Jangan pernah hubungi Kai, kita bertemu lagi setelah dewasa." Kai meneteskan air matanya.


"Rinda pasti rindu kak Kai?"


"Kamu baik-baik, jangan nakal terutama jangan ngompol di celana." Kai memeluk Rinda, adik kecilnya.


"Kita pasti kembali Kai, jaga keluarga kita yang di sini sampai kak Boy kembali." Boy menggenggam tangan Kai.


"Apa yang sedang kalian berempat lakukan?" Miko tersenyum melihat empat bocah yang menguping.


Boy keluar diikuti oleh Reza, Rinda dan Kaira juga ikut menemui Maxi yang sedang berlatih.


"Kak Maxi kak Miko," Boy meminta keduanya berkumpul.


Boy angkat bicara dengan keputusan, Maxi akan tetap tinggal untuk mendampingi Kaira, Maxi setuju dan menerima kehormatan untuk menjaga Kai.


"Kai tidak mudah percaya kak Max, dia bisa mencurigai Kakak, bahkan menuduh kakak berkhianat."


"Aku tidak akan pernah mengkhianati kalian Boy, aki menjaga kalian sejak lahir, selama aku masih bernafas kalian tidak akan pernah tersentuh." Maxi menggenggam tangannya, melakukan tos bersama Boy.


"Reza juga akan melepaskan kak Miko untuk menjaga Rinda, ikutlah ke manapun Rinda pergi. Jaga dan lindungi adik kecilku, sampai bertemu lagi kak Miko."


"Tapi kak Miko sejak awal sudah mendampingi kamu?"


"Ini bukan perintah, tapi permohonan Reza ingin kak Miko mengawal Rinda."


"Baiklah, kamu harus berhati-hati dan kendalikan emosi kamu." Miko memeluk Reza, bocah sejak bayi dia gendong, Miko juga yang melatih Reza beladiri, cukup berat untuk Miko berpisah dari Reza.


Boy juga memeluk Reza, mereka berempat saling berpelukan. Rinda langsung menangis dan di gendong oleh Miko.


"Kai ini salam perpisahan kita, sampai bertemu lagi, saat Kaka kembali akan aku berikan hadiah coklat." Boy mengusap kepala Kaira.


"Selamat tinggal Reza, jaga diri ya." Reza dan Boy bersalaman.


"Adik kecilku Rinda, sampai bertemu lagi." Boy mencium tangan Rinda.


"Selamat jalan kak Boy, selamat jalan kak Reza." Tangisan Rinda semakin kuat.


Hari kepergian tiba, girls sudah berpelukan dan berjanji akan bertemu kembali. Semuanya juga memeluk para Mom dan Dad. Restu orangtua menyertai kepergian tiga putri.


Bianka melihat Bara yang menatap layar besar laboratorium, Bi memeluk dari belakang dan mencium pipi Bara.


Bara menarik Bi memeluknya menciumnya dari belakang, Bara tidak pernah menyangka akan jatuh cinta, punya istri dan anak, memiliki keluarga.


"Bianka, terima kasih sudah mendampingi Mafia kejam seperti aku."


"Terima kasih juga sudah menerima semua kekurangan Bi, sungguh tidak terpikirkan kita akan berumah tangga."


"Bi, aku sangat mencintai kamu, terkadang ada rasa menyesal menjadi orang jahat, aku takut sekali jika wanita yang aku cintai terluka. Bi aku tidak mengerti tidak ada rasa sedikit hati ini merasakan bosan, cinta ini tidak pernah berkurang tapi semakin besar."


"I Love you Bara. Aku juga sangat mencintai kamu, juga anak kamu."


"Sudah saatnya kita pergi sayang, kita hidup normal merasakan bulan madu."


"Baiklah, otw pergi." Bianka dan Bara saling memeluk baru melangkah keluar.


"Terima kasih untuk cerita happy ending ini, Bianka dan mafia kejam."


TAMAT

__ADS_1


***


TERIMA KASIH YANG SUDAH MEMBACA NOVEL INI.


AKHIRNYA KITA TAMAT, MAAF YA JIKA BANYAK KEKURANGAN.


TETAP MASUK FAVORIT YA,


AUTHOR AKAN MENCERITAKAN PERJALANAN BOY, REZA, KAIRA, DAN RINDA. MEREKA AKAN DI DAMPINGI EMPAT PENGAWAL, IKUTI PERTUALANGAN JUGA KISAH CINTA MEREKA.


Follow Instagram author vhiaazaira


BACA JUGA NOVEL AUTHOR LAINNYA


MENGEJAR CINTA OM DUREN


SUAMIKU MASIH ABG


ISTRI BAYARAN BAR-BAR


MENJADI IBU PENGGANTI


***



BOY CHRISPETER ARNOLD


VISUAL: BLAKE DAREN


ANAKNYA CERIA, JAHIL, MURAH SENYUM, NAKAL.



KAIRA CHRISPETER


VISUAL: ALINA


ANAKNYA PENDIAM, PINTAR, DAN MISTERIUS



REZA CHRISPETER ARVIN


VISUAL: LEO


ANAKNYA MISTERIUS, SUKA BERCANDA, MANJA, SOK COOL.



RINDA CHRISPETER


VISUAL: LALOYLILA


ANAKNYA CEREWET, CENGENG, SUKA MENGATUR, MANJA.


INI VISUAL MENURUT AUTHOR, JADI KALIAN BEBAS MEMBAYANGKAN VISUAL MASING-MASING.


SAMPAI JUMPA SEASON SELANJUTNYA.

__ADS_1


***


__ADS_2