BIANKA DAN MAFIA KEJAM

BIANKA DAN MAFIA KEJAM
S2 LAHIR BERSAMAAN


__ADS_3

Senyuman terlihat dari keempat Papa muda yang menatap anak mereka dari luar kaca, ruang perawatan di jaga sangat ketat.


Boy tersenyum menatap Reza dan Miko matanya bengkak karena menangis, sedangkan Maxi wajahnya sudah dicakar harimau.


"Kak Max baru selesai bertarung dengan harimau?" Boy tertawa.


"Tanda cinta ini Boy, habis wajah aku dicakar Rinda."


"Sama, lihat rambut Boy rontok. Rasanya otak kepala ingin berlari keluar." Boy tersenyum merangkul Reza.


"Dia harus dirawat kak, Reza sangat takut." Reza menutup matanya menangis kembali.


"Bukan hanya kamu yang takut Za, Rendri juga putra kami, Tari juga adik kak Boy sedih kalian juga sedihnya kami." Boy mengusap punggung Reza.


"Rasanya dada sesak, air mata tidak berhenti keluar." Reza menghapus air matanya.


"Aku juga sama Za, rasanya dunia aku runtuh saat mendengar kabar kemungkinan buruk terjadi sesuatu kepada Kenzo." Miko tersenyum menahan air matanya.


"Kita sekarang menjadi Daddy." Maxi merangkul Miko dan Reza.


"Selamat bergadang." Bara tersenyum membawa koper.


"Ayah masih saja membawa koper." Boy menatap kesal.


"Kalian harus melihat isinya." Bara tersenyum.


Boy langsung berlari memeluk Bara, mencium pipi langsung melarikan diri melihat kakeknya Haikal menatap Bara tajam.


Maxi, Miko dan Reza juga berlari mengejar Boy menemui istri mereka.


"Hai Ken, Mic, Han, dan Ren. Kakek memiliki segalanya, begitupun juga kalian. Saat kecil kakek ingin sekali membeli banyak mainan, tapi tidak bisa memilikinya karena kehidupan memaksa kakek untuk menjadi seorang penjahat. Ini kakek belikan mainan impian kakek sejak kecil." Bara mengusap matanya melihat empat bayi mungil.


"Berhentilah membuat drama Bara, mereka belum bisa main masih mencari-cari susu ibunya karena lebih penting."


"Ayah, bisa tidak jangan menganggu Bara. Ayah tidak tahu jika Bara sedang bersedih karena dipanggil Kakek berarti Bara tua, seharusnya mereka memanggil kakak Bara." Suara tawa Bara terdengar bersama Haikal.


"Dasar pria tua tidak tahu diri. Kamu sudah selesaikan area bermain mereka, beli semua jenis mainan."


"Ayah mendukung Bara."


"Iya, kamu akan menjadi pengganti aku Bara untuk melindungi mereka." Haikal mengacak-acak rambut Bara.

__ADS_1


"Ayah harus hidup lama, Bara belum siap kehilangan Ayah karena harta Bara terlalu banyak tidak membutuhkan warisan Ayah."


"Bara!" Haikal teriak kuat menatap Bara yang sudah berlari.


"Bianka kenapa kamu jatuh cinta dengan lelaki setengah gila." Haikal menatap tajam Rian dan Roy yang melihat puluhan pengawal Bara membawa koper.


"Kal, kekuasaan Bara hampir mengalahkan Chrispeter, dia memang menantu gila kamu." Rian tersenyum kagum melihat empat bayi yang sedang tidur.


"Dia mafia gila, ditambah lagi menantu kamu Roy yang selalu seperti kembaran Bara."


Senyuman Roy terlihat menatap bayi Ren yang semakin membaik.


***


Batalnya acara anniversary diganti dengan acara kelahiran para bayi tampan, kelahiran mereka diadakan acara amal secara besar-besaran.


Berlian tersenyum mengendong putranya Han, menatap Rinda yang sedang menyusui Mic yang semakin tampan sangat mirip dengan Maxi.


"Good morning kak Han dan kak Mic." Kaira muncul bersama Ken yang baru sudah menyusu, Tari juga muncul membawa putranya yang sedang tidur.


Lian meletakkan Han di atas ranjang, Mic juga diletakkan di samping Han diikuti oleh Ken dan Ren. Senyuman Rinda terlihat menatap putranya yang sudah tiga bulan, semakin gemuk, tampan, mengemaskan juga sangat cerdas.


Teriak Lian terdengar menatap Mic menendang Han, Kaira langsung menggendong Ken membuat Mic mengamuk menangis kuat hampir menendang kepala Ren jika Tari tidak cepat menggendongnya.


Berlian tersenyum melihat putranya yang bisa bertahan dari tendangan Mic.


Rinda langsung membawa Mic menemui Maxi mengatakan jika Mic menyakiti Han.


Lian tertawa memberikan putranya kepada Boy, senyuman Boy juga terlihat menatap tajam. Maxi meminta maaf kepada Han yang diam saja.


"Baby Mic nakal, dia pasti mencari Ren."


"Tidak boleh sayang, kalian saudara jangan nakal." Maxi mencium putranya yang tersenyum lucu.


"Tumben sekali Mic menyerang Han? biasanya Rendri." Reza mencium putranya yang sedang tidur.


"Ada Ken di sebelahnya."


"Kita bayangkan saat mereka mulai berjalan pasti saling pukul." Rinda tertawa.


Kebahagiaan keluarga Chrispeter lengkap sudah, setiap pagi ada saja kehebohan yang terjadi.

__ADS_1


Banyaknya drama yang dibuat oleh keempat bayi yang lahir secara bersamaan di hari anniversary kedua orang tua mereka.


Memiliki sikap, karakter yang berbeda membuat keempat bayi kecil di kediaman Chrispeter menambah keharmonisan, kekompakan seluruh keluarga.


Haikal tidak pernah ingin jauh dari Han yang wajahnya semakin tampan, bayi kecil yang lebih mirip dirinya saat kecil.


Bunga juga sama bahagia bisa melihat Hansen cucu Bianka dan juga Mickael cucu Raffa, kedua anaknya berhasil menjadi orang tua, memberikan dua bayi tampan.


Bukan hanya Haikal dan Bunga yang bahagia, tapi kebahagiaan juga dirasakan oleh Rian Chrispeter dan Riani memiliki Mickael dan Kenzo sebagai penerusnya.


Roy juga tidak berhenti tertawa melihat kelucuan Rendri yang sangat menggemaskan, menjadi hiburan di hari tuanya bersama istri tercinta.


Bahkan Akbar semakin sehat melihat kelincahan Kenzo yang selalu menjadi penenang hati.


"Sayang, sudah banyak tahun yang aku lewati. Masa kecil yang menyakitkan, remaja yang penuh penekanan, dewasa yang penuh pertarungan sampai akhirnya aku jatuh cinta, memiliki seorang putri juga seorang putra, diberikan cucu tampan dan cantik, sekarang aku juga diberikan kesempatan melihat Han, Mic, Ken, juga Ren. Ketakutan aku hanya satu Bunga, takut kamu meninggalkan aku juga takut aku meninggalkan kamu." Haikal menggenggam tangan istrinya tercinta.


"Haikal, aku juga sudah melewati banyak waktu, tapi jika maut sebagai pemisah kita, aku ingin terus ikut kamu dalam hidup dan mati." Bunga memeluk Haikal erat.


"Bunda, kenapa ikut Ayah. Bara janji akan menjaga Bunda."


"Bara kamu ingin mati." Haikal menatap kesal.


"Tidak, Bara ingin hidup lebih lama. Jika Ayah ingin ayo kita menua bersama, Bara akan menjaga kalian sebagai seorang putra." Bara menggenggam tangan Bunga dan Haikal yang tersenyum.


Bianka langsung memeluk kedua orang tuanya, mencium kening Bara yang selalu melindungi mereka semua.


"Bara aku tidak pernah menyesal menikahi Mafia kejam seperti kamu, kami bahagia memiliki seorang Bara."


"Sayang, kamu sedang menggombal, tapi aku bukan mafia kejam, hanya lelaki biasa yang mencintai wanita luar biasa." Bara mencium kening Bi.


"Bara Bianka."


"Maaf Ayah, kita berdua memang romantis."


Bara, Bianka, Haikal dan Bunga tertawa melihat Hansen mengerutkan keningnya menatap Bara.


"Hai tampan, maafkan kakak yang terlalu mencintai nenek kamu."


"Kakak?" Boy dan Berlian kaget.


"Ayah tidak menerima nasib jika sudah tua." Boy menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


***


BONUS SATU LAGI.


__ADS_2