BIANKA DAN MAFIA KEJAM

BIANKA DAN MAFIA KEJAM
S2 PUTRAKU


__ADS_3

Semuanya melangkah pergi, Boy menarik Lian untuk berhenti mengandeng Maxi. Reza juga langsung merangkul Tari mejitak kepala agar tidak mendekati Max.


Rinda dan Kaira yang rebutan, Max tersenyum menggenggam tangan Kai, merangkul pundak Rinda melangkah bersama.


Haikal menggenggam tangan Bunga, merasakan indahnya hari tua mereka bisa melihat anak cucu bahagia. Kebersamaan yang hanya maut sebagai pemisah.


Langkah kaki berlari terdengar langsung menerobos masuk ke dalam ruangan perawatan, Miko kaget melihat Kai yang berlari cepat.


"Ada apa Kai?"


"Tidak ada kak hanya ingin cepat bertemu." Kaira membantu Miko membuka balutan luka.


Miko tersenyum menatap wajah Kai, berpikir tidak bisa bertemu kembali. Mata Miko berkaca-kaca membuat Kaira khawatir.


"Ada apa kak, ada yang sakit?" Kaira langsung duduk di pinggir ranjang.


"Aku takut Kai, rasanya kita sudah berpisah aku pergi sendiri tanpa kalian, kak Mik kesepian." Miko menutup matanya.


Kaira langsung memeluk Miko, mengusap punggungnya jika tidak ada yang meninggalkan dan ditinggalkan.


"Kai, sejak kecil aku selalu berada di ujung kematian, ibu yang melahirkan aku mencekik leher aku Kai sampai kak Mik melarikan diri, Ayah juga mencari aku bukan untuk menyelamatkan, tapi menyiksa hanya Maxi satu-satunya orang yang bisa aku percaya. Ayah menggantung aku di pohon, Maxi datang memberikan pundaknya untuk aku berdiri dan terlepas dari tali yang mencekik leher." Miko menutup matanya yang meneteskan air matanya.


Kaira juga meneteskan air matanya, mengusap air mata Miko. Mendengar cerita pilu perjalanan hidup Miko yang tidak diinginkan siapapun.


Musibah yang menimpa keluarga Max, selalu membuat Miko merasa bersalah karena dia pembawa sial dalam hidup Max.


Miko berjanji akan selalu bersama Max, tidak perduli jika nyawanya taruhannya.


"Aku pembawa sial seperti yang Ayah aku katakan?"


"Tidak ada anak pembawa sial, semua anak titipan juga buah cinta. Tidak ada yang sial, mereka rezeki kak." Kaira mengusap air matanya.


"Kak Mik sangat menyayangi Rinda, nyonya Rindu dan tuan Raffa, mereka keluarga pertama yang membuat aku merasakan kehangatan. Aku merasa memiliki keluarga selain Max, kalian keluarga yang terlalu baik." Miko mengusap air matanya.

__ADS_1


"Kak Miko pantas dicintai, semua orang sedih dan kehilangan kak Miko. Kaira, Rinda dan kak Max sangat hancur kak."


"Kai, aku takut jatuh cinta, takut memiliki anak karena aku tidak ingin anakku menjadi iblis seperti aku, seorang pembunuh tanpa memandang apapun."


"Kak Miko tidak ingin menikahi Kai?" Kaira langsung meneteskan air matanya.


"Kai, kak Miko tidak pantas untuk kamu, seharusnya kamu merasa malu dekat dengan orang seperti kak Miko, kamu tidak akan bahagia. Papa kamu benar, kak Miko tidak bisa mengimbangi kamu."


Kaira terdiam menatap Miko yang menangis tidak bisa menatap mata Kaira, suara tangisan Kai terdengar langsung menganggukkan kepalanya melangkah mundur menjauh Miko dan berlari keluar.


Miko langsung teriak, menangis memukul dadanya yang terasa sesak berbicara kepada Kai yang menyakitinya.


Ucapan Riki membuat Miko menyadari siapa dirinya, sebelum mengobati luka Miko ingin pergi dan pamitan kepada Max jika dia ingin meninggalkan keluarga Chrispeter, tidak Miko sangka dirinya terkena suntikan mematikan, bahkan nyawanya hampir tidak tertolong.


Riki mengusap matanya, melihat Kaira berlari menangis keluar dari ruangan Miko. Terdengar juga teriak tangisan Miko.


"Kini aku menyakiti hati anakku, hanya karena aku takut kehilangan dia." Riki mengusap air matanya langsung masuk ke dalam ruangan Miko.


Miko langsung cepat menghapus air matanya, menundukkan kepalanya memberikan salam kepada Riki.


"Saya tahu diri tuan, maafkan saja yang lancang berharap bisa menjadi pasangan Kai. Tuan benar, Miko harus tahu posisi Miko siapa. Maafkan sikap tidak tahu diri Miko yang jatuh cinta, mulai saat ini akan Miko perbaiki untuk melupakan Kaira." Miko menundukkan kepalanya menahan luka hatinya.


Kaira menangis langsung berlari ke dalam pelukan Mamanya, Keisya kaget melihat putrinya yang menangis sesenggukan.


"Ada apa Kaira?" Kei kebingungan.


"Mama, salahnya apa jika kami dari kalangan yang berbeda. Kai bahagia lahir di dalam keluarga Chrispeter, tidak peduli berapa banyak orang yang takut mendekati Kai, tapi tidak sedikitpun Kaira membedakan status."


"Kita tidak ada membedakan status Kai, kamu kenapa?" Rindu menatap Keisya yang menggelengkan kepalanya.


"Kak Miko memutuskan hubungan kami, Papa tidak setuju dengan hubungan beda status antara Kai dan kak Miko." Kaira memeluk Mamanya erat.


Rindu langsung berdiri melangkah mencari keberadaan Riki, melihat Riki di dalam ruangan Miko Rindu langsung membuka pintu dan membantingnya.

__ADS_1


"Riki kamu gila ya, sejak kapan status sosial menjadi perbedaan antara kita dengan orang lain?" Rindu menarik adik lelakinya menatap tajam.


"Kenapa kak Rindu marah."


"Miko putraku, kamu membandingkannya dengan status kamu. Siapa kamu berani menghina putraku? menghina dia sama saja menghina aku." Rindu menatap tajam.


"Mami, tolong hentikan." Miko meminta Rindu tenang.


"Aku hanya mengkhawatirkan putriku."


"Dengan cara memisahkannya dengan pria yang dia cintai. Kamu ingin menikahkan Kaira dengan anak siapa? siapa yang keluarga paling unggul selain keluarga Chrispeter dan Arnold. Siapa Riki?"


"Aku tidak berniat menikahkan putriku dengan siapapun kak, aku Ayah Kai sebagai Ayah aku mengkhawatirkan putriku. Maaf jika aku terlihat merendahkan masa lalu Miko, tapi sebagai Ayah aku hanya ingin putriku bahagia. Raffa juga sampai memisahkan Rinda dan Maxi, sampai kalian hampir bercerai, karena kami Ayah yang mengkhawatirkan Putrinya." Riki teriak kuat.


"Sudah cukup, jangan ribut lagi. Maafkan Miko Tuan Riki, nyonya Rindu sudah cukup." Miko melepaskan infusnya langsung membawa Rindu keluar.


Di depan pintu seluruh keluarga sudah berkumpul melihat keributan, Rindu meneteskan air matanya melihat Miko yang menahan sakit.


"Maafkan Miko nyonya, tolong jangan ribut sesama saudara hanya karena kami. Tuan Riki benar, Miko tidak pantas untuk Kai."


Rindu langsung menangis sesenggukan, memeluk Miko mengusap punggungnya.


"Bukan hanya para Ayah yang mengkhawatirkan anak perempuan mereka, kami ibu yang melahirkan, membesarkan putri kami tidak mungkin rela dia tidak bahagia, tidak mungkin terima dia tersakiti. Kami wanita hanya bertindak sesuai hati dan perasaan hanya bisa mendukung apapun yang putri kami inginkan, karena yang menjalani mereka, baik buruknya pernikahan juga mereka yang mengatasi, doa seorang ibu ingin pilihan putrinya yang terbaik." Rindu memeluk Miko erat.


"Miko baik-baik saja Mami, jangan menangis."


"Sejak usia belasan tahun Miko sudah bersama aku, membesarkan dia dengan didikan juga cinta yang sama seperti Rinda, aku melakukan itu bukan berharap Miko membalasnya, tapi aku ingin dia melupakan luka masa kecilnya yang menghancurkan hati dan jiwanya, ingin dia hidup normal, tapi saudara aku sendiri yang menghinanya, mengungkit masa lalunya, tidak akan aku maafkan tindakan kamu Riki." Rindu mengusap air matanya, menghapus air mata Miko.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA


JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA BIAR AUTOR SEMANGAT UP

__ADS_1


***


__ADS_2