BIANKA DAN MAFIA KEJAM

BIANKA DAN MAFIA KEJAM
S2 BERLIAN YANG TANGGUH


__ADS_3

Suara Cristal bernyanyi kecil terdengar, dia sudah sejak pagi pergi ke kantor untuk bekerja. Melihat ruangan yang rapi barulah Cristal keluar.


Mobil Boy sampai di kantornya, langsung melangkah masuk tanpa menyapa siapapun yang menundukkan kepalanya menunggu kehadiran Boy.


Lift berjalan menuju lantai paling atas, saat lift terbuka Boy melihat Cristal menundukkan kepalanya.


Boy mengabaikan Cris langsung melangkah masuk ke dalam ruangan, Boy memanggil sekretarisnya yang berjalan dengan anggun ke ruangan Boy.


"Minta OG membawakan minum." Boy tidak melirik sedikitpun.


Sekretaris Boy cemberut, memanggil Cristal untuk mengantarkan minuman. Cris tersenyum membawakan air putih.


"Tuan silahkan di minum."


Boy mengangkat kepalanya, menahan tangan Cris yang akhirnya duduk di meja.


"Kapan kamu berangkat kerja?"


"Pagi sekali sebelum tuan bangun." Cris tersenyum.


Cristal meminta Boy selama di kantor memanggilnya Cristal, sekalipun Boy memaksa Cris bekerja sebagai sekretaris pribadi, tapi Lian menolak.


Boy tidak setuju melihat Lian bekerja dari pagi, belum lagi menginginkan gaji besar. Keinginan Lian tidak bisa Boy hentikan, terpaksa menyetujuinya.


"Aku akan memberikan izin kerja hanya khusus ruangan ini, melayani kebutuhanku." Boy mengancam Cristal yang hanya mengangguk.


"Cristal permisi."


"Tunggu, aku belum sarapan kak Max memecat seluruh maid di Mansion, jadinya tidak ada yang mempersiapkan makan.


"Pantas saja saat Cris bangun rumah sapi, seperti rumah tinggal."


Boy menarik Cristal duduk dipangkuan, meminta kiss morning. Cristal mencium sekilas, Boy menahan lama.


Bukan lagi ciuman singkat langsung saling membalas, Boy tidak melepaskan Cris sedikitpun sampai mereka berdua kehabisan nafas.


"Tuan Cristal harus kerja." Cristal memukul pundak Boy.


"Kamu kerja untuk siapa?"


"Untuk Tuan." Cris memonyongkan bibirnya.


Boy tertawa mengizinkan Cristal keluar untuk menyiapkan sarapannya, saat Cris keluar banyak mata yang menatapnya tidak suka.

__ADS_1


Belum lagi melihat Cris membawakan makanan, tidak ada orang yang berani mendekati Boy.


"Pakai sihir apa kamu sampai tuan membiarkan kamu keluar masuk ruangannya?"


"Cinta, pakai sihir cinta. Kenapa tidak suka, iri bilang bos." Lian tersenyum mengantarkan makanan, langsung keluar lagi.


Tatapan kebencian yang Lian lihat dari kebanyakan orang, seadanya Lian yang sedang bekerja habis orang yang berani meremehkannya.


Selesai sarapan Boy melangkah keluar untuk meeting, Lian hanya melihat punggung Boy berlalu bersama beberapa tim untuk rapat.


Cristal mengerjakan semuanya sampai beres, hampir jam pulang kerja Boy tidak kembali, padahal dia ingin pulang bersama.


"Cristal jangan terlalu dekat dengan bos, kamu baru di sini belum mengenal dengan baik karakternya. Dia sangat kejam, pemarah juga melakukan apapun yang dia inginkan."


"Tenang saja Ogi, jika kalian takut dengan bos kenapa masih bekerja?" Lian menatap serius.


***


Boy sedang berada di hotel berbintang melakukan rapat soal perusahan, melihat Boy turut hadir membuat ketakutan karena banyaknya yang tertangkap kasus penggelapan dana perusahaan.


Bukan hanya Boy yang hadir, tetapi Reza dan sekretaris pribadinya Mentari juga hadir. Suasana yang awalnya banyak canda, langsung berubah menjadi tegang dan menakutkan.


Rapat di mulai Boy memperlihat persentase pemasukan, banyaknya yang tidak seimbang membuat tersenyum.


Menatap satu persatu dari hampir dua puluh pemimpin perusahaan. Melihat tatapan Boy wajah tegang terlihat semua.


"Tuan, kita tidak mengerti kesalahan apa yang kita perbuat. Mohon jika ada salah kita minta maaf."


"Meminta maaf tidak akan mengembalikan nama baik perusahaan." Reza menatap tajam.


Mentari langsung berdiri melemparkan daftar lebih dari lima puluh perusahaan yang terlibat, layar di depan mereka memperlihatkan beberapa orang yang tertangkap, mulai menyebutkannya seluruh orang yang terlibat.


Semuanya langsung berdiri ingin melarikan diri sebelum polisi menangkap mereka, Boy tertawa mendapatkan hampir lima puluh perusahaan.


"Tiga tahun aku merintis, beraninya kalian bermain-main." Boy tertawa lucu.


"Kita apakan perusahaan ini?" Reza menatap Boy yang melotot melihat tabletnya.


"Berikan kepada karyawan yang setia, aku tidak ingin menggabungkan perusahaan apapun." Boy melihat Cristal bersama banyak orang melalui tabletnya.


Boy langsung melangkah keluar, hatinya terasa sakit mendengar Lian dihina sebagai wanita penggoda.


Sekretaris Boy menghasut pekerja lain, mengatakan jika Cristal memberikan Boy minuman yang memabukkan sampai tidur bersama, selalu mengancam Boy.

__ADS_1


Cristal juga dihina perempuan tidak tahu malu, sudah miskin, tidak punya keluarga seleranya bos berdasi.


Boy mendengarkan semua percakapan, mengumpat orang yang beraninya menyakiti Lian.


Sudah waktunya pulang kerja, bukannya pulang tapi mengeroyok satu wanita. Cristal hanya diam saja menghela nafasnya melihat penghinaan atas dirinya.


Cris tidak bisa mendengar, dia mengabaikan beberapa orang yang mengelilinginya. Cristal langsung berdiri, melewati banyak orang.


Rambut Berlian ditarik kembali ke area dapur, ada tiga OB yang sudah sekretaris Boy bayar untuk menodai Lian.


Kantor sudah sepi karena sudah jam pulang, lima wanita tiga pria mengeroyok Cristal. Cris coba bertahan.


"Lian, Berlian kamu wanita kuat. Kamu Lian wanita tangguh bukan Cristal gadis manja. Bangun Lian." Berlian menyemangati dirinya sendiri.


"Wanita penggoda kamu harus tahu rasanya melayani tiga pria, kita buta rekaman sebagai kenangan."


Suara tertawa mengejek Lian terdengar, memanggil Boy di dalam hatinya.


"Kalian akan menyesal jika sampai menyentuh aku." Lian mengancam.


Tangan Lian disentuh, langsung ditepis, tubuhnya dipeluk, ada yang mencium punggungnya. Tiga pria mengelilingi Lian.


Suara tawa semakin terdengar, Lian teriakan kuat menyingkirkan tiga pria yang sudah mendorongnya ke pojokan.


Lift terbuka, Boy langsung berlari melihat Lian disentuh, bajunya ingin dibuka. Boy melepaskan tembakan tiga kali, tiga pria mati ditempat.


Suara teriak ketakutan terdengar, Berlian melihat darah mengalir. Tiga orang meninggal di depan matanya.


Boy langsung menarik Lian memeluknya erat meminta Lian tenang, menarik nafas perlahan, memberikan minum.


"Coba saja kalian pergi, bukan hanya kepala kalian aku bolong, tapi mulut kalian akan aku robek." Boy mengendong Lian yang memejamkan matanya.


Boy membawa Lian pergi, tangan Lian menarik rambut sekretaris Boy, menyeretnya sampai memohon dilepaskan.


Kepalanya terbentur saat Boy menutup pintu, Lian baru melepaskan. Boy membuka baju Lian menganti dengan bajunya, mencium tangan Lian.


"Terima kasih Boy."


"I LOVE YOU sayang, maaf aku menembak di depan kamu, tidak rela ada yang menyentuh kamu walaupun hanya seujung kuku."


Berlian meneteskan air matanya langsung memeluk Boy menciumi tangan Boy.


"Aku Berlian bukan Cristal, Lian wanita yang kuat dan tangguh. Maafkan Lian yang tidak mendengarkan ucapan kamu Boy."

__ADS_1


"Tidak apa, sudah tugas aku melindungi kamu, sejak awal aku sudah berjanji menjaga kamu, mencintai kamu, selalu ada untuk kamu. Lian cinta aku tulus bukan hanya ucapan." Boy menggenggam jari-jemari Lian.


***


__ADS_2