BIANKA DAN MAFIA KEJAM

BIANKA DAN MAFIA KEJAM
TERULANG KEMBALI


__ADS_3

Bianka sudah selesai mandi, dia sudah dipasang infus. Kei tidak tega mengatakan apapun, jadinya menunggu ayah Haikal, kemungkinan Bianka juga sudah tahu, jika dirinya sudah kehilangan anaknya.


"Kei, kamu keluar aku mau tidur."


"Aku temenin kak Bi."


"Tidak perlu Kei, nanti tolong bilang Bunda. Kak Bi pengen makan masakan Bunda."


"Baiklah kak, istirahat ya kak." Keisya keluar, di depan pintu sudah berdiri Rinda yang menangis.


Keisya memeluk Rinda yang menangis, mereka juga sangat sedih calon keponakan mereka. Bianka tapi jauh lebih sedih luka hatinya kehilangan anaknya juga kesalahpahaman. Bi terluka dengan sifat Bara yang tidak jujur, tapi lebih sakit lagi melihat saudaranya menatapnya seperti musuh.


Di kamar Bianka mencabut infusnya, tangannya mengelus perutnya. Bianka tahu dia keguguran anaknya sudah tidak ada, anaknya sudah pergi meninggalkannya.


"Sayang maafkan Bunda, sifat egois dan emosi Bunda sehingga tidak mengingat kamu yang masih diperut bunda, dan melupakan kewajiban Bunda melindungi kamu." Tangisan Bianka pecah tapi tertahan, sakit sekali hatinya.


"Kamu belum sempat melihat dunia ya nak, Bunda jahat ya sayang. Bunda gagal lindungi kamu, maafkan Bunda." Bi mengigit bibir sampai mengeluarkan darah.


Bi membuka jendela, melihat keluar. Bi turun melewati pintu rahasianya. Bi berjalan keluar rumah tanpa tujuan, air matanya kering. Mengikuti langkah kakinya yang tidak berarah, pikiran Bi kosong dan hanya kesedihan yang sekarang Bi rasakan.


***


Bara tiba di Mansion, Bunda bisa melihat kesedihan Bara. Dia langsung berlari dan melihat Rinda dan Kei duduk di depan pintu kamar Bi.


"Bagaimana keadaan Bi?"


"Kak Bi sedang istirahat."


"Dia dan kandungnya, mereka baik saja Kei."


"Kak Bi baik sudah stabil, tapi keguguran kak. Usia kandungan baru satu minggu, Karena gerakan kuat kak Bi dia tidak bisa bertahan."


Bara meneteskan air matanya, Bunda coba menenangkan Bara. Meminta Bara kuat, dan menemani Bi agar bisa kuat juga.


"Maafkan ayah nak, bahkan ayah tidak tahu kehadiran kamu." Bara mengusap air matanya.


Semuanya sedih melihat Bara, lelaki kejam kini benar-benar menangis. Dari bawah terdengar juga kedatangan Reva, Raffi, Raffa langsung berlari dan membuka kamar Bianka. Tapi Bi tidak ada di dalam.

__ADS_1


"Kak Bi di mana?"


"Tidak ada di dalam."


"Kalau ada tidak mungkin bertanya kak Rinda."


Bara cepat masuk, benar Bianka tidak ada. Seluruh keluarga panik, mencari keseluruhan kamar, suara keributan dari lantai bawah terdengar.


Ayah berteriak meminta semua orang minggir, Bianka berada dalam gendongan ayah Haikal. Semuanya kebinggungan mengapa Bi bisa berada di luar.


"Bi! Bianka sayang. Ini ayah nak, dengarkan ayah Bi." Haikal menangkup wajah Bianka yang tidak merespon, tubuh Haikal langsung lemas, dunianya terasa runtuh kembali.


"Haikal tenang dulu, kita pasang infus dulu untuk Bi."


"Bagaimana ini kak, Bi ku. Putriku kak! kejadian puluhan tahun yang lalu terjadi lagi kak Akbar. Tolong Bi ku." Haikal menangis, semuanya melihat binggung menatap ayah yang panik.


"Bianka, dengarkan Papa sayang. Kendalikan diri kamu Bi, kalian lagi diuji kamu harus kuat. Sadar sayang." Akbar coba memancing Bianka menatap wajahnya tapi tidak di respon.


"Ay Bianka kenapa? Bunda mendekat dan memeluk putrinya, tapi tidak merespon dan mata Bi kosong.


"Kak Bi maafkan Raffa! pukul Raffa saja kak. Raffa melukai kakak, maaf." Raffa bertekuk lutut menekuk kaki Bi, tapi tidak mendapatkan tatapan. Sesekali air mata Bi menetes.


"Haikal!" Bunda menatap ayah tajam membuat ayah Haikal diam.


"Tidak ada yang boleh pergi dari sini! kita baru kehilangan cucu kita Haikal. Seharusnya kita saling menguatkan, memberikan semangat ke Bi bukan saling menyalahkan." Bunga menangis sambil mengelus kepala Bianka.


Bara hanya berdiri terdiam, Bianka yang tersenyum saat bangun tidur, Bi yang juga tersenyum menyambutnya pulang. Bianka menghilang, tatapan Bi tidak memiliki arti dia tidak berjiwa lagi. Bunga meminta Bara coba bicara dengan Bi.


Tangan Bara mengambil tangan Bi, menciumnya sekilas sambil air matanya keluar. Bara tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun, dia pernah melihat kejadian yang sekarang Bi alami. ibunya pernah memiliki tatapan kosong, saat tahu ayah menikah lagi.


"Bianka sama seperti Bunda Bunga, ayah pernah hancur saat kejadian puluhan tahun yang lalu."


"Kapan Bunda seperti ini, mengapa tidak pernah ada yang cerita."


"Saat Bunda hamil Bi, ayah menuduh Bunda selingkuh dan tidak mengakui Bi. Bunda pergi dan saat ditemukan sudah seperti Bianka sekarang."


"Bunda selingkuh sama siapa? berarti sifat ego Bi dapat dari ayah tidak sabaran."

__ADS_1


"Kita biarkan Bianka tenang beberapa hari."


"Bunda!"


Bara menangkup wajah Bi, diciumnya kening Bi penuh kasih sayang. Akbar meminta semua orang keluar membiarkan Bara berdua dengan Bi.


"Aku sangat mencintai kamu Bi, maafkan aku. Aku tidak bisa melindungi kamu juga anak kita. Maaf ya sayang." Bara menangis sesenggukan, Haikal menepis air matanya, melihat kesedihan Bara sama seperti dirinya dulu hanya bedanya, Haikal diberi kesempatan bisa melihat anaknya tapi Bara tidak punya kesempatan itu.


Raffa masih berdiri di depan pintu kamar Bi, Raffa mengutuk dirinya sampai membuat kakaknya kehilangan anak mereka. Raffa menjadi yang paling terluka selain Bara Dan Bianka.


Haikal sengaja mengabaikannya putranya, agar dia mengerti cara mengatasi masalah dan tidak melibatkan banyak orang.


Di sofa juga Reva berkali-kali menepis air matanya yang terus keluar, rasa penyesalan yang sangat dalam Reva rasakan. Dia tidak masalah dikeluarkan dari markas juga tidak bisa datang ke pulaunya. Tapi Reva belum bisa terima kehilangan calon keponakannya.


"Aku sendiri yang akan membunuh wanita itu, jika benar anak yang dia kandung bukan anak Raffa. Kamu menyebabkan masalah untuk keluarganya."


"Jangan salahkan orang lain, Mommy dan Bee dulu tanpa bicara bisa mengerti sebuah isyarat mata, satu hal yang sangat mommy takutkan, mengkhianati persahabatan kami."


"Maafkan Reva Mommy." Air mata Reva semakin deras keluar.


"Ini pelajaran untuk kamu, baik boleh nak tapi lihat situasi. Jika kamu diposisi Bi, suami kamu pulang membawa wanita lain pasti kamu akan membunuhnya ini saudaranya membantu wanita lain masuk ke rumahnya. Hancur sekali hati Bianka."


"Maaf Mommy!" Reva menangis histeris lari melihat Daddy yang baru datang, Roy menyambut putrinya dan memeluknya penuh kasih sayang."


"Cukup Dara, Reva juga pasti sangat menyesal dan bersedih. Tidak ada yang menginginkan semua ini terjadi."


"Iya Bee, maafkan Reva yang menghancurkan kebahagiaan Bianka."


"Ini ujian rumah tangga mereka, biarkan sang MAFIA KEJAM menjadi lelaki bodoh yang selalu bertekuk lutut."


"Kasihan juga Raffa, lihatlah dia sangat terluka."


"Dia lelaki, harus belajar agar masalah ini tidak terulang."


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA YA

__ADS_1


***


__ADS_2