
Kediaman Chrispeter sedang banjir air mata, satu keturunan Chrispeter menutup mata untuk selamanya. Kepergian Rinda Chrispeter membuat luka yang sangat dalam bagi para girls yang selalu kompak melakukan segala hal, hilangnya satu personil seakan satu nyawa mereka tidak berfungsi. Sangat sulit bagi mereka untuk bangkit dan menguatkan diri, setiap kamar girl tertutup dengan rapat, tidak ada yang berani mendekat untuk menawarkan makan ataupun minum.
Para Mama yang juga sudah sadar dari pingsan, mulai turun untuk melihat Rinda terakhir kalinya. Riani sudah berdiri tanpa air mata, Bunga memeluknya dengan erat, air mata Bunga tidak tertahankan. Dara dan Kia tidak berani mendekat, tidak sanggup melihat keadaan Riani yang mencoba untuk tegar.
Rian keluar dari kamar Rinda, menatap wajah istrinya untuk melakukan amanah terakhir Rinda. Riani hanya mengangguk dan tersenyum, Rian menatap para boys tapi girls tidak ada satupun yang terlihat.
"Minta para girls turun untuk melihat Rinda terakhir kalinya?" Rian menatap Bara yang hanya diam tertunduk.
Belum sempat Bara naik, suara langkah kaki menuruni tangga. Berdiri Reva Chrispeter dengan tatapan sedihnya, langkah kaki Reva terhenti. Tatapan matanya sendu terlihat butiran air mata menetes. Reva naik lagi ke atas mengetuk kamar Bianka yang juga berada di sisi kamarnya.
"Bi keluar! berikan penghormatan terakhir kamu untuk Rinda, ada dua adik lagi yang harus kita kuatkan." Reva bicara dengan bibirnya yang masih bergetar, sebagai kakak tertua Reva yang harus paling kuat demi adik-adiknya yang pasti sangat terpukul.
Bianka yang berada di dalam kamar melangkah ragu mendengarkan perintah Reva, dengan tatapan sedih pintu terbuka. Keduanya saling pandang dan berpelukan, Reva menggenggam kuat tangan Bi menuruni tangga.
Seluruh pengawal keamanan keluarga sudah bersusun di luar, Reva akan di bawa ke Lab baru akan dimakamkan.
Dua putri Chrispeter turun, melangkah mendekati kamar keisya Chrispeter. Reva masuk melihat Kei yang tengkurap di atas kasur sambil tubuhnya yang bergetar karena menangis. Reva duduk dipinggir ranjang, menepuk pundak Kei agar kuat.
"Kuatkan diri Kei, kita temui Rinda terakhir kalinya."
Kei hanya menggelengkan kepalanya, tangisannya semakin kuat. Reva menarik Kei dalam pelukannya, keduanya menangis sesenggukan.
"kak Reva, dada Kei sesak ini mimpi ya kak, tidak mungkin Rinda pergi kak."
"ini nyata Kei," Reva tidak bisa menghentikan air matanya, ini luka terbesar sejarah hidupnya.
"tidak mungkin, Kei masih ingin bersama Rinda."
"bukan hanya kamu Kei, tapi kakak juga. Kasihan Rinda jika kita berlarut-larut, kita harus kuat agar Mami papi, Raka juga Rindu kuat."
__ADS_1
"Kei tidak siap kak."
"siap tidak siap kita tetap harus kuat."
Reva menggenggam tangan Keisya untuk melangkah keluar, dengan langkah tidak kuat Kei mengikuti keinginan Reva untuk kuat demi keluarga yang lainnya.
Bianka melangkah mendekati kamar Rindu, Bi melihat Rindu yang duduk di atas meja riasnya sambil menatap foto Rinda. Foto sudah basah oleh air mata sampai matanya membengkak, Bi berdiri di depan Rindu yang tersenyum sambil menangis.
"Bi, ini bohong ya. Rinda tidak mungkin meninggalkan aku." Rindu menatap mata Bianka, senyum Bi terlihat.
"jika ini bohong, lalu mengapa kamu menangis."
"Bi Kenapa kita tidak bisa menyelamatkan Rinda?"
"jangan membodohi diri kamu dengan pertanyaan yang kamu sendiri tahu jawabannya, jangan menyalahkan keadaan Rindu. Ayo kita keluar!"
"mau bertarung dengan aku, saat ini aku membutuhkan pelampiasan."
Tangan Bi menyentuh perutnya, terasa ada yang aneh tapi Bi berpikir ini hanyalah gejala bekas keguguran yang belum dia periksa secara menyeluruh.
arrrrrgggghhhhh arrrrrgggghhhhh arrrrrgggghhhhh teriakan kuat Rindu menggenggam sangat kuat. Teriakkan histeris Rindu terdengar sampai keluar, Riani langsung ingin melangkah tapi Rian menahannya, membiarkan Rindu meluapkan amarahnya.
Rian dan Rindu memiliki kebiasaan yang sama, teriak membuat lega dan bisa bernafas kembali. Setelah teriak-teriak Rindu memeluk Bianka yang juga membalas pelukannya, Bi menghapus air mata Rindu menguatkannya untuk menemui Rinda terakhir kali.
Bianka menggenggam kuat tangan Rindu, melangkah keluar bersama bertemu dengan Kei dan Reva yang berdiri di depan pintu. Keempat berpelukan saling menguatkan, tangisan pecah lalu saling menghapus air mata.
"ini air mata terakhir kita, jangan menangis lagi." Reva menghapus air mata Rindu yang menggagukan kepalanya.
"Ayo kita kuat!" Bianka memberikan semangat membuat senyum ketiganya.
__ADS_1
Keempat putri Chrispeter bergabung dengan keluarga besar, semuanya diam menatap Rinda yang berada di dalam peti. Tidak ada lagi air mata, Rian meminta semuanya kuat, agar putrinya tidak mempunyai beban.
Kupu-kupu berterbangan, saat pintu Mansion terbuka. Pengawal ingin mengusir tapi Riani langsung memberikan kode untuk membiarkan, kupu-kupu berdatangan mendekati Rinda. Beberapa juga hinggap di keempat putri Chrispeter yang hanya diam saja.
"Terimakasih Rinda pernah menjadi bagian Chrispeter, kak Reva tidak akan pernah melupakan kamu. Senyuman kamu akan terus terukir di dalam benak, kamu harus tenang.
"Selamat jalan kak Rinda Chrispeter, terimakasih telah banyak memberikan pelajaran berharga untuk Kei. Kehadiran kakak menjadi obat penenang para girls."
"Selamat jalan adikku tersayang, dari dalam kandungan kita bersama, tapi kamu memilih pergi lebih dahulu. Hanya ikhlas yang bisa kakak Rinda lakukan, kamu adik terbaikku, kamu kesayangan kakak Rindu. Tenang selalu dek."
"Rinda, terlalu banyak rahasia kamu yang aku tutupi, hubungan dengan Kristan, kebohongan kita soal virus demi cinta kamu dan Kristan. Aku berusaha terus mengimbangi kamu, melindungi kamu, menjaga kamu tapi akhirnya kamu memilih jalan sendiri. Sekarang kamu memilih meninggalkan kami, kamu memilih bertemu Kristan dan meninggalkan Chrispeter. Terimakasih untuk semua pengorbanan kamu, peluk cinta kasih dan sayang dari kami girls Chrispeter. Aku bangga memiliki adik seperti dirimu, berjanjilah untuk tenang kami semua di sini kuat dan akan tetap bersatu."
Para girls bergumam di dalam hati dalam hening, mereka berjanji akan terus bersatu saling menjaga dan melindungi, walaupun kehilangan satu personil.
"Rinda, terimakasih sudah menyelamatkan Nayla, terimakasih Kristan sudah menyelamatkan aku dan Bi. Kalian berdua memiliki jasa yang tidak akan pernah aku lupakan. Kami akan terus melihat mata kamu yang teduh Rinda, pertemuan dengan dirimu mengantarkan aku kepada wanita yang aku cinta, perjumpaan kita juga mengantarkan aku menemukan sebuah keluarga. Aku tidak akan pernah bisa menjaga jasa kamu, aku sayang kamu Rinda sebagai sahabat juga adikku."
***
jangan coment minta dihidupkan lagi, ngeri juga kalau bangkit dari kubur.
kenapa harus ada yang mati ðŸ˜ðŸ˜
iya cerita action romantis, jadi ya hal wajar ada yang meninggal. Bahkan aku pernah baca novel peran utama yang mati, sedih banget sampai langsung dilewati. Sesak bangett....
***
TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA
JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA YA
__ADS_1
SEKALIAN JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP
***