BIANKA DAN MAFIA KEJAM

BIANKA DAN MAFIA KEJAM
CINTA KECIL SAMPAI SEKARANG


__ADS_3

Karena lelah acara pesta Rindu berendam untuk menghilangkan penat, seluruh kelopak bunga mawar sudah berada di tempat sampah semuanya, Boy berpikir kelopak bunga mengotori dan sampah yang harus dibersihkan.


Setelah selesai Rindu melangkah keluar, Raffa duduk di pinggir ranjang melihat kaki yang masih mengalirkan air. Perlahan Raffa melihat ke atas sampai melihat mata Rindu, rambutnya yang basah, wajahnya yang polos tanpa polesan.


"Raffa jangan menatap aku seperti pria mesum, cepat keluar."


"Kamu lupa siapa aku?" Raffa melangkah mendekat.


"Kamu Raffa Chrispeter!" Rindu langsung berbalik badan ingin berlari, tapi tangan Raffa lebih dulu menangkap lengannya.


"Aku bukan hanya Raffa tapi suami kamu, mesum dengan istri sendiri tidak masalah." Tangan Raffa melingkar di pinggang, bau wangi tercium membuat Raffa menghirup udara segar.


"Raffa dingin, aku mau pakai baju."


"Syarat ke-tiga, harus menjadi ibu untuk anak-anakku."


Rindu langsung berbalik menatap mata Raffa, perlahan pelukan Raffa terlepas. Mulut Rindu pahit ingin berucap, sampai ada rasa gigitan pelan tapi hanya sekilas langsung pergi masuk kamar mandi.


Rindu menyentuh bibirnya yang baru saja mendapatkan sentuhan dari Raffa, gigitan kecil yang lembut.


Cepat Rindu memukul wajahnya, langsung mencari koper bajunya tapi tidak ada di dalam lemari hanya ada baju seksi tanpa pakaian dalam. Rindu mencari ponselnya menghubungi Nayla untuk meminta baju dan pakaian dalam.


Lama Rindu berkali-kali menghubungi adik angkatnya yang sengaja tidak menjawab, Rindu juga menghubungi Bianka, dia mendapatkan jawaban, tapi yang terdengar hanya suara Bianka marah-marah kepada suami dan anaknya.


"Aisshhh pada ngapain coba?" Rindu kembali menghubungi Reva dan Kei, tapi tidak mendapatkan respon.


Dengan pasrah Rindu berbaring di atas ranjang, kakinya terjuntai di lantai, hanya menggunakan handuk yang menutupi dari dada sampai atas pahanya.


Mata Rindu terpejam tiba-tiba rasa kantuknya menyerang, kesadaran Rindu kembali saat merasakan gigitan di lehernya, menghisap menimbulkan rasa perih.


"Raffa, hentikan." Rindu menahan kepala Raffa, tangan Rindu coba mendorong dada Raffa yang berada di atasnya.


"Ayo minggir, Rindu mau pakai baju!" teriak Rindu malu berada di bawah Raffa.


"Tidak perlu menggunakan baju, nanti juga dilepaskan semuanya."


"Raffa!"


"Jangan panggil aku Raffa, sekarang aku suami bukan adik apalagi teman."

__ADS_1


"Terus memanggil apa?"


"Sayang, kakak, apapun yang terasa mesra."


Tangan jahil Raffa mulai menarik handuk Rindu, suara teriak sampai pukulan terdengar. Tapi suara Rindu tidak bertahan lama, karena mulutnya sudah ditutup dengan mulut Raffa. Kedua tangan sudah ditahan.


"Jangan lawan aku sayang, aku sudah terlalu lama menunggu hari ini, biarkan aku memiliki kamu seutuhnya."


"Rindu takut,"


Raffa tersenyum, mencium kening Rindu langsung berdiri dan berbaring di samping Rindu. Matanya terpejam, Rindu menyentuh lengan Raffa membuatnya menatap mata Rindu, senyuman Raffa kembali terlihat.


"Kaka marah, Rindu salah ya."


"Iya Rindu salah karena tidak melayani suami." Rasanya Raffa ingin tertawa kuat melihat wajah polos istrinya yang sangat mengemaskan, jika orang melihat Rindu sosok wanita yang kejam tapi di mata Raffa, Rindu wanita lemah lembut yang mengemaskan.


"Ya sudah Rindu mau, tapi jangan pernah meninggalkan Rindu."


Dalam diam Raffa bersorak gembira, tanpa paksaan Rindu akhirnya menyerahkan diri. Padahal Raffa juga sedang panik juga takut jika membuat Rindu tidak nyaman, dia juga merasakan tegang untuk malam pertama.


Karena sudah mendapatkan persetujuan, Raffa menggakat tubuh Rindu naik seutuhnya ke ranjang. Raffa memulai dari mencium, Rindu binggung cara membalas, Raffa sangat mengerti ini pertama kalinya untuk mereka berdua, tapi Raffa tidak polos seperti Rindu, dia mengetahui hubungan pria dan wanita.


Cukup lama Raffa menikmati bibir mungil Rindu, saat terlepas langsung berwarna merah. Raffa membuka handuk Rindu tapi ditahan, Rindu akhirnya melepaskan tangannya membiarkan Raffa membuka handuk dan melihat tubuhnya yang tidak tertutup sehelai benangpun.


"Keluarkan saja sayang, tidak ada yang akan mendengarkan suara kita. Kamu nikmati moments pertama ini."


Rindu hanya diam, tidak mengerti dengan tubuhnya, sentuhan Raffa membuangnya menggila, tubuh Rindu tegang sampai akhirnya lemas, Raffa mencium kening Rindu.


"Sekarang giliran aku sayang, kamu tahan sebentar rasa sakitnya."


Rindu tidak mengerti maksud Raffa, dia hanya bisa menggagukan kepalanya. Tiba-tiba Rindu berteriak meminta Raffa berhenti, dia merasakan sakit sampai meringis, tapi Raffa menahan tubuh Rindu untuk tenang.


"Raffa, kak sakit. Awwwwww sakit."


"Maaf maaf maaf maaf," Raffa mencium dan menenangkan Rindu, memeluknya dengan erat. Cukup lama Raffa diam, Rindu juga sudah tenang bahkan hampir tertidur, saat Raffa mulai bergerak.


Dalam diam Rindu mencerna yang terjadi, biasanya dia selalu meladeni Reva yang bicara tidak benar dan dewasa, tapi malam ini dia merasakannya. Rasa sakit saat pertama kali, Rindu mengutuk dirinya sendiri karena lupa jika ini malam pertamanya.


Semuanya terlalu mengejutkan, ciuman pertama dadakan, Pernikahan tanpa sepengetahuannya, otak Rindu tidak bekerja, dia menggagap semuanya mimpi, bahkan sampai malam pertama Rindu baru menyadari, sekarang Raffa sudah mengambil semuanya.

__ADS_1


"Rindu kenapa melamun sayang?"


"Tidak, Kaka teruskan saja, Rindu akan menahannya."


Gerakan pelan Raffa mulai cepat, Rindu merasakan sakit juga nikmatnya, suaranya dibiarkan keluar sampai Raffa melepaskan semuanya dan terbaring di atas tubuhnya, barulah air mata Rindu menetes.


"Rindu menyesal ya sayang?" Raffa menghapus air matanya.


"Ini semua bukan mimpi, ini nyata kita sudah menikah, bahkan Rindu sudah menyerahkan diri."


"Iya sayang ini nyata, kita suami istri."


Rindu memeluk Raffa kuat, tapi langsung memukuli dada Raffa yang menahan tawa.


"Turun berat!"


"Iya, masih sakit tidak, kita ulangi lagi ya."


"Raffa!" Rindu mencubit tubuh Raffa sampai dia meringis dan berbaring di samping Rindu. Mengambil selimut menutupi tubuh mereka."


"Sekarang kamu merasa bukan mimpi, jadi jiwa singa betina langsung keluar."


Rindu hanya diam, menggigat pertama melihat Raffa saat masih kecil. Sosok adik yang sangat tampan, lelaki pertama yang membuat Rindu malu saat mereka bertemu setelah Raffa dewasa, senyum Raffa membuat Rindu terpesona tapi di mata Raffa dirinya hanyalah seorang kakak.


Raffa juga tersenyum, saat menggigat wanita dingin selain kakaknya, Rindu wanita cantik di mata Raffa sejak dia kecil tapi saat pertama melihat Rindu setelah puluhan tahun tidak bertemu, Rindu menjelma menjadi ratu yang membuat jantung Raffa berdegup, tapi status Rindu dan dirinya mungkinkah bisa bersama.


Karena rasa cintanya, Raffa sampai memperdalam kemampuan bela dirinya demi mengimbangi Rindu yang sangat ahli bertarung. Raffa ingin sekali bisa melihat senyum Rindu menatap dirinya tapi terlalu sulit, sehingga Raffa mundur semakin menjauh.


"Rindu, aku tidak pernah menganggap kamu saudara, sejak kecil aku menatap kamu seorang wanita. Sampai amanah Oma membuat aku ingin terbang ke langit, aku ingin sekali menikahi kamu."


"Mengapa baru sekarang kamu mengatakannya, aku merasakan hal yang sama Raffa."


"Karena takdir terus menguji kita, agar tahu cinta kita harus diperjuangkan, aku mencintai kamu, kita menua bersama."


"Rindu juga mencintai Raffa selamanya."


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA

__ADS_1


SEKALIAN JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP


***


__ADS_2