
Mansion Bara dipenuhi oleh keluarga, karena keputusan Bara untuk tinggal kembali di Mansion miliknya, jadinya keluarga menyambut kepulangan Boy kecil dengan wajah cemberut.
"Bara, kenapa harus tinggal mandiri?" Haikal tidak terima pisah dari cucunya.
"Iya Bunda juga ingin setiap hari melihat Boy." Bunga tidak kalah kesal.
"Ayah bunda bisa tinggal di sini?" Bara merasakan sia-sia dia membangun Mansion megah tapi menjadi tempat tinggal hantu.
"Oke Bunda setuju tinggal di sini? siapkan kamar yang mirip dengan Mansion Chrispeter." Bunga tersenyum, Haikal hanya melongo akhirnya ikut setuju pindah demi bisa melatih Boy kecil untuk meneruskan tahtanya, Haikal tidak perduli walaupun Bara juga sama kuatnya, dia tidak ingin Boy mengikuti jejak masalalu keluarga Chrispeter juga Bara.
Di depan Bara Roy tidak kalah sedih karena Riki juga akan keluar dari Mansion, tinggal di rumah sendiri bersama Keisya.
"Daddy Roy juga bisa tinggal di sini, Bara tidak masalah semuanya di sini."
"Bukan, rumah semakin sepi Haikal Bunga pindah, Bianka juga, sekarang Kei."
"Ikut Riki, nanti setelah Reva menikah kamu ikut Asep, mungkin sudah saatnya kita pindah-pindah rumah." Haikal sekarang hanya ingin menghabiskan waktunya bersama Bunga, menikmati hati melihat anak menikah dan memiliki cucu.
"Jadi siapa yang akan menjaga Mansion Chrispeter?" Bara menatap para ayah yang diam.
"Raffi Chrispeter, karena Oma meminta Raffi dan keturunannya yang menjaga Mansion."
"Ohhh, Kenapa harus Raffi ayah?"
"Para girls tidak mungkin karena akan mengikuti jejak suaminya, jadi boys yang akan tinggal. Tapi sejak muda Riki sudah keluar masuk luar dan dalam negeri, membangun menaranya sendiri tanpa bantuan Daddy Roy, sedangkan Raffa juga terjun dalam dunia bisnis membangun istana bisnis mengalahkan ayah. Jadi mereka berdua dari awal sudah di eliminasi."
"Raka, di keluarkan karena apa?" Bara cukup penasaran dengan sejarah Chrispeter yang sangat terkenal.
"Raka, bisa membangun istananya bahkan di dalam air dan dalam tanah, Oma takut Mansion akan dia gali dan diubahnya mengikuti zaman."
Bara tertawa melihat ke arah Raka yang memang sangat jenius soal pembangunan, bahkan Mansion Bara hasil tangan Raka.
"Istimewanya Raffi apa Ayah, apa karena tidak ada kandidatnya lain."
"Karena dia anak yang lembut, penuh kasih sayang dan sangat menghargai. Mansion Chrispeter harus dimiliki oleh orang yang tanpa kekerasan, Raffi tidak pernah berfoya-foya dia selalu menyumbang kekayaan kepada negara yang lemah."
Bara tersenyum, dia mengetahui bisnis Riki dan Raka yang berada dalam daftar tiga perusahaan terbesar. Tapi yang memegang peringkat utama masih Bara, soal Raka juga tahu tapi Raffi memang sulit ditebak, wanita yang mampu memilikinya harus wanita istimewa.
***
__ADS_1
Di dalam kamarnya Bianka sedang menyusui Boy, Reva tersenyum melihat Bi yang malu-malu. Boy menyusu sangat cepat.
"Sakit tidak Bi disedot Boy?"
"Awalnya sakit juga geli."
"Maksudnya Bi awal nikah sama Bara, untuk pertama kalinya jadinya geli, Boy hanya dapat sisa atau bekas ayahnya." Rindu tertawa sambil masih asik bermain game.
"Bara juga menyusu?" Reva masih penasaran, Bianka hanya menggeleng lucu melihat pembicaraan mereka yang sekarang, beda seperti dulu yang membahas senjata, racun, peledak.
"Tanya Kei, Riki menyusu tidak." Rindu melirik Kei yang wajahnya memerah.
"Menyusu tidak Kei, ada airnya tidak. Kenapa punya Reva keras sekali." Reva memegang miliknya, menyentuh milik Bi yang membuat Bianka melotot.
Rindu sudah terguling tertawa, Bi juga ikut tertawa saat Reva memaksa ingin menekan milik Kei.
"Rindu coba punya kamu, keras tidak."
"Ya keraslah, belum ada yang menyusu dan meremas." Rindu dan Reva tertawa.
"Apa yang keras?" Bunda masuk bersama Mama, Mami, dan Mommy.
Bianka memegang perutnya yang sakit karena banyak tertawa, Rindu sudah menendang Reva jatuh dari atas sofa.
"Mulut kamu ini Reva,"
"Sekarang cerita kita bodoh sekali Mommy, dulu kami tidak pernah tertawa lepas hanya ketegangan yang terlihat." Rindu tersenyum sambil memejamkan matanya.
"Rindu benar, sudah hampir satu minggu Reva tidak menembak, masuk lab, hidup penuh canda dan tawa jauh lebih menyenangkan dan tidak berbahaya."
"Inilah kehebatan cinta, kalian akan mengerti pada waktunya. Selama ini kami semua para orangtua tidak pernah melepaskan kalian, tapi ingin kalian paham cara menjaga diri karena kalian Chrispeter. Perjalanan hidup keluarga kita memang hanya masalalu, tapi kalian harus kuat agar yang di masalalu tidak muncul di masa depan." Bunga menatap para girls tajam.
"Bi sudah merasakan Pernikahan, sakitnya melahirkan. Apa yang kamu pikirkan Bi, ingin menjadikan anakmu sehebat dirimu, seperti ayahnya."
"Tidak Ma, Bi ingin Boy hidup merakyat, jauh dari kekerasan, penuh canda tawa, tapi tetap saja dia harus bisa menjaga dirinya dalam hal apapun."
"Itulah yang dulu kami pikirkan, sekarang kamu sudah mengerti peran orangtua."
"Iya Ma, bukan bertahan untuk melindungi diri sendiri, tapi anak."
__ADS_1
"Anak Bunda sekarang sudah jadi Bunda juga, sudah mengerti kehidupan berumahtangga." Bunga memeluk Bianka haru.
"Sebentar lagi kamu Kei, bersiaplah untuk moments menjadi seorang ibu." Mami menatap Kei yang tersenyum.
"Dan kalian berdua yang hubungan masih gantung, persiapkan diri jangan hanya tahunya menembak, membuat bom, kalian wanita akan menjadi seorang ibu."
"Siap Mami!" Jawab Reva dan Rindu bersamaan.
"Bunda, Siapa wanita yang lemah lembut, cantik dan dari keluarga terpandang yang akan dijodohkan dengan Raffa." Bibir Rindu langsung manyun, mendekati Bunga dan memeluknya.
"Memangnya Kenapa, tenang saja Raffa tidak akan menolak, tapi kalau Rindu tidak suka akan Bunda batalkan."
"Benar ya Bunda, Rindu tidak setuju, sangat tidak setuju. Raffa lelaki kuat tidak membutuhkan wanita lemah lembut."
"Emhhh, yang RAFFA butuhkan wanita yang seperti apa?"
"Mungkin hampir seperti Rindu."
"Seperti Rindu, tidak bisa masak, jarang tersenyum, Suka marah, hobi bertarung, keras kepala, tidak ada kelembutan sama sekali."
Reva langsung tertawa, wajah Rindu langsung ditekuk. Kei menepuk bahu Rindu menguatkan. Bi juga tertawa pelan agar tidur Boy tidak terganggu.
"Mami, sebenarnya Rindu baik lemah lembut, penyayang, tidak suka marah. Iya kan Mami, Rindu berbeda dengan yang orang lihat." Rindu memeluk Mami Riani, sebuah tangan mungil juga memeluk tubuh mami dari belakang. Rindu tahu pasti si pengacau Nayla datang.
"Nay tahu Mami, kak Rindu sangat baik, lemah lembut, juga sangat penyayang. Setiap malam saat Nay mimpi buruk kak Rindu datang menemani Nay tidur, saat. subuh baru balik ke kamarnya. Kak Rindu juga menjaga Nay waktu liburan kemarin di hutan."
"Dari mana kamu tahu?" Rindu melakukan misi sendirian.
"Kak Raffa juga di sana, dan melihat tim kak Rindu." Nayla tertawa langsung mendekati Boy, meminta izin untuk menciumnya.
Keluarga Chrispeter seluruhnya tahu, jika Rindu aslinya sangat lembut, melebihi sosok Rinda tapi tidak pernah terlihat. Dia lebih suka menjadi orang jahat.
***
JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA YA
SEKALIAN JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP
***
__ADS_1