Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Terus terang pada Rai


__ADS_3

"Kamu boleh percaya ataupun tidak, keberadaan kami di Australia ini adalah bagian dari skenario awal perencanaan Andhini yang telah Aku setujui. Aku menikahi Karina atas Izin Andhini," tutur Radit lebih meyakinkan dan berharap Rahadian akan mengerti.


Masih ada bahkan mungkin banyak pertanyaan Rahadian yang perlu ditanyakan walaupun garis besar secara global permasalahan telah dirinya pahami tak mungkin juga Rai bertanya sedetail-detailnya.


"Aku menikahi Karina secara siri di Indonesia dan kami memboyong Karina ke Australia dan memberikan tempat satu kondominium di lantai yang sama dengan lorong dan blok yang berbeda. Kami hidup dengan aturan dan perjanjian sampai akhirnya Karina hamil itu kebahagiaan juga bagi Andhini tapi masalah baru datang menghampiri." Radit seakan berat untuk bercerita selanjutnya.


"Kenapa Kak Andhini mengambil keputusan seperti ini apakah ini jalan terakhir? tidak ada lagi solusi yang bisa dipilih selain seperti ini?" ucap Rahadian seperti tak mengerti jalan pikiran kedua pasangan suami istri ini.


"Andhini ingin garis keturunan dari darah daging orang yang dicintainya yaitu Aku! bukan anak orang lain walaupun itu tidak datang dari rahimnya sendiri." jawab Radit, yakin kalau Rai adiknya mulai mengerti permasalahan yang ada.


Rai diam mencoba menyelami perasaan Kakak Iparnya Andhini, mungkin semua ini Andhini lakukan dengan menekan perasaannya sendiri sehingga sedikit percikan membuatnya sensitif.


"Andhini nanti akan mengasuh anak Karina dan akan mengangkat anak itu menjadi anaknya sendiri dengan merahasiakan kepada kedua orang tua kami di Indonesia, makanya kami jauh dari mereka hengkang ke Australia ini demi alasan itu, nanti setelah 8 bulan atau 9 bulan Karina hamil kami akan mengabarkan kepada orang tua kami kalau Andhini yang hamil!" tutur Radit dengan gamblang bercerita tentang kronologi awal terjadinya seperti ini.


"Aku sungguh bingung Kak kenapa Kak Andhini tidak sabar dan memilih jalan itu? Apa Karina orang Indonesia juga?" tanya Rahadian sambil menatap Radit yang mulai mengambil cangkir minumannya.


"Ya, Karina seorang yatim piatu dari salah satu panti asuhan. Andhini kenal saat Karina bekerja sebagai perawat di rumah kami saat itu Andhini kecelakaan dan perlu bantuan seorang perawat, dari situlah mungkin mereka berkenalan. Andhini melihat karakter Karina yang baik di matanya, ya terjadilah seperti yang kini sedang kami alami negosiasi antara keduanya dan ada  kompensasi, perjanjian dan lain lainnya. Namanya juga perjanjian kita yang menjalaninya ada saja teknik yang salah kami jalani tapi itu bukan hal yang serius menurutku, Seharusnya Andhini tidak terlalu berlebihan melihat permasalahan ini selagi kita masih bisa berjalan sampai batas waktu kami berakhir nanti akan cerai lagi setelah Karina melahirkan," jawab Radit mengecilkan masalah di hadapan Rahadian.

__ADS_1


"Astaghfirullahaladzim, jadi nanti Kakak bercerai lagi sama Karina?"  tanya Rai seolah itu adalah permainan yang biasa dilakukan siapa saja dan lazim dalam pandangan orang-orang, tetapi menurut Rai sendiri itu suatu kesalahan mempermainkan perasaan walaupun ada kompensasi yang disebut tadi.


"Iya, Andhini mendapatkan Anak dan Karina mendapatkan kompensasi sejumlah uang dan bonus satu unit rumah," tutur Radit memberi penjelasan soal kompensasi pada Rai.


"Aku sungguh tidak setuju! Terlalu banyak orang yang akan tersakiti dan dibohongi, bagaimana nasib Karina di masa depan juga nasib anak itu? statusnya seperti apa? sudah Kak Radit sama Kak Andhini pikirkan?" Rai seperti menyesali semua yang sudah terjadi.


"Itu Anakku, anak biologis ku walau bukan dari rahim Andhini. Banyak orang yang mau sekedar menyewakan rahim demi satu kebutuhan, kalau melihat dari satu sudut pandang memang keterlaluan bagi kita yang punya duit memperlakukan orang seperti Karina, tapi bagi Karina sendiri jaminan masa depan itu tak akan datang sekonyong-konyong tanpa pengorbanan. Kesempatan itu tidak akan datang pada semua orang dan tidak akan datang setiap saat." Jawaban Radit kali ini kontan membuat Rai terdiam, menyadari timbal balik take and give, saling membutuhkan satu sama lain, saling memenuhi yang punya uang tidak memiliki anak, orang yang butuh masa depan dan penghidupan, butuh kehidupan yang layak seperti Karina mungkin satu anugrah, kita melihat di situlah keadilan.


"Tapi pernikahan Kak Radit pernikahan siri!" sahut Rai menjelaskan.


"Aku bisa mengaturnya seolah Andhini yang melahirkan dan anak akan otomatis kami yang memiliki hak pengasuhan dan perwalian, secara legal karena kami adalah suami istri tapi itu pengakuan secara sosial, tapi pengakuan secara pribadi Karina tetap Ibu dari anak itu" Radit telah siap dengan semua jawaban.


"Hanya masalah teknik saja, akhir-akhir ini Aku terlalu sering dan terlalu banyak meluangkan waktu bersama Karina,  sehingga Aku merasa telah mengabaikan Andhini. Di rasa Andhini Aku jadi tak adil, mungkin terlalu khawatir karena dalam keadaan hamil Karina takut terjadi apa-apa itu saja alasanku."


"Kak Radit sendiri sudahkah merasa adil soal waktu dan perhatian yang dilakukan selama ini? karena itu adalah kunci ketentramannya," tanya Rai lagi.


"Jujur Aku lebih banyak waktu bersama Karina akhir-akhir ini karena Karina banyak keluhan, itu Aku akui dan itu salah, sehingga memicu pertikaian dan pertengkaran antara Aku sama Andhini tetapi Aku sudah meminta maaf semoga bisa memperbaiki untuk kedepannya minimal sampai Karina melahirkan dan menyerahkan anaknya pada kami, Aku akan bercerai secara baik-baik dan Andhini tetap menganggap Karina sebagai Ibu dari anak kami dan tetap Karina sebagai orang tua dari anak kami dalam kutip."

__ADS_1


"Aku rasa kalau rumah tangga Kak Radit sama Kak Andhini telah menjalani semuanya dengan lancar sejak awal mungkin Kak Andhini akan lebih mengerti. Tapi kenapa dia menjadi marah sama Kak Radit? Atau ada ketidakadilan lain sehingga Kak Andhini merasa tersakiti?" pertanyaannya Ray kali ini membuat Radit diam mengakui semua kekasaran sikap, kurang perhatian dan mencuri waktu kebersamaan bersama Andhini adalah kesalahan terbesarnya.


Radit diam merasa pertanyaan Rai adiknya begitu tepat pada permasalahan yang ada, kalau dirinya sama Karina selama ini telah mencuri waktu kebersamaan yang seharusnya bersama Andhini. Juga harusnya Radit tetap menjaga keharmonisan bersama Andhini.


Radit merasa telah menyakiti Istrinya, padahal semua ini dilakukan untuk kebahagiaan rumah tangganya bersama Andhini tapi kenapa sekarang malah Andhini yang tersakiti?


"Kamu kenal Karina di mana?" tanya Radit.


"Aku tertarik hanya karena dia orang Indonesia Aku melihat keganjilan pertama Aku bertemu Karina terus saat jam makan bertemu lagi, ada keheranan di hatiku kenapa dia selalu pergi sendiri, jalan sendiri setelah Aku tahu semuanya ternyata dunia ini begitu sempit." ujar Rai sambil tertawa sarkas.


"Sekarang Kamu adalah jadi salah satu orang yang tahu permasalahan ini, jangan sampai bicor kepada keluarga kita, mungkin itu juga pesan Andhini yang akan disampaikan padamu nanti bahkan Aku akan menjadikan kamu saksi saat nanti mengabarkan kepada orang tua kita kalau Andhini sedang hamil. Aku menginginkan kamu memperkuat pernyataan itu."


"Boleh saja dengan satu permintaan!"


"Permintaan apa?"


******

__ADS_1


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️



__ADS_2