
"Dikira kamu nggak bakal masuk tapi ternyata kamu masuk juga hari ini, malah Bu Andhini sudah menelephon kemarin mungkin kamu nggak masuk kerja lagi di sini dan bersiap-siap berangkat ke Australia," ujar Pak Budi sambil memandang wajah Karina yang yang murung tak biasanya begini bertemu setiap hari di kantornya.
"Aku hanya mengambil barang-barang ku saja Pak, sekalian Aku mau minta nasihat juga pamit dan mohon do'anya dari Pak Budi juga terima kasih tak terhingga telah membimbing Aku dengan sabarnya sampai pada saat sekarang ini," ucap Karina sambil membungkuk sopan.
"Kamu memang rajin dan gigih Karina, Aku suka tipe pekerja seperti Kamu selalu ingin belajar dan tak ada puasnya akan hal baru dalam pekerjaan, Kamu pantas maju dan terpilih sama Bu Andhini." Pak Budi tersenyum pada Karina.
"Aku hanya bekerja dengan hati dan tanggungjawab Pak Budi, kalau masalah penilaian Bu Andhini itu Aku tidak tahu. Mungkin Bu Andhini merasa kasihan atau ada penilaian lain Aku tidak tahu hanya Aku bisa bersyukur bertemu dengan Tuan Radit dan Nyonya Andhini sehingga Aku bisa menatap masa depan debgan lebih besar hati lagi."
"Iya Karina, apapun itu selamat untukmu jangan sia-siakan kepercayaan orang yang telah mempercayaimu hanya satu pesanku sebagai sahabat dan atasan di sini, tetaplah jujur dan tanggung jawab dalam memegang kepercayaan hanya itu saja nasehat mungkin sebagai sahabat selama kita di sini kita begitu kenal baik semoga suatu saat kita bisa bekerja sama lagi."
__ADS_1
"Aamiin, terima kasih Pak Budi yang tak pernah bosan membimbingku, semoga kita suatu saat bisa dipertemukan lagi," sela Karina begitu merasa berat dengan semua yang ada di tempat kerjanya.
"Ya silahkan kalau mau beres-beres bareng Kamu dulu, mungkin hari ini juga Ibu Andhini sama Pak Radit akan menemui ku, karena waktu menelepon Dia berkata besok juga akan bertolak lagi ke Australia karena pekerjaan yang tidak bisa lama-lama ditinggalkan."
"Betul Pak seperti itu Bu Andhini berbicara padaku juga," jawab Karina sambil berjalan ke mejanya.
Ilmu yang dipelajarinya sampai dirinya merasa bisa dan Pak Budi telah begitu banyak mempercayakan pekerjaan yang sebelumnya Karina buta samasekali, semua di pelajarinya di sini dengan bimbingan Pak Budi dan dengan semangat semua di pelajarinya di sini dari awal mula belajar mengenai pembukuan, keluar masuk barang, mengecek barang yang ada di gudang, hanya lewat komputer berhubungan dengan sales marketing dan lain-lain. Semua pekerjaan Karina begitu merasa betah dan menguasai pekerjaan tapi Ibu Andhini berkata lain.
Karina memilih mengiyakan penawaran yang diberikan Nyonya Andhini dan Tuan Radit. Besok akan bertolak ke Australia tempat baru luar negeri, Negeri 4 musim sesuatu yang tak pernah sedikitpun terpikirkan oleh dirinya.
__ADS_1
Apalagi memasuki lingkar permasalahan keluarga Tuan Radit dan nyonya Andhini yang notabene majikannya sekarang adalah madunya. Karina dengan bangga dan besar hati menghadapi semuanya demi satu tujuan masa depan yang cerah setelah dirinya miliki.
Kedepannya permasalahan ekonomi tak akan menjadi masalahnya lagi uang satu miliar dan tabungan bekerja selama hampir setahun di sini telah mengisi pundi-pundi rekeningnya.
Harapan Andhini satu lagi semoga dirinya bisa hamil dan bisa memperoleh satu bonus yang sangat menggiurkan dari Nyonya Andhini yaitu satu unit rumah, dari situ Karina akan mulai membangun masa depannya dengan memulai merintis usaha tidak terlalu muluk hanya punya satu toko kelontongan yang cukup lengkap dan bisa menghidupi keseharian dirinya bersama adiknya Lila.
Asyik membereskan semua barang miliknya Karina sampai tak sadar kalau Nyonya Andhini sama Tuan Radit baru saja datang dan tengah mengibrol sama Pak Budi di ruangannya.
******
__ADS_1