
Erika pulang setelah meyakinkan dan menenangkan Andhini juga Rai sudah datang, semua jelas Karina punya niat lain entah berubah setelah semuanya berjalan.
Erika dan Andhini tak habis pikir Karina yang sebenarnya hanya berpikiran sangat sederhana entah kenapa tiba-tiba berubah pikiran menjadi drastis seperti ini dengan tuntutan di luar akal sehat, Karina manfaatkan Bayinya sendiri dengan permintaan yang dikemukakan begitu mengejutkan semua yang mendengar kalau Karina menginginkan Mas Radit.
Kini Andhini tak perduli lagi apa maunya Karina, dirinya malah balik membenci yang tadinya begitu simpati melihat kerelaannya membantu dirinya dan suaminya keluar dari permasalahan, yang rela dinikahi secara siri dengan batas waktu dalam perjanjian dan Andhini juga begitu rela memberikan kompensasi dan bonus yang di janjikan, juga fasilitas lainnya tapi kini semua berakhir jauh dari harapan, rumah tangganya bukannya sempurna dengan kehadiran seorang Bayi dari suaminya tetapi malah kacau di ujung tanduk permasalahan dengan sakit hati Andhini yang semakin menganga.
Andhini merasa di bohongi oleh seorang Karina yang begitu dirinya hargai dan malah dianggap sebagai Adik, tapi kini Andhini merasa ditikam dari depan dengan sengaja di niatkan dan di rencanakan dengan matang.
Bodohnya Andhini mengutuk dirinya sendiri yang terlalu percaya dengan kepolosan Karina selama ini, terlebih merelakan suaminya menikah siri dan akhirnya keikhlasan dan kerelaannya di manfaatkan dengan tidak melihat awal semua ini berjalan.
Satu harapan Andhini Karina datang dan bicara di hadapannya menyampaikan semua keinginan dan Andhini juga akan bertanya kesanggupannya seperti apa menyelesaikan atau membatalkan hanya itu saja.
Juga Bayi Anak suaminya akan seperti apa nasibnya? apa dalam pengasuhan Karina nantinya? sungguh licik dan curang cara yang di tempuh Karina, tapi kalau begitu mungkin tak ada kata merelakan sepeser pun materi yang Andhini keluarkan akan ada perhitungannya.
Kalau semua selesai berikan Bayi itu tanpa tuntutan apapun, kalau batal hitam diatas putih semua kompensasi juga batal. Tak apa bagi Andhini tak memiliki Bayi suaminya bersama Karina malah bersyukur karena semua akan mendatangkan masalah sepanjang hidupnya, juga di masa depannya toh Andhini sekarang sedang hamil.
__ADS_1
Seandainya Bayi itu di berikan pasti akan menjadi senjata Karina untuk tetap merongrong kebahagiaan keluarganya, makanya Andhini tidak terlalu berharap penyelesaian seperti itu jadi membiarkan semua dan ingin mendengar apa yang akan disampaikan Karina selanjutnya.
Ketegangan masih saja terasa di dalam hunian Andhini dan Radit, Rai yang dari tadi diam setelah mendengar penjelasan Erika akhirnya keluar juga katanya mau ke minimarket meninggalkan Andhini dan Radit dalam pikirannya masing-masing.
"Dhini, sekali lagi maafkan Aku, Sejak awal Aku tidak setuju dengan rencana seperti ini, dulu Aku selalu bertanya dan bertanya bahkan beberapa kali, tetapi kamu menjawab begitu siap, menurutku bukan hanya siap kehilanganku selama pernikahan dalam perjanjian ini, tapi harus siap dengan suatu masalah yang tak terduga seperti sekarang ini, Aku akui ada campur tanganku yang seperti memberi harapan sama Karina tapi itu hanya perasaan sesaat semua laki-laki, sebelum Aku sadar yang Aku cintai selama ini adalah Kamu," Radit mendatangi Andhini yang duduk di tepi tempat tidur. Ikut duduk di tepinya sambil menggenggam jemari Andhini.
"Syukurlah kalau Mas Radit mulai sadar, tapi Aku begitu rela seandainya Mas Radit ingin bersama Karina tapi ada pilihan konsekuensi yang harus Mas pilih satu diantara Aku dan Karina jika itu membuat Aku tenang dan Mas sendiri bahagia silahkan, Aku tak ingin memaksakan diri bertahan karena Aku ingin seseorang yang mencintaiku dengan tulus," ucap Andhini dengan hati yang tegar.
"Tidak Andhini, hatiku hanya untukmu dan hidupku hanya milikmu, selama ini Aku seperti tak sadar telah mengabaikan Kamu dan berlaku curang dalam menjalani pernikahan, beri Aku kesempatan memperbaiki diri dan menyelesaikan semuanya, Aku akan menemukan Karina dan menceraikannya, sekarang juga di hadapanmu Aku bersaksi 'Aku ceraikan Karina Binti pulan dengan talak tiga sekaligus' Semoga semua selesai. Kini Aku menganggap haram menyentuh Karina lagi," ucap Radit penuh kesungguhan.
"Mas?"
Andhini diam mungkin Mas Radit serius kali ini, biar lah waktu yang akan membawa mereka kembali pada keutuhan rumah tangganya, Andhini sendiri masih merasa terlalu proses untuk mengakhiri semua ini.
"Itu Aku rasa harusnya Mas mengikrarkan talak di hadapan Karina tetapi tidak di hadapan Aku, Aku ingin Mas seperti berjanji di depanku saat pertama menikahi Karina, akan bertanggung jawab dan menggauli juga membiayai segala keperluannya dan sekarang juga seharusnya Mas di depan Karina juga mengucapkan kata itu dan Aku sebagai saksinya baru Aku merasa lega dan Karina bisa menerima semuanya." Andhini merasa ucapan Radit hanya emosional saja.
__ADS_1
"Oke, Aku mengerti Andhini, tapi untuk sementara hanya itu permintaan maafku padamu. Nanti akan Aku sampaikan pula dan di ucapkan saat kita bisa bicara dan duduk bersama kalau Karina mulai terbuka dengan keinginannya," ucap Radit sambil memandang Andhini di sampingnya.
Andhini entah seperti apa perasaannya kini di hadapannya suaminya menjatuhkan talak bagi Karina sebagi permohonan maafnya selama ini, tapi Karina begitu menginginkan Mas Radit.
Haruskah dirinya tak menerima kembali suaminya dan tak memaafkannya? itu bukan seorang pribadi Andhini, telah lama Andhini menunggu saat suaminya sadar dengan keadaan yang sebenarnya, dengan apa yang dilakukannya selama ini adalah salah, menyadari semua kekeliruannya kalau semua itu untuk dijalani dengan semestinya karena semua berawal dengan tujuan baik untuk kebahagiaan rumah tangga dan masa depannya, terutama menutupi kekurangan ketidaksempurnaan mereka dihadapan kedua orang tua mereka soal Anak.
"Andhini, sekaligus permohonanku mencabut semua tuduhan ku, dimana selama ini Aku telah egois dengan keraguanku pada janin di dalam perutmu itu, rasanya Aku begitu jahat dan tak adil selama ini telah begitu semena-mena memperlakukan Kamu dan buah hati kita, mungkin datang kesadaran saat ini jadi semua Aku sampaikan saat ini. Kiranya Kamu mau memaafkan Aku untuk masalah yang satu ini kita kembali bina rumah tangga kita, tanpa tuduhan tanpa keraguan lagi yang kita pikirkan ke depannya hanya Anak kita, rumah tangga kita dan mungkin akan ada Anakku juga dari Karina," ucap Radit begitu panjang ucapannya.
"Iya Mas, Aku sudah memaafkan Mas Radir sejak lama, tapi demi kenyamanan dan ketenteraman rumah tangga kita ke depannya Aku tetap pada pendirian awal karena berawal dari keraguan dan tuduhan akan ada tes DNA bukan sebuah perlawanan tetapi itu demi menjaga kebenaran di antara kita," jawab Andhini dengan pasti.
"Kalau itu maumu Aku ikuti saja semua keinginanmu, walau Aku sudah tak menuntut semua pembuktian itu," ucap Radit sambil mencium tangan Andhini.
Radit baru sadar kalau sebenar benarnya seorang istri ada di hadapannya kini, tempat berbagi segalanya penuh cinta dan kasih sayang tanpa tuntutan apapun dan iklhas dalam segalanya sabar dan begitu rela memaafkan.
******
__ADS_1
Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️