
Kediaman Keluarga Subrata Atmaja.
"Bu? Kenapa Ibu sama Bapak Izinkan Kak Radit sama Kak Andhini pergi dan menetap di Australia? Apa di sini mereka tidak punya ruang untuk berkarya dan menciptakan kesibukan?" cecer Rahadian adik Raditya saat pulang dan diberi tahu kalau Kakak sama Kakak ipar satu-satunya nggak ada di Indonesia.
"Bukan begitu Rahadian, mereka itu punya mimpi dan keinginan yang kita tidak tahu tujuannya seperti apa, tetapi Ibu hanya positif melihatnya mereka ingin check up bisa konsultasi lebih dekat di rumah sakit ternama, mungkin juga selama pernikahan mereka mereka tidak pernah berbulan madu jadi mumpung masih muda kenapa tidak mereka menjadikan masa-masa itu adalah memenuhi harapan dan impian mereka," jawab Ibunya Rahadian pada Adiknya Raditya, Ibu Juwita menjawab apa adanya.
"Tadinya Bapak juga melarang bahkan mempertanyakan sebenarnya apa tujuan mereka ingin jauh dari orang tua, tapi setelah tahu keinginan mereka dan akan merintis usaha di sana juga semua keinginan mereka tak bisa di halang halangi, akhirnya Bapak hanya bisa mengizinkan dan mendo'akan mereka." Pak Subrata menjawab keheranan Rahadian anak bungsunya yang baru saja datang setelah di nyatakan lulus dan menunggu waktu wisuda saja.
"Gimana sih Kak Radit? meninggalkan tanggung jawab yang diserahkan Bapak, juga Kak Andhini sendiri gimana itu, apa orang tuanya mengizinkan begitu saja?" Lagi-lagi Rahadi seperti menyalahkan dan menyayangkan sikap Kakaknya Radit dan Kakak iparnya Andhini untuk hengkang dari perusahaan yang telah begitu besar di Indonesia malah ingin merintis dari awal, Rahadi sungguh tidak mengerti dengan jalan pikiran mereka.
"Rahadi, orang tua pada dasarnya menginginkan kebahagiaan untuk anak. Orang tua hanya mengijinkan dan mendoakan yang terbaik, orang tua tidak bisa mengendalikan anak sepenuhnya mereka punya mimpi sendiri punya keinginan sendiri. Ibu sama Bapak tidak berhak mengekang dan melarang mereka. Mereka sudah punya rumah tangga sendiri, kemana rumah tangga mereka akan di bawa selama masih dalam batas kebaikan di sana juga mereka akan tetap merintis usaha silahkan kamu datang ke Australia Ibu akan senang kalau kamu bisa menengok mereka atau bahkan kamu juga mau mengembangkan usaha di sana silahkan saja." tambah Ibu Juwita memberi pengertian pada Anaknya.
"Tapi bagi Bapak ada baiknya juga Nak, Kakakmu bisa tahu dari awal bagaimana menjalankan bisnis yang sebenarnya, walau permodalan bagi mereka tak menjadi masalah hanya pengendalian dan manajemen yang harus mereka jalankan dengan benar." imbuh Pak Subrata seperti menegaskan pilihan Radit ada baiknya.
"Aku hanya tak habis pikir Pak apa yang mereka cari malah menjauh dari orangtua yang seharusnya mereka sudah menggantikan peran Ibu sama Bapak di sini yang sudah seharusnya istirahat."
__ADS_1
"Semua akan ada saatnya anakku kamu kan sudah selesai kuliah sudah membawa gelar sarjana ekonomi lulusan luar negeri yang sangat membanggakan orang tuamu, sudah saatnya kamu memilih calon istri dan bisa menjadi wakil Bapakmu meneruskan usaha di sini." jawab Ibu Juwita sambil menaruh minuman di depan Anaknya.
"Malah Bapak sama Pak Suryadilaga sudah menghibahkan anak perusahaan pada Kakakmu sebagai hadiah pernikahan tetapi semua itu tidak membuat mereka ingin serius mengelolanya, tapi tak apa perusahaan itu tetap berjalan malah kendali semua perusahaan tetap Raditya sama Andhini yang pegang oleh mereka dari Australia," jawab Pak Subrata
"Sepertinya Rahadi masih jauh Bu buat berumah tangga. Tapi entahlah kalau memang ada yang cocok sebagai jodoh. Ingin rasanya Rahadi pergi ke Australia melihat keadaan Kak Radit sama Kak Andhini dan juga melihat perkembangan usahanya apa mereka benar-benar menikmati kehidupan mereka jauh dari orang tua?" ucap Rahadian begitu jauh pandangan dan pikirannya tak seperti yang dibayangkannya, pulang akan di sambut Kakak juga Kakak iparnya selain kedua orangtuanya.
"Pergilah kapanpun kamu mau. Jangan menilai orang hanya dari pendapat dan pandangan kita saja, mungkin kalau kamu ngobrol dengan Kakakmu dengan Kakak ipar mu akan ada banyak hal baru yang belum kamu mengerti dari kehidupan ini."
"Ya Bu, nanti Rahadi pikirkan dulu, rasa kangen sama Kak Radit rasanya ingin pergi dan bertemu besok juga, tapi Rahadi masih capek mungkin nelephon saja dulu."
"Sepertinya Kakakmu juga Kangen sama kamu Nak, Ibu merasa bersalah sama Nak Andhini entah itu alasannya atau bukan, yang pasti Ibu merasa berdosa terkadang Ibu secara tidak sadar berbicara di hadapan Kakak ipar mu tentang anak dalam rumah tangganya walaupun tidak secara langsung, Ibu salah padahal anak dalam rumah tangga adalah anugerah dan bonus titipan dari Yang Maha Kuasa bukan atas dasar kemampuan dan kuasa kita."
"Mungkin kalau jauh dari orang tua mereka bisa hidup tenang tidak di singgung soal keturunan dan anak, walaupun kami sebagai orang tua menyadari semua itu di luar kehendak kita. Jika Yang Maha Kuasa menakdirkannya seperti apa itu adalah Kuasa Nya termasuk anugerah anak terhadap rumah tangga siapapun."
"Sebenarnya bukan soal itu Bu, jangan menyalahkan diri sendiri mungkin mereka pada dasarnya ingin merintis usaha sendiri berdiri di atas kaki sendiri itulah mereka dengan keinginannya biarkanlah yang penting kita dukung kita kasih support." Pak Subrata selalu bijaksana dalam menilai sikap Radit sama Andhini menantunya.
__ADS_1
"Bapakmu memang awalnya sedikit menyalahkan Ibu, padahal Ibu tidak bicara langsung kepada Nak Andhini cuman Ibu kadang hanya menyinggung jangan terlalu capek dalam bekerja, jangan terlalu memforsir diri perbanyak waktu berduaan dan istirahat, kata-kata Ibu tidak lebih dari seperti itu hanya mengingatkan kepada anak itu adalah wajar tetapi mereka mungkin begitu sensitif."
"Sepertinya Kak Andhini bukan tipe orang sensitif Bu, tapi kalau soal anak entahlah."
"Ya sudah, kalau kamu mau suatu saat tengok ke sana sekalian kamu bisa rehat dulu setelah belajar menuntut ilmu sekian tahun kamu bisa refreshing dulu sebelum masuk ke dunia kerja yang telah Bapakmu siapkan."
"Baiklah Bu, tadinya yang Aku pikirkan akan bertemu Kak Radit juga Kak Andhini tetapi ternyata mereka sudah mau beberapa bulan berada di belahan dunia lain."
"Begitulah Kakakmu, semua serba mengejutkan datang ke sini menggambarkan kalau Nak Andhini habis kecelakaan di pantai saat mereka liburan, sudah sembuh baru mereka kasih tahu dan lebih mengejutkan lagi mereka minta izin untuk pergi menyusul temannya ke Australia merintis usaha di sana," ujar Nyonya Juwita terlihat dari matanya ada rasa kangen sama anak dan menantu kesayangannya Andhini.
"Aku pasti berkunjung ke Australia dan akan bikin kejutan pada mereka di sana nanti."
"Khabar terakhirnya mereka mengabarkan dari satu minimarket yang telah mereka buka sudah dua dan akan membuka yang lebih besar untuk yang ke ketiga katanya, memang kemampuan mereka sangat membanggakan hidup di negeri orang bukan hanya menghamburkan uang tapi berinvestasi dan merintis usaha dari bawah."
******
__ADS_1
Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi karya di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️