Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Kebersamaan yang kaku


__ADS_3

Andhini duduk di jok belakang mobil yang dikendarai Radit suaminya, Andhini duduk bersebelahan dengan Karina yang semenjak naik mobil tetap diam tak banyak cakap.


Andhini sengaja duduk di belakang karena demi menjaga perasaan Karina. Andhini merasa ingin memberi ruang pada Karina walau pada kenyataannya tetap ada jarak antara mereka.


Diantara mereka sekarang ada batas sangat sensitif sebagai seorang istri Mas Radit. Keduanya punya ego dan rasa masing-masing yang sulit di jelaskan.


Andhini merasa Karina itu seperti adiknya atau saudaranya begitulah anggapan Andini menciptakan suasana seperti itu dalam hati dan kesehariannya.


Tapi bagi Karina semua itu begitu tak mudah menyesuaikan diri dengan majikannya sendiri adalah hal yang mungkin memakan hati dan menghalangi gerak langkah untuk melakukan apapun walaupun saat berdua dengan Raditya Karina merasa memiliki seutuhnya.


Mobil yang baru beberapa hari dibeli karena kebutuhan mereka sudah memerlukan dan sangat penting untuk keperluan bolak-balik ke sana kemari walaupun benar kata Erika memiliki kendaraan bukan perkara mudah berada di kota metropolitan Melbourne Australia.


Radit melihat dari kaca spion dalam kalau kedua istrinya sangat akrab satu sama lain terutama Andhini benar-benar menyayangi istri sirinya Karina sepintas dari pandangan luar.


Radit tahu hati Andhini begitu tulus, tapi mungkin dalam hal membagi cinta tidak tahu seperti apa perasaan sesungguhnya, mungkin sakit juga atau ada kata tidak ikhlas tapi semua itu tak nampak di wajah Andhini.


Ada perasaan aneh di hati Radit kenapa dirinya harus terjebak dalam suasana seperti ini kedua istrinya begitu istimewa dalam kehidupannya walaupun belum begitu lama mengenal dan menyelami istri sirinya Karina.


Tetapi di mata Radit Karina seorang yang cantik dan pintar juga gesit dalam pekerjaan dilihat dari sisi manapun Karina adalah seorang dewasa yang sudah bisa mengambil keputusan dan menentukan masa depannya sendiri seperti apa yang sedang di jalaninya kini.


Memang kehidupan dan pilihan yang sulit berada kehidupan Karina tetapi mungkin itu adalah pilihan tanpa paksaan memutuskan menjadi istri siri, tetapi bagi Radit siapapun istri yang diajukan Andhini demi memenuhi keinginan istrinya sendiri Radit siap menerima.


Karena Radit percaya Andhini punya kriteria tertentu harus wanita baik-baik dan juga ikhlas menjalaninya dan itu mungkin didapatkan dari Karina saat ini.


Radit merasa jadi seorang yang sangat di butuhkan bagi kedua istrinya, saat malam kebersamaan bersama Andhini semua itu harus tetap dijaga dan siangnya seakan waktu ekstra yang diberikan Radit untuk Karina memberikan sensasi lain dalam kehidupannya juga dalam hubungan pribadi suami istri merasa semakin bergairah dan menanti setiap pagi dan hari yang dijalaninya semakin berwarna.


Jauh dari bayangannya juga dari angan-angannya saat ini dirinya memiliki dua istri sekaligus Andini yang merekomendasikan Andhini menginginkan. Sebagai suami Radit tak bisa menolaknya dengan alasan apapun Andhini tetap pada pendirian menyarankan Radit untuk menikah kembali demi satu alasan kebahagiaan dan menutupi kekurangan dirinya yang sampai saat ini belum diberi kepercayaan kehamilan.

__ADS_1


Karina dalam kehidupan Radit seakan mimpi yang nyata ada pada kenyataannya, terkadang Radit ingin memeluk keduanya tapi itu adalah di luar etika privasi suami istri yang lazim.


Andhini yang manja di hadapan nya berubah menjadi sangat kelihatan dewasa dan melindungi di depan Karina terkadang Radit juga bingung memikirkan sikap Andhini yang sangat begitu baik dengan segala yang dilakukannya terhadap Karina.


Dalam hati Radit hanya tersenyum memikirkan kedua wanita cantik istri istrinya seakan lagi main rumah rumahan di masa anak-anak dulu.


Segalanya seakan terasa seperti permainan dan seperti dalam cerita fiksi hasil rekayasa tapi semua benar adanya.


Radit memang bukan seorang pria penganut poligami, tak terbersit sedikitpun dalam niat dan pikirannya. Cinta dan kesetiaan dalam prinsip hidupnya begitu dijunjung tinggi yang hanya untuk cinta sejatinya Andhini, tapi keadaan yang menggiringnya pada suasana yang jauh dari angan angannya, kini dalam hitungan bulan dirinya telah punya dua istri cantik cantik.


Kenapa malah istrinya sendiri Andhini menyuguhkan permasalahan yang begitu dilema Radit untuk dipilih. Semua coba Radit jalani sebijak mungkin akan seperti apa permasalahan ini akan bermuara nantinya.


"Mas, mau di mana makannya?" Suara Andhini membuyarkan semua lamunannya.


"Oh, ya. Di sini juga boleh." Radit membelokkan mobilnya ke arah kiri dan berhenti di depan rumah makan.


Tal ada gandengan atau rengkuhan Radit pada salah satu istrinya hanya jalan sendiri sendiri saja, yang biasanya kalau nggak Andini selalu Radit yang merapatkan tubuhnya itu memperlihatkan rasa sayang kebahagiaan kebersamaan mereka.


Dalam kebersamaan bertiga Andhini yang lebih banyak peranan dan mendominasi setiap percakapan dan memulai semuanya itu bisa dimaklumi sama Radit juga Karina.


"Rina, gimana perasaanmu? apa sudah enakan, bisa kita makan dulu biar kita makan sama-sama?"


"Enakan Nyonya cuma pening saja, boleh Aku merasakan lapar dan cepet lapar juga." sahut Karina tanpa melihat wajah Andhini yang lagi melihat buku menu hanya sekilas melihat dengan ujung matanya Radit lagi memandangnya sambil tersenyum.


"Mas mau apa?" mau pilih sendiri?" Andhini bertanya sama suaminya.


"Sudah aja samain, Karina aja kalau mau pilih biar pilih sendiri, " ucap Radit berusaha tak mengulur waktu.

__ADS_1


"Oh nggak, silahkan saja Nyonya yang pilih apapun Aku senang aja." Karina menjawab sendiri tanpa diminta pendapat sama Andhini.


"Oke, baiklah. Kita samain aja sepertinya yang ini enak jadi kita pesan 3 porsi dan juga 3 minumannya ya."


Andhini bertanya pada Karina hal-hal yang ringan seputar tinggal di kota ini, bicara hal yang umum juga adaptasi lingkungan cuaca dan penyesuaian di tempat kerja.


Semua Karina jawab dengan lugas, seakan memposisikan dirinya sebagai sahabat bagi Andhini dan terbiasa dengan Raditya.


Andhini memaklumi Karina pasti punya batasan tertentu tentang apapun mulai dari bersikap, menyetujui sesuatu dan mengambil keputusan selalu menerima apapun yang di sarankan Andhini, tapi bagi Andhini menghargai dan menempatkan Karina di sampingnya menjadi satu keharusan mensejajarkan Karina sebagai istri Mas Radit itu satu penghargaan dari Andhini, dalam hal seorang istri Karina begitu menghargai terhadap Karina.


"Rina, mau nambah nggak?"


"Aku merasa mual maaf Nyonya, permisi mau ke toilet dulu."


"Astaghfirullahaladzim, Mas coba antar Rina ke toilet." Andhini menunjuk Karina yang setengah berlari ke arah. belakang.


Radit mengejar Karina menyusulnya yang sejak mengucapkan kata mual langsung berdiri beranjak meninggalkan Andhini yang masih duduk sama Radit di meja makan.


"Rina, kamu memuntahkan kembali makanan kamu, gimana jadinya?"


"Maaf Mas, perutku seperti lagi bermasalah." jawab Karina sambil memegang perutnya.


******


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi karya di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️


__ADS_1


__ADS_2