
"Mana Mas Radit?" tanya Andhini sambil menahan perasaannya.
"Mungkin dia ketiduran, mau Aku panggilkan Nyonya?" sahut Karina tanpa merasa bersalah.
Andhini merasa jijik melihatnya walau itu hubungan suami istri tapi tak ingin seperti ini yang di lihatnya, membayangkan semuanya Andhini menjadi muak, tapi mau marah pada siapa? kenyataan di hadapannya nyata Karina seperti habis berhubungan badan dengan siapa lagi kalau bukan sama Mas Radit?
"Kalau sudah tidur biarkan saja, Aku hanya memastikan karena menunggunya begitu lama mau makan malam, di telepon nggak aktif ponselnya, sudah Aku pulang saja." Andhini balik badan tak ingin melihat keadaan tubuh Karina yang berantakan.
Karina menaikkan alisnya saat Andhini telah berlalu, menutup pintu dan menguncinya.
Baru kali ini Andhini merasa salah dengan keputusannya, hatinya benar-benar sakit di suguhi kenyataan seperti itu, tak ada yang berbagi itu pada dasarnya adem ayem seperti merdeka yang sebenarnya tapi sakit dalam hatinya seperti mengganjal perasaannya untuk bisa ikhlas.
Ada airmata menetes dari bola matanya, hilang semua mood dalam hal apapun, semua Andhini telan dengan asinnya airmata yang melewati bibirnya.
Kenapa mereka seakan terang-terangan berkhianat akan perjanjian di hadapannya? apa yang salah dengan dirinya? Mas Radit sama Karina seakan merasa tak bersalah walau telah mencuri waktu dari dirinya yang diberikan leluasa setiap harinya?
Kenapa harus menyakiti dirinya yang sejak awal begitu mempersiapkan diri dengan kerelaan dan keikhlasan?
Andhini masuk lalu menutup pintu dan menguncinya. makanan di meja yang belum di sentuhnya tersaji begitu saja, tak habis pikir dengan Karina dirinya yang menjamin hidup dan masa depannya kenapa bisa jadi begini?
Harusnya Karina bisa menolak kalau bukan jatahnya dan Mas Radit juga semestinya jangan terang terangan seakan di depan matanya sengaja memamerkan kebebasannya, apa artinya maaf yang baru saja Andhini berikan hanya meminta kebersamaan malam dan siangnya Mas Radit bisa sama Karina.
__ADS_1
Sejuta sesal bergelayut di dada Andhini, tapi semua sudah terlanjur semua harus tetap berjalan dalam alurnya.
Karina melampaui batas apa yang Andhini pikirkan selama ini, hilang semua simpatik merasa tak di hargai lagi baik sama suami ataupun Karina.
Aturan tinggal aturan yang bebas mereka langgar dengan dalih kehamilan dan suami istri, tapi Andhini juga sebagai istri tak di tempatkan pada tempatnya, Mas Radit telah jauh melangkah dengan menorehkan luka di hatinya.
Sampai saat ini Andhini masih bisa sabar dengan semua yang mereka langgar, siang untuk Karina dan malam adalah kebersamaannya, semua itu tinggal aturan, Mari kita rubah kita langgar dan curang bersama-sama!
Lihat saja kalau sampai malam ini Mas Radit tidak pulang yang keduakalinya mungkin Andhini akan mengambil tindakan sendiri apapun itu!
tok tok tok ....
tok tok tok ....
Andhini membuka pintu tampak senyum manis Rahadian di depan pintu, Andhini gelagapan Rahadian menerobos masuk tanpa komando dan tanpa kata tuan rumah yang mempersilahkannya masuk.
"Kak, pinjem laptop dong, mau nyimpen data gambar sebentar besok kalau sudah beli flashdisk aku copy lagi," cerocosan Rahadian sambil duduk lalu berdiri lagi buka kulkas mengambil sesuatu lalu duduk lagi.
"Tuh! pake aja." Andhini menuduhkan laptop diatas lemari pajangan dengan mukanya yang diangkat.
"Kak Radit kemana? Kalian belum makan ya rupanya?" Rahadian melihat makanan masih utuh di atas meja.
__ADS_1
"Kakakmu ada panggilan mendadak, barang di gudang di penyimpanan kantor ekspor impor kepenuhan jadi mau tidak mau harusnya diangkut sekarang, jadi keluar lagi," ucap Andhini masih menutupi semuanya.
"Oh, alah kenapa nggak ajak Aku?" Rahadian menatap Kakak iparnya.
"Namanya juga buru-buru, nggak ingat siapapun sepertinya." Andhini menjawab dari hasil pemikirannya yang tidak bisa cari alasan lain.
"Kak Radit pulangnya malam ya?"
"Mungkin ya mungkin tidak, mungkin juga nggak pulang."
"Masa sih segitunya? tadi Aku melihat Kak Radit sama Kak Andhini pulang sore bareng sampai masuk lift? Aku masih di tempat makan di bawah sana sampai sore sama Vira."
Andhini diam jangan-jangan Rahadian menguntit sampai mereka berpisah di lain lorong.
"Kamu jaga aja di situ bukakan pintu kalau Kakakmu pulang, mau maka tinggal makan Kakak tidur duluan capek banget hari ini."
*****
Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️
__ADS_1