Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Maukah Karina pulang?


__ADS_3

"Vira! Vira! Aku berhasil meyakinkan Karina dan Dia mau pulang nanti sore, Aku akan menjemputnya di stasiun itu!" ucap Rai berteriak seperti orang yang begitu gembira karena mendapatkan lotre.


Rai juga seperti anak kecil di hadapan Vira, membuat Vira merasa malu pada pelanggan yang mengantri di meja kasirnya.


Rai dengan spontan memeluk Vira yang ada di balik meja kasir. Vira kaget karena lagi melayani beberapa pembeli yang mengantri dengan barang bawaan di keranjang masing-masing mereka terlihat tersenyum melihat tingkah laku Rai yang kelewat kegirangan.


Tapi semua pelanggan maklum malah ada yang bertanya segala dan ikut merasa bahagia.


"Mas! hai! ada apa? nanti dulu Aku lagi melayani pembeli dulu nih!" jawab Vira, membuat Rai sadar lalu melepaskan pelukannya dan tersenyum sambil membantu menggeser barang yang mau di cek harganya.


Vira melirik wajah di sampingnya sambil tersenyum, dunia mereka terasa begitu indah, dan hidup, melihat kegembiraan di muka Rai selalu memberikan satu pengharapan dan masa depan yang begitu indah sekaligus meredupkan kembali di hati Vira, semua larut bersama ketakutan seiring rasa pengakuan keterbatasan dirinya dan keluarganya walaupun pada kenyataannya Rai terlihat mencintainya, tapi selalu terbersit punya pertanyaan apa karena mereka selalu bersama-sama lalu tercipta perasaan itu? bagaimana kalau Rai telah tahu keadaan keluarganya yang hanya biasa-biasa saja dan sangat sederhana? apa Rai tidak malu punya pacar orang biasa saja?sedangkan Rai belum melihat dunia lain yang setara sederajat juga selevel dengan dirinya Vira begitu takut perasaannya terkoyak hanya karena keadaannya. Takut cinta itu sendiri yang membuat hatinya kecewa dan terluka pada akhirnya.


"Ada apa Mas? kok gembira amat?" tanya Vira sambil membereskan uang di laci setelah pembeli selesai belanja. Hanya ada beberapa orang saja yang masih melihat-lihat dan memilih di lorong minimarket itu.


"Vira, Aku memang gembira walau cuma bisa meyakinkan Karina untuk pulang setidaknya Aku bisa memberikan kontribusi pada Kakakku pada Kak Andini untuk segera menyelesaikan masalahnya Aku kasihan kepada mereka sudah terlalu lama yang terlalu larut dan masalah rumah tangganya, Aku bisa membatunya dan merasa bersyukur," ucap Rai sambil memegang pundak Vira.


"Syukurlah Mas, Aku juga bangga pada kemampuan Mas Rai bicara, semoga membuat Pak Radit cepet sembuh dan Bu Andhini mendapat kepastian, tapi yakin Karina mau pulang? dan Mas mau menjemputnya di mana?" tanya Vira sambil sedikit agak dongak melihat raut wajah Rai yang ada di atasnya.

__ADS_1


"Vira, apa sebaiknya Aku ajak kamu ke stasiun Caulfield juga Kak Andhini atau Erika?" tanya Rahadian seakan meminta pendapat Vira.


"Mas, kan Pak Radit lagi di rumah sakit jadi siapa yang menunggu di rumahsakit? lagian Bu Andhini tak baik sepertinya bepergian kalau lagi hamil Aku merasa khawatir, lebih baik kita saja yang jemput Karina," sahut Vira memikirkan juga soal Bu Andhini yang lagi hamil, mengingat kejadian beberapa hari lalu yang menimpa Pak Radit Vira merasa cemas saja dengan keadaan Bu Andhini.


"Iya ya, kalau saat begini begitu butuh yang namanya saudara, terasa banget hidup di negeri orang jauh dari saudara orang lain yang dekat dan baik kita anggap saudara," ucap Rai, bersyukur juga dirinya di pertemuan dengan Vira yang begitu cocok segalanya juga di hatinya.


"Tapi Mas, jangan lupa bicara dulu kabar ini sama Bu Andhini, kalau kita yang akan jemput biar nanti kita tak di salahkan," ucap Vira memberi masukan bagi Rai.


"Benar Vira, rasanya Aku tentram saja kalau pergi sama Kamu, hati ini merasa tenang dan nyaman saat ada di dekat Kamu," jawab Rai merasa kalau Vira begitu istimewa di hatinya.


"Vira kita dipertemukan dalam suasana banyak masalah Kakakku saat Aku ingin liburan di sini sedangkan Kamu dalam masa-masa kuliah dan juga bekerja, semua membuka mata hatiku betapa selama ini Aku belum begitu berarti bagi siapapun apalagi buat kedua orangtuaku dan membuat kekaguman ku kepadamu semakin bertambah," ucap Rai dengan muka serius.


"Mas Rai jangan berlebihan menyanjungku, mungkin Aku tidak sebaik yang Mas sangka, Aku hanya gadis biasa, yang mencari peruntungan sendiri dan Alhamdulillah Aku sampai di sini dalam pencapaian sekarang ini belum terlihat apa-apanya Mas Rai dibandingkan dengan orang lain, setelah selesai kuliah Aku ingin bekerja memberikan sesuatu yang berharga dan Kalau mungkin ingin mengangkat derajat keluargaku dengan apa yang Aku mampu dan bisa, juga Aku Raih dengan tenagaku," jawab Vira tentang dirinya.


"Vira benar kata Kak Andhini kalau Kamu itu wanita yang luar biasa walau Kamu selalu bicara tentang kekurangan keluargamu, tapi Aku tidak berpikir seperti itu yang Aku lihat adalah dirimu sekarang kamu bisa kuliah dengan beasiswa keberhasilanmu bisa membagi waktu dengan bekerja menghidupi diri sendiri di sini tanpa membebankan kepada orang tua itu adalah nilai plus bagiku sedangkan Aku sendiri yang berlimpah apapun tapi fasilitas dari orangtuaku, Aku merasa begitu kecil di hadapanmu karena hidupku belum bisa memberikan kontribusi apa-apa bagi keluargaku bagi usaha Bapaku Aku hanya bisa membantu Kakakku, Kak Andhini dan Kak Radit dan harapanku sekarang hanya ingin membantu menyelesaikan masalahnya itu saja," ucap Rai panjang tentang kekagumannya pada Vira juga tentang keadaan dirinya yang belum bisa apa-apa di hadapan orangtuanya.


"Iya Mas, Aku juga ingin membantu Pak Radit dan Bu Andhini seandainya ada yang bisa Aku bantu," tambah Vira ikut merasa prihatin dengan masalah keluarga majikannya.

__ADS_1


"Iya Vira terimakasih, telah memberikan empati pada keluargaku," jawab Rai merasa bangga dan semakin cinta dengan segala kepribadian yang di perlihatkan Vira hari deni hari,


Rai tersenyum tak bisa di lukiskan kalau dirinya begitu cinta dan semakin sayang pada Vira.


"Vira dalam hidupku belum pernah Aku tersentuh oleh kesadaran seperti ini, kini saat Aku mengenalmu. Mungkin hidupku terlalu enak dengan kesuksesan orang tua Aku iri padamu Vira Kamu seorang perempuan tetapi bisa berjuang lebih keras dari seorang laki-laki seperti Aku," ucap Rai, membuat Vira merasa tak punya kelebihan apa-apa tetap rendah pada siapapun.


"Sudahlah Mas, masih banyak kesempatan untukku juga Mas Rai untuk kita raih juga untuk berbakti dengan apa yang kita bisa, kita lakukan di masa yang akan datang sekarang juga mungkin hanya bisa membantu Pak Radit juga Bu Andhini itu juga sudah jadi sesuatu kebanggaan bagi kita," ucap Vira datar.


"Iya Vira, biar Aku kabari dulu Kak andhini kalau kita saja yang akan menjemput Karina, semoga itu adalah titik selesainya masalah mereka dan Aku begitu ingin melihat keadaan Kak Radit dan Kak Andhini hidup rukun kembali dalam sebuah ikatan rumah tangga tanpa ada sesuatu yang merintangi mereka,"


"Iya Mas, semoga."


******


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️


__ADS_1


__ADS_2