
"Karina gimana sehat? syukurlah akhirnya kita bisa bertemu lagi di sini, semoga sehat untuk selanjutnya dan kita bisa menyelesaikan semua yang tertunda dari kemarin," ucap Andhini di hadapan Karina, Ros Erika, Vira, Rai dan Radit yang sudah pulang dalan keadaan masih jalan pakai penyangga.
"Alhamdulillah Nyonya, tak ada hal lain selain Aku ingin tahu kabar Adikku saja," sahut Karina dengan suara perlahan.
"Baiklah Karina, nanti soal itu kita bahas. Ada hal penting yang harus kita selesaikan perlu Aku sampaikan dan jawaban dari apa yang Kamu tuntut selama ini padaku pada Mas Radit, jadi Aku dengan mohon maaf tidak bisa mengabulkan semua permohonan yang Kamu ajukan masalahnya bukan masalah uang yang susah Aku realisasikan tetapi masalah hati dan perasaanku saja," ucap Andhini sulit di pahami Karina yang hanya diam.
Karina mencoba mengartikan semua kata-kata Andhini dengan sangat sederhana, intinya semua berakhir tanpa tambahan uang kompensasi yang dirinya tuntut, cukup Satu M yang sudah masuk ke rekeningnya, semua berasal dari obrolan sama Ros. Kalau kenyataannya akan seperti ini betapa malu Karina menuntut lebih dari apa yang telah di sepakati dan ditandatanganinya.
Tak ada pilihan lain bagi Karina selain mempertahankan Anaknya kini, apapun yang terjadi.
Karina melirik Ros, dan Ros hanya mengangguk saja sambil menatap Karina, mungkin hanya mereka yang tahu akan seperti apa seandainya keputusannya seperti ini.
"Intinya Aku ingin mengakhiri perjanjian dan pernikahan suamiku sama Kamu dengan baik-baik Rina, kenapa Aku kumpulkan semua orang dekatku baik Mas Radit sendiri yang menjadi pokok terkait permasalahan, Rai sebagai saudaraku dan Vira, Erika orang kepercayaanku, Aku ingin semua beres dan rapi kembali," tambah Andhini sambil menarik nafasnya. Merasa berat perasaannya dengan segala pertimbangan menyangkut suaminya yang hanya diam tak bicara apapun menyerahkan segalanya pada Andhini dan Karina yang tadinya sudah dianggap sebagai Adiknya sendiri.
"Iya Nyonya silahkan saja, mungkin kalau tuntutan ku selama ini tidak di respon, Aku akan pulang dengan membawa Bayiku ke Indonesia," jawab Karina sedikit berani bicara kali ini, berani menatap Andhini.
__ADS_1
"Itu yang menjadi pertanyaanku, dan semua orang yang ada di sini akan ke mana Bayi ini Kamu bawa? ke panti asuhan itu, Apa suamiku setuju? Aku masih berbaik hati menawarkan diri untuk mengasuh Bayi ini, silahkan pulang ke indonesia ada bonus rumah dan kendaraan yang tadinya Aku sudah batalkan, kalau Kamu mau," jawab Andhini masih dengan suara lembutnya.
Lama Karina berpikir akhirnya Ros yang mewakili karina bicara.
"Sepertinya Karina tetap pada pendiriannya Nyonya, Dia menginginkan masa depan mungkin dengan uang bisa lebih mudah menjalankan usaha apapun walaupun melupakan Anak sungguh suatu yang sulit dan sangat berat," ucap Ros memberanikan diri mewakili Karina bicara.
"Oke itu adalah pilihan. Perlu Kamu ketahui jujur Aku kecewa selama menjalani semuanya tapi bukan untuk dibahas di sini karena semua telah berakhir, hanya itu mungkin yang bisa Aku sampaikan dan untuk selanjutnya balik lagi pada pilihanmu Rina. Aku tidak memaksamu untuk menyerahkan Anak, tetapi mungkin kalau Kamu ingin mengasuhnya pasti konsekuensinya seperti apa, berarti hilang semua yang Aku janjikan kepadamu Kamu hanya mendapat rasa sakit, pengalaman mengandung dan pengalaman menikah, bagaimana kamu bisa mengasuh Anak itu?" tanya Andhini pada Karina.
"Itu adalah Anakku Nyonya, Anak hasil nikah siri adalah hak Ibunya apapun yang terjadi sekuat tenaga Aku siap untuk kebahagiaan Anakku walau harus banting tulang bekerja nantinya jadi Aku akan mengasuh nya sendiri!" jawab Karina memperlihatkan emosionalnya.
"Tidak Nyonya, bukankan sudah Aku ajukan seperti itu? kalau terus Nyonya menginginkan Anak itu kenapa begitu susah mengabulkan keinginan pihak Kami? kalau hilang semua yang Aku harapkan hilang juga harapan Nyonya untuk memiliki Anak!" ucap Karina seakan mengingatkan tujuan awal Andhini mengizinkan suaminya menikah yaitu dengan tujuan ingin punya Anak.
"Karina, kenapa Aku sedikit memaksa ingin mengasuh Anak itu Itu semata-mata demi kebaikanmu demi masa depanmu dan demi Anak itu sendiri, Aku ingin membesarkan Anak itu dengan kasih sayang keluarga yang utuh biarlah Kamu mencari seorang laki-laki lain dan bisa menatap kembali masa depanmu dengan baik, dengan modal yang Aku berikan dengan rumah yang Aku berikan dan kendaraan sebagai fasilitas, kenapa tiba-tiba semua berubah tapi itu balik lagi padamu walaupun Kamu yang menandatangani perjanjian itu, kini berakhir seperti ini Aku tidak memaksa dan perlu kamu tahu kenapa Aku tidak memaksa karena Aku sekarang akan memiliki Anak sendiri Aku sedang hamil!" ujar Andhini dengan lantang.
Deg! karina merasa kaget lalu menunduk, berarti Nyonya bisa hamil, pantesan Mas Radit menolak dirinya tetap menjadi Istrinya, begitu juga Ros sama kagetnya berarti semua hilang untuk mempertahankan Anak Itu yang mungkin sudah tidak di minati dan diharapkan lagi sama keluarga ini.
__ADS_1
"Rina, walaupun Aku kini hamil dan akan memiliki Anak tapi kalau Kamu masih berubah pikiran untuk menyerahkan Anak ini dalam pengasuhan ku dan Mas Radit itu akan lebih baik, Aku akan memperlakukan Anakmu sama seperti Anakku sendiri tinggal kamu pikirkan lagi, silakan berpikir dengan baik dan mungkin Kamu akan segera pulang ke Indonesia bertemu dengan Adikmu," jelas Andhini tersenyum di hadapan Karina.
"Baik Nyonya, sepertinya sudah tidak ada lagi yang akan Aku pikirkan semua yang kita bicarakan sepertinya selesai, Aku meminta surat surat untuk kepulanganku ke Indonesia," sahut Karina menggampangkan masalah.
"Maksud Kamu apa? mau begitu saja pulang dengan membawa Anak suamiku itu? tidak Karina! kalau Kamu tega berbuat seperti itu Aku akan lebih tega lagi kepadamu! Kamu membatalkan perjanjian batalkan segala sesuatu yang telah Aku berikan kepadamu Aku tuntut kembali untuk dikembalikan gaji Kamu perbulan kompensasi awal 1 M! Kamu mendapatkan anak sedangkan Aku dapat apa?" habis sudah rasa sabar Andhini kali ini.
Karina diam se-diam diamnya.
"Apa Kamu mengerti maksudku Karina? akhirnya aslinya kamu kelihatan juga licik dan mau mengambil keuntungan dari semua masalah ini, Aku tidak sebodoh itu, dari kemarin- kemarin Aku diam karena menghargai Kamu dan suamiku sendiri tapi kini jelas Kamu dengan mudah ingin pergi artinya membatalkan perjanjian tanpa mengembalikan semua uangku! karena Aku melihat Kamu adalah Ibu dari anak dengan suamiku sendiri Aku tidak berpikir untuk melaporkanmu kepada pihak yang berwajib tetapi Aku ingin memberimu pelajaran dengan caraku sendiri kalau tanggung jawab dan perjanjian itu adalah ada konsekuensinya! Aku akan meminta kembali hak Aku, uangku tak akan Aku relakan sedikitpun silahkan bawa Anakmu pergi!" Emosi Andhini akhirnya keluar juga.
Kini giliran Karina yang panas dingin dan gemetar, mengembalikan uang itu adalah hal yang tak mungkin semua sudah dialokasikan untuk ini dan itu dalam perencanaannya.
******
Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️
__ADS_1