Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Melbourne aku datang


__ADS_3

Penerbangan Bandung - Australia tepatnya Melbourne sekitar kurang lebih 8 jam di tempuh Andhini dan Raditya dengan suka-cita kebahagiaan mereka.


Bandara yang di tuju adalah


Bandar Udara Melbourne juga dikenal sebagai Bandar Udara Tullamarine, adalah bandara utama yang melayani kota Melbourne dan bandara tersibuk kedua di Australia. Bandara ini dibuka pada tahun 1970 untuk menggantikan Bandar Udara Essendon di dekatnya. Bandar Udara Melbourne adalah satu-satunya bandara internasional dari empat bandara yang melayani wilayah metropolitan Melbourne.


Seakan menuju belahan dunia lain yang penuh sambutan kehangatan dan penuh pengharapan juga kebahagiaan bagi mereka. Andhini juga Raditya merasa semua harus di lalui dengan kebahagiaan dan kebersamaan.


Di negeri orang tak ada siapapun hanya sahabat yang sama sudah punya kesibukan dengan rumahtangganya. Sandaran adalan orang terdekat, curahan suka duka, manis pahit kehidupan akan di reguk bersama juga di lalui berdua.


Semua tantangan dan rintangan akan menjadi satu yang akan di hadapi Andhini sama Raditya terlebih mereka hanya punya sahabat di sini.


Yang di tuju pertama kali adalah Hotel yang telah Erika pesan untuk sementara waktu dan yang akan di lihat pertama kalinya adalah lambaian tangan sahabatnya Erika sambutan dan pelukan hangat tentunya.


Melbourne adalah perpaduan dari lorong jalan yang ramai, restoran kelas dunia, dan museum yang menawan. Penduduk setempat menyukai kopi, dan menyajikannya dengan berlimpah di kafe-kafe yang nyaman. Selalu ada kemeriahan di sini, apakah dengan cita rasa yang mengesankan atau persaingan olahraga yang sengit di kota ini. Datangi ajang olahraga, minum koktail di teras atap, dan kita akan temukan kisah-kisah yang tersembunyi di beberapa lorong jalan penuh karya seni di Melbourne.


Cerita Erika tentang Melbourne Australia bagai magnet bagi Andhini dan Raditya seakan tak ada habisnya, apalagi bagi yang ber pundi-pundi tebal seperti Andhini, Australia adalah surga menikmati hidup bagi mereka.


Keindahan yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata dan tak ada yang bisa menggambarkan keindahannya selain menikmati dan datangi sendiri, buktikan sendiri. Menghadirkan gairah dan semangat baru bagi siapa saja yang mengunjunginya atau yang akan menetap di negeri impian itu.


Raditya menggandeng Andhini menuju ruang tunggu, dengan mata mencari seseorang yang janji jauh-jauh hari akan menjemputnya. Satu lambaian tangan Erika dengan tergesa berlari kecil menghampirinya dengan pakaian mencolok warna merah.

__ADS_1


Erika sudah nampak seperti bule Australia saja dengan penampilan seperti selebritis sama cantik seperti Andini, apalagi di tunjang dengan kelebihannya Erika punya kulit yang lebih putih dari Andhini.


Pelukan kangen dua sahabat yang lama nggak bertemu muka menjadi pemandangan di ruang tunggu di tengah hiruk pikuk yang datang dan menjemput. Kesibukan di Bandara tak mereka hiraukan semua sibuk dengan urusannya masing-masing.


Pelukan dan cipika-cipiki adalah pelepas kangen yang lama tak berpadu, mereka teman dalam segala hal, mereka cocok satu sama lain semenjak mereka ada di bangku Sekolah Menengah Atas.


Erika meneruskan kuliah di Australia sampai mendapatkan sang tampan Tommy mereka saling tertarik satu sama lain akhirnya jadi juga, Erika menetap di Australia dengan seorang Tommy yang bekerja di satu perusahaan yang bergerak di bidang ekspor impor.


Erika begitu gembira menyambut sahabatnya Andhini dan suaminya Raditya datang mereka hadir sudah layaknya sebagai saudara, tak main-main persiapan yang di lalukan Erika.


Hotel telah di booking jauh-jauh hari dan di persiapkan buat sahabat istimewanya, mencari tempat tinggal atau hunian yang bisa di sewa pertahun yang dekat dengan rumahsakit seperti keinginan Andhini, biar bisa memudahkan dirinya check up pemeriksaan dan program kehamilan sebagai usaha itu adalah ikhtiar yang harus mereka lakukan di Australia sini semua akan dijalani Andini dengan kesabaran.


Australia menjadi pilihan mereka saat ini, selain mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa, juga begitu dekat dengan Rumah sakit internasional yang sangat terkenal di kota Melbourne, mereka juga ingin mengembangkan usaha dan merancang segalanya dari awal. Andhini dan Raditya hanya mengandalkan Erika sebagai orang kepercayaan mereka yang bisa mereka andalkan mencari tempat mencari peluang usaha yang bisa mereka terapkan di negara ini.


Andhini sama Raditya berani menanggalkan predikat CEO dan pimpinan perusahaan yang selama ini mereka pegang sebagai pemegang perusahaan keluarga mereka mereka berani memulai dari awal di negeri orang yang jauh dari keluarga mereka demi satu tujuan yaitu kebahagiaan.


Ya, kebahagiaan dalam rumah tangga layak mereka perjuangkan karena apa yang tidak mereka miliki hanya kebahagiaan memiliki anak, semua telah Andhini miliki sebagai seorang putri pewaris kerajaan bisnis Surya Group.


"Welcome to Melbourne Dhini!"


"Gue sama Mas Radit jadi kayak anak hilang di sini Rika," ucap Andhini pada sahabatnya sambil tertawa.

__ADS_1


"Segini gedenya masa hilang? kan ada gue, tenang aja sis gue teman yang bisa di andalkan."


"Halo Erika, senang kita bisa bertemu dan akan selalu bertemu di negara suamimu ini," ucap Radit menyalami Erika.


"Tommy sama Jeanny mana?" ucap Andhini keheranan sejak tadi tak melihat suami Erika Tommy sama putri mereka Jeanny.


"Jeanny lagi agak demam kemarin habis gue ajak jalan-jalan, sepertinya masuk angin. Nggak apa-apa dia baik-baik saja cuman kalau gue bawa ke sini takutnya dia malah terkena angin."


"Ya ampuuuuun, kasihan banget si cantik lagi demam? gue kangen banget Rika sama putri cantik bule lo," jawab Andhini menyayangkan pertemuan mereka kali ini tak bisa bertemu si lucu Jeanny.


"Tenang aja sekali-kali nanti gua pinjemin Jeanny sama lo, biar gue bisa tenang sama Tommy bulan madu lagi, tapi kalau dia udah sehat soalnya hotel lo sekarang menginap nggak begitu jauh dari kondominium gue. Sengaja gue mencari tempat yang sangat strategis untuk tempat tinggal lo sementara, sambil mencari tempat sewaan apartemen atau kondominium yang cocok sama lo berdua nanti."


"Lo masih di Kondo yang dulu?"


"Iya, hidup di sini memang praktis semua serba barang yang di butuhkan saja demi menghemat tempat, seperti ini lah hidup gue karena di mana sewaan satu rumah akan menghabiskan begitu banyak rupiah dibandingkan kita tinggal di apartemen atau di kondominium yang simpel."


"Oke deh gue juga menyesuaikan diri pastinya, hidup gue akan mengadaptasi hidup lo, seperti kasur singel buat berdua tapi itu bukan alasan untuk hemat tempat tapi gue juga jaga kemesraan seperti lo!"


Mereka berjala ke arah parkir mobil Erika berada diikuti petugas Bandara pembawa koper-koper Andhini sama Raditya.


******

__ADS_1


__ADS_2