Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Raditya Andhini jadi idola


__ADS_3

Perbincangan dan perkenalan Rahadian dengan Vira terjeda karena ada beberapa orang pembeli dan pelanggan yang mau total belanjaannya, juga tak lama datang Andhini sama Raditya ke situ, hati Vira menjadi tenang apalagi datang suami istri majikannya yang di mata Vira begitu harmonis dan sangat cocok cantik sama ganteng.


Vira sejak awal kerja di sini sudah begitu mengidolakan pasangan Raditya sama Andhini entah kenapa suka saja dengan pasangan ini, memang sangat mumpuni satu negara terasa saudara saja, orang sukses tapi semua tetap rendah diri, orang berada tapi tidak sombong.


Bu Andhini yang lemah lembut, cantik tinggi langsing perawakannya, sepertinya Vira tak bosan memandangnya.


Kalau bekerja sama Pak Radit Vira agak sedikit canggung karena Pak Radit begitu diam dan tak banyak komunikasi, bicara hanya seperlunya saja bahkan terkadang dia hanya berkutat di belakang dengan komputernya setelah mengambil barang kiriman dan menempatkannya di gudang. Terkadang hanya melototi laptop di ruangan belakang.


Pak Radit kebanyakan diam saat bekerja sibuk dengan urusan dan pekerjaan pribadinya. Kadang Vira merasa salah mau menegurnya tapi kalau sudah bicara biasa saja, di mata Vira seperti orang yang banyak masalah.


Kadang Vira juga berpikir ganteng menjadi lebih cool kalau lebih banyak diam.


Beda sama Bu Andhini begitu tenang dan perhatian selalu membimbing dan memberitahu juga memberikan motivasi dalam hal bekerja, Kelihatan semakin perhatian saat tak sengaja mereka ngobrol di suatu waktu awal-awal Vira masuk kerja, saat tahu kalau Vira seorang peraih program beasiswa dari salahsatu Yayasan sekolahnya dulu, Andhini yakin Vira gadis yang pintar dan ulet rajin juga jujur dalam bekerja sehingga tanpa ribet Vira langsung di cocok menerima bekerja dengan waktu di sesuaikan dengan jadwal kuliahnya.


Vira baru kali ini bekerja di orang pribumi satu negara, terasa nyaman terutama dalam komunikasi. Sebelumnya pernah di perusahaan asing terasa mengikat membuat tak nyaman malah kuliahnya terbengkalai.


Vira heran saat melihat Rahadian mengikuti Pak Radit sama Bu Andhini ke belakang sampai akhirnya tahu kalau Rahadian itu Adiknya Pak Radit.


"Katanya mau mengeksplor Melbourne tapi masih di sini, kelihatannya ada incaran di sini Mas," ucap Andhini tapi di tujukan pada Rahadian.


"Belum punya teman Kak, seleraku masih ketimuran terbentur adat budaya belum berpindah kebarat-baratan," jawab Rahadian kalem

__ADS_1


"Mau bantu seleksi pekerja di supermarket Kakak tungguin nggak datang juga akhirnya nyangkut di sini sepertinya sudah berkenalan sama kasir kita Mas," ucap Andhini sambal tersenyum menggoda Rahadian yang kelihatan cengengesan.


"Oh, Vira. Sudah lah Dari Indonesia ternyata orang Tasikmalaya. Kenapa Kak Andhini nggak ngomong sejak awal kalau sudah ada karyawan tetap yang orang Indonesia? Aku sudah kenalan panjang lebar cuman satu yang Aku lupa belum Aku tanya apa dia punya pacar apa tidak itu saja!" ucap gamblang Rahadian tanpa tedeng aling-aling tanpa embel-embel apapun dia begitu jujur mengatakan segalanya pada Andhini juga Raditya.


Andhini sama Raditya tertawa bareng, terbayang Vira saat perkenalan langsung digombalin apalagi kalau sampai ditanya Kamu orang mana di sini kuliah apa kerja terus punya pacar apa tidak rasanya jarang banget laki-laki yang langsung teks books pada permasalahan pribadi.


"Sana lanjutin kenalannya, kalau mau ajak dia jalan Kakak kasih dispensasi kerja hari ini," ucap Andhini membuat Radit melotot sambil tetap menahan senyum. Rahadian menyambutnya dengan gembira karena memang merasa dirinya juga belum tuntas kenalannya keburu banyak iklan dan gangguan.


Andhini tersenyum saat melihat Rahadi ke depan lagi entah jurus gombal apalagi yang dilontarkannya pada Vira.


Andhini duduk di samping Radit sambil melihat sekeliling merasa lama tak berdua ada di ruangan ini.


"Pastikan dulu Adikmu jalan-jalan dan Vira menjadi guide nya sepertinya mereka cocok." Andhini mendorong tubuh Radit suaminya saat Radit mencium lehernya.


"Tapi Mas jangan nyosor Aku di sini malu!" sungut Andhini tetap menjaga jarak dengan Radit malah bangkit berdiri mau ke depan tapi Radit menarik tangannya perlahan.


"Mau Ke mana? ingat pesan dokter tadi hilangkan semua rasa ingin punya anak tapi kita jalani semua prosesnya! jangan lupa hilangkan dipikiran kita segala macam beban yang sangat menyita ketenangan kita, bahagia itu kuncinya!" ucap Radit begitu dekat di telinga Andhini.


"Aku tahu Mas, tapi aktivitas juga bisa melupakan beban pikiran kita, ya kita selesaikan dulu kerjaan terus mau gimana ini?"


"Aku mau kita pacaran!" ucap Radit datar.

__ADS_1


"Hah? pacaran? bukankah kita sudah melebihi dari pacaran? kita sudah sah menjadi suami istri kenapa Mas malah mau pacaran lagi?"


"Aku belum bisa menikmati kebersamaan bersama kamu di sini, pokoknya habis meresmikan supermarket baru kita punya kantor standby bersama mengurus segalanya di sana. Aku tidak ingin banyak waktu terbuang tanpa mengabaikan permasalahan yang ada," ucap Radit semua susah di mengerti Andhini.


Andhini diam, sendirinya juga begitu menginginkan hal seperti itu, tapi Karina juga butuh perhatian Mas Radit.


"Mas, sepertinya Rahadi akan lama di sini." gumam Andhini kedengaran seperti keluhan.


"Andhini, Karina sekarang sudah hamil bantu Aku mengurangi pertemuan dengan dirinya, Kita tinggal menunggu waktu menyelesaikan semuanya, Aku takut Karina jatuh hati padaku jujur Aku sudah melihat sinyal itu," pancing Radit ingin melihat reaksi istrinya sendiri memang Radit juga tahu Karina memiliki hati pada dirinya. Walau awalnya mereka sama-sama tidak punya rasa.


Deg! hati Andhini agak menghangat, apalagi seperti kejadian semalam sepertinya Karina seakan diberi hati sama Radit mencuri waktu dan jatahnya.


"Kenapa Mas bisa menyimpulkan seperti itu? apakah ada ucapan Karina yang mengatakan seperti itu?"


"Tidak Andhini, sebagai laki-laki dewasa dan dia sebagai perempuan dewasa Aku bisa menilai seperti apa sorot mata dia padaku," ucap Radit agak ragu juga.


"Semoga itu hanya perkiraan Mas saja karena mungkin saja Karina total menjalankan tugasnya" hibur Andhini pada dirinya berusaha menahan gejolak hatinya sendiri.


Jatuh cinta diantara keduanya itu sesuatu yang tak boleh terjadi, hanya menjalankan tugas sesuai perjanjian, cuma ada satu poin yang Andhini lupa tidak sedetail itu melihat permasalahan di perjanjiannya. Kenapa dirinya juga baru terpikirkan setelah kejadian 'kalau sudah hamil Mas Radit tak boleh menggaulinya lagi' Karina pasti memanfaatkan celah itu.


******

__ADS_1


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi novel bestie di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️



__ADS_2