
Ibu Elyana mencoba menghubungi Karina ingin menyampaikan apa yang disampaikan Lila tadi sore.
Tapi tetap tak bisa di hubungi, Ibu Elyana berpikir bagaimana caranya dan mencari cara dan ingat sesuatu kalau majikan Karina Ibu Andhini pernah menelephon dirinya waktu mau pesan perawat awal-awal Ibu Elyana akan merekomendasikan Karina itulah awal-awal pertemuan karena dengan ibu Andini dan selanjutnya terjadilah kontrak kerja di perusahaan Ibu Andini. Sekarang Karina diajak ke luar negeri untuk bekerja, dan Ibu Andhini melihat bakat Karina dalam bekerja terjadilah pertemuannya dengan Karina dan mulai terjalin kerjasama antara Karina sama Ibu Andhini, Berlanjut sampai sekarang.
Ibu Elyana membuka buku besar daftar semua pelanggan yang pernah meminta jasanya memenuhi kebutuhan ART, baby sitter, atau perawat.
Ibu Andhini ada di daftar pelanggan yang pernah meminta jasanya, juga ada nomor telephonnya.
Dengan bimbang Ibu Elyana berpikir apa sebaiknya yang harus di lakukannya sekedar bertanya apa tidak ada salahnya?
Tapi demi kebaikan Karina juga adiknya yang kelihatannya sangat murung dan mencemaskan juga mengharapkan kabar dari Kakaknya akhirnya Ibu Elyana mengirim pesan pada Ibu Andhini.
Berharap ada balasan saat ini juga tetapi Ibu Elyana sadar perbedaan waktu antara Indonesia dengan Australia mungkin jauh berbeda di sini baru kira-kira jam 20:00 malam tapi entahlah kalau di Australia tidak tahu waktunya mundur atau maju dari waktu sekarang dirinya berada.
****
Andhini membaca pesan yang di kirim Ibu Panti sedikit mengerutkan keningnya, kenapa Karina sampai tidak mengabari apa-apa terhadap Ibu Panti dan adiknya? padahal keberadaan di sini dirinya sudah mau memasuki bulan ketiga.
Andhini tak tahu apa alasan Karina memutus berita pada satu-satunya keluarganya yaitu adiknya?
Karina bukan tipe seperti itu Karina begitu penyayang dan telaten pasti penyayang keluarganya juga termasuk terhadap siapapun yang dikenalnya Karina cepat begitu dekat dan akrab tetapi ini pasti ada apa-apanya kenapa Karina sampai tidak mengabari pada Adiknya sendiri, pantas saja adiknya dilaporkan Ibu Elyana begitu kelihatan murung dan cemas hanya ingin mendengar kabar dan suara Kakaknya saja.
__ADS_1
Tiap waktu menghitung hari hanya berharap ada kabar dan mendengar suara Kakaknya, hanya ingin tahu Kakaknya dalam keadaan baik-baik saja itu sudah cukup begi Lila, cukup menggembirakan hari-harinya, menceriakan kembali kemurungan, sekedar khabar dan suara cukup menjadi obat penawar rasa rindu dan juga betapa ingin Lila mengabarkan kalau dirinya akan hatam Quran dan sebentar lagi akan naik ke kelas 6 SD.
Harapan yang kedengarannya sangat sederhana tetapi akan begitu berarti bagi diri Lila sendiri dan juga Karina. Tak mudah bagi Karina menapaki hidup sampai sekarang bersama adiknya menumpang hidup di Panti Asuhan dan sekarang sudah mulai berubah kehidupannya seiring berjalannya waktu.
Andhini merasa ini persoalan pribadinya karena menyangkut kehidupan Karina yang menjadi tanggung jawabnya, karena ini sudah malam mungkin nanti akan disampaikan dulu sama Mas Radit yang sekarang lagi mandi.
Andhini tercenung betapa berartinya kehidupan Karina bagi dirinya juga Adiknya satu-satunya Lila, dalam hati Andhini bersyukur bisa mengangkat martabat Karina bisa mengangkat sedikit kehidupan Karina walaupun dengan jalan seperti ini tetapi pada dasarnya dirinya ingin memberi manfaat dan saling memberi manfaat yang sangat berarti.
Karina sekarang hamil hampir seusia pernikahannya, rasa sayang Andhini semakin bertambah saja karena ada calon anaknya dalam tubuh Karina.
Setiap hari Andhini selalu menyempatkan diri menengok sebelum berangkat ke tempat kerjanya yang semakin sibuk untuk pembukaan super market baru bukan mini market lagi. Sama, Raditya juga sebagai tenaga pengadaan di semua mini market dan super market nya semakin sibuk saja jarang banyak waktu kebersamaan saat siang hari sama Karina yang menjadi jatah kebersamaannya di gantikan Andhini berada di mini market nya mendampingi Karina saat Radit lagi keluar.
"Menurut kita gampang, tapi pegawai ekspedisi itu juga harus makan harus punya uang tip, ya beginilah di mana-mana juga harus ada saling pengertian, ada apa memangnya?" jawab Radit sambil memandang Andhini yang sudah duluan mandi dengan rambut masih kelihatan diikat semua ke atas.
"Nggak apa-apa, hanya tanya saja, dan sebagai pembicaraan awal untuk kedepannya harusnya kita sudah mau fokuskan mengurus semua dokumen dan permintaan pasokan di kantor jadi tinggal dari semua supermarket dan minimarket melaporkan kebutuhan apa mereka merangkumnya, adi tinggal kita yang mau pasok dan setelah berdiri supermarket itu Aku ingin punya kantor di supermarket itu Mas." Andhini mengungkapkan keinginannya.
"Memang sudah seharusnya begitu Sayang, kita mulai merekrut tenaga kerja lokal juga banyak mahasiswa yang lagi kuliah di sini yang bisa magang di toko kita sebagai pramuniaga itu sangat membantu mereka dari segi keuangan dan kita bisa fokus mengurus semua keperluan dan kebutuhan supermarket kita di kantor."
"Nanti Aku bicara sama Erika dia banyak link soal tenaga kerja."
"Atur saja biar semua tidak terlalu memforsir diri dalam pekerjaan terutama kamu Sayang. Aku juga merasa kewalahan bekerja sambil stand by di supermarket juga Karina sendiri pasti merasa kecapean tapi kalau kita sudah mulai rekrut pegawai akan ada pengurangan kehadiran kita sudah bisa berbagi dengan orang lain dengan keuntungan yang bisa dikondisikan kita bisa bekerja dengan nyaman. Apalagi Karina sekarang karena sudah tidak bisa diandalkan lagi Aku merasa kasihan mungkin dengan perut yang semakin besar sudah tidak bisa fokus lagi untuk bekerja."
__ADS_1
"Aku mengerti Mas, tapi setiap Aku tawarkan untuk istirahat di huniannya Karina selalu menolak katanya kalau nggak kerja cuman diam rasanya tak enak selagi masih kuat dan sehat apa salahnya mengisi waktu." Andhini menyampaikan setiap pertemuannya dengan Karina.
"Kalau begitu maunya mau gimana lagi bukan tidak kita tawarkan" jawab Radit sambil mengelap rambutnya.
"Tanya juga Mas kalau Karina mau sesuatu barangkali malu atau sungkan, Aku selalu merasa terlalu bawel kalau banyak tanya ini itu," tutur Andhini sambil duduk si samping suaminya.
"Iya, besok Aku tanya"
"Mas, tanya juga kenapa ponselnya tidak aktif? tadi aku dapat chat dari Ibu Panti sudah hampir tiga bulan ini semenjak Karina datang ke sini tak pernah mengabari kepada adiknya yang tinggal di Panti."
"Masa?" Radit juga merasa heran, dan memang selamat di sini belum pernah dirinya menghubungi Karina lewat telepon.
"Adiknya kata Bu Elyana murung dan cemas, hanya ingin mendengar khabar dan suara Kakaknya Ada yang ingin disampaikan mungkin walaupun sesederhana pikiran anak-anak tetapi keinginan dan dan rasa rindu seperti itulah perasaan terhadap keluarga."
"Besok Aku bicara."
******
Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi karya di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️
__ADS_1