
"Mas, Aku merasa kangen."
"Sama Sayang, Aku tak bisa tanpa Kamu."
Radit menutup pintu dan kembali memeluk Andhini dengan perasaan masing-masing, keduanya merasa takut kehilangan padahal sendirinya yang menghadirkan orang lain dalam rumahtangganya.
Seakan ingin memperlihatkan kesetiaan dan rasa cinta yang tak pernah surut diantara keduanya mereka melanjutkan paginya dengan berduaan di dalam kamar.
Radit seakan ingin menebus kehilangan momen bersama istrinya walau hanya semalam dan memberikan sentuhan kembali di pagi harinya.
Andhini merasa Mas Radit adalah miliknya betapapun bayangan semalam Mas Radit
bersama Karina begitu memanaskan hati Andhini tanpa di perlihatkan dan tanpa dirinya menunjukan rasa yang sebenarnya rasa sakit diatas keikhlasan tetap ada.
"Rasanya Aku ingin segera pergi ke Australia agar kita merasa terbebas dari pandangan lingkungan dari kecanggungan kita dalam menyembunyikan masalah ini. Jika kita berada di negeri orang yang tahu selain kita mungkin hanya kita saja, pasti sedikit mengurangi beban di dalam hatiku Mas,"
"Iya, Sayang semua sudah terlanjur jangan ada sesal tapi kita hadapi semuanya."
__ADS_1
"Cukup satu malam saja Mas sama Karina, malam selanjutnya hanya milik kita."
"Andhini Sayang, kalau mengikuti hati dan perasaan, rasanya Aku ingin melewati 6 bulan awal ini agar Aku bisa seutuhnya kembali kepada Kamu setiap waktu walaupun semalam Aku melakukannya dengan seijin kamu dengan keikhlasan kamu tetap hatiku tidak sepenuhnya, terlepas egois atau apapun itu hatiku tetap bersamamu."
"Mas, apa Karina tak apa-apa?"
"Maksud Kamu apa?"
"Maksudku, Karina tak ada penolakan apapun? maaf aku hanya ingin memastikan saja."
"Aku menyayanginya Mas, mungkin karena Aku tak punya adik atau Kakak, tapi Aku tahu posisinya Karina seperti apa,
"Begitulah sudahlah jangan bahas semua itu, Aku sekarang menginginkan Kamu, nanti Kamu bisa bertemu dan ngobrol hal lain sama Dia."
Raditya mengusap kepala Andhini yang mengangguk sambil tersenyum tengadah. Andhini mengusap dada suaminya yang masih telanjang.
"Malam nanti kita ke rumah orang tuaku menginap pastinya, dan lusa berangkat lagi kita mulai segalanya di Australia sana."
__ADS_1
Iya, Radit membagi kembali rasa sayang dan cintanya pada Andhini dengan sepenuh perasaannya tak bisa dibandingkan bisa makan bagi Radit Andini adalah segalanya cinta pertama dan sekarang menjadi istrinya itu untuk selamanya.
Andhini berusaha memalingkan pikiran tentang Karina saat bersama suaminya seakan tak pernah terjadi apa-apa.
Seperti sebelumnya malam dan pagi juga waktu-waktu mereka habiskan bersama-sama dalam kemesraan, menumpahkan segala rasa cinta terdalam mereka.
Andhini membiarkan suaminya melepaskan segala keinginannya hatinya senang walau malam tadi Mas Radit sama melakukannya bersama Karina untuk pertama kalinya, tapi Andhini melihat pagi ini Mas Radit seakan belum melakukan apa-apa masih seperti kemarin-kemarin juga hari-hari sebelumnya masih begitu hangat dan begitu berhasrat tak terpengaruh apa-apa.
Radit melakukannya kembali bersama Andhini memadu kasih yang tak pernah bosan mulai mereka bangun dan tiduran kembali sambil tetap berpelukan.
"Mas siang, bangun yuk? Aku kangen Ibu juga Bapak," ucap Andhini menggoyangkan dada suaminya yang di bungkus selimut.
"Aku masih ngantuk Sayang, kamu bangun duluan nanti Aku nyusul ke kamar mandi."
"Biasanya juga kita mandi bareng, Ayolah bangun Mas." Andhini menarik selimut yang membungkus tubuh suaminya yang belum mengenalkan apa-apa setelah mereka selesai bercinta melakukan hubungan suami istri.
******
__ADS_1