
"Rai, coba cari ke kondominium Karina naik taksi saja biar Aku memastikan dulu di sini sama Andhini juga Erika dan bertanya lagi dengan sejelas-jelasnya pada petugas di sini, di telepon tidak aktif bagaimana ini orang?" sungut Radit kelihatan sedikit kesal.
Rai langsung pamitan keluar, setelah menerima instruksi Radit Kakaknya. Hatinya juga bimbang ada apalagi ini semua?
Kenapa selalu saja masalah dan masalah yang ada di rumahtangga Kakaknya? kenapa tidak tinggal di Indonesia saja. Apa kesulitan dan kendala mereka kalau hanya ingin suasana baru cukup dengan liburan saja ke mana mereka inginkan, mau seminggu dua minggu atau bahkan sebulan juga kenapa harus menetap di negeri orang dengan masalah yang tak ada hentinya?
Ternyata selama ini Rai salah menilai terhadap keharmonisan Kakaknya Raditya dan kakak iparnya Andhini, sepintas terlihat begitu harmonis dari segala segi memang tidak ada kurangnya apa yang mereka inginkan mungkin akhir-akhir ini masalah anak yang mendatangkan masalah sampai saat ini belum selesai.
Sampai Andhini hamil kini masih saja mendatangkan masalah soal tuduhan Kakaknya selingkuh pada Kakak iparnya Andhini dan meragukan bayi yang di kandungnya adalah itu benih Radit apa bukan? yang menurut Rai tuduhan Kakaknya Raditya sangat tidak mendasar dan tidak beralasan juga menyakiti Andhini.
"Sabar dulu Mas, mungkin Karina tak mau banyak merepotkan kita, jangan dulu pikiran yang bukan-bukan," ucap Andhini sambil mengusap pangkal lengan suaminya.
"Ah, tidak masuk akal! Karina adalah tanggungjawab kita kenapa pulang begitu saja? kan kemarin sudah janji iya iya aja kalau hari ini Kita akan jemput!" jawab Radit sambil pontang panting jalan hilir mudik apalagi datang kabar dari petugas rumah sakit kalau bayinya di pastikan setelah diperiksa di kamarnya juga ikut di bawa pulang.
Radit sama Andhini terhenyak duduk di lobby rumah sakit di hadapan petugas ada dokter suster juga satpam. Mereka mengatakan kalau semua kejadian ini terindikasi ada unsur kejahatan mungkin mereka akan membantu dengan memperlihatkan CCTV yang ada atau juga menghubungi pihak yang berwajib, tetapi Andhini melarangnya karena ini urusan keluarganya tidak ada unsur orang lain dan Karina juga keluar dari rumah sakit ini bersama seorang pembantunya yang termasuk dan dianggap sudah menjadi keluarganya. Tetapi Andini juga tidak menutup kemungkinan dalam menyampaikan pandangannya, seandainya ada unsur pidana unsur kecenderungan kejahatan dalam kasus ini mereka sendiri yang akan melaporkannya nanti.
Semua di pahami pihak rumah sakit, Andhini tak ingin berurusan dengan hukum dan kepolisian, ini baru dugaan saja yanga ada dalam hatinya dan belum terbaca apa keinginan Karina yang sebenarnya.
__ADS_1
Radit tak henti-hentinya menelepon tetapi berkali-kali juga kesal sendiri karena telepon Karina sama sekali tidak aktif apalagi saat Rai mengabarkan kalau kondominium hunian Karina juga kosong sepertinya Karina tidak pulang ke kondominiumnya.
Andhini semakin cemas saja dan Radit kelihatan panik di bawa ke mana Anaknya? di manakah Karina?
"Mas, kita pulang saja sepertinya tidak ada yang bisa kita lakukan dan kerjakan di sini mungkin kalau di rumah kita bisa diskusi dan berpikir dengan tenang, langkah apa yang kita lakukan mencari ke tempat siapa atau bertanya kepada biro tenaga kerja yang menyalurkan Ros waktu itu bagaimana?" ucap Andhini dengan bijaksana.
"Baiklah, Kenapa semua jadi begini?" jawab Radit seolah bertanya pada dirinya.
Semua pada diam sibuk dengan pikirannya masing masing, mereka pulang dengan seribu pertanyaan di dalam hati mereka ada apa lagi dengan Karina?
Sampai bangunan gedung kondominiumnya Radit seperti berlari dan langsung menuju lorong hunian Karina dan di siru masih ada Rai dan sedikit bertanya pada tetangga sebelahnya tetapi tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan kalau mereka semua jarang bersosialisasi apalagi tahu urusan pribadi masing-masing.
Erika berpikir sudah menjurus pada tindak kejahatan karena mungkin akan ada penyanderaan Bayinya Radit tetapi Karina seolah memanfaatkan kalau dirinya seorang Ibu, untuk tuntutan apa semua belum tahu termasuk Andhini, mereka semua hanya menebak dan mengira-ngira.
Sedang Radit sendiri masih mengira-ngira juga maunya Karina itu seperti apa? menginginkan seperti apa? jauh dari bayangan sepertinya di akhir-akhir kehamilannya Karina begitu tidak ada sesuatu yang mencurigakan bahkan mereka menjalaninya dengan biasa saja, bahkan di saat mereka masih saling bertemu juga masih berhubungan layaknya suami istri tak sedikitpun Radit mengira dan bisa membaca seperti apa langkah yang akan diambil Karina.
"Kak Radit, tenang saja kita bicarakan bersama solusinya sambil kita menunggu kabar dari mereka. Kita lihat aja di hari ini Karina ataupun temannya Ros pasti akan mengabari itu semua sangat mudah terbaca mungkin mereka lagi menyusun rencana yang kita juga tidak tahu seperti apa, jadi kita baiknya menunggu kalau untuk sekedar bertanya ke biro ketenagakerjaan asalnya Ros boleh untuk mencari informasi siapa temannya yang biasa mereka hubungi mungkin seperti itu," ucap Rai memberikan sedikit pandangannya di hadapan Radit Andhini dan Erika.
__ADS_1
Seribu pertanyaan di masing-masing hati timbul dengan beragam spekulasi yang liar tak berarah, Radit merasa tak rela itu Anaknya, akan di bawa ke mana? tapi mungkin pikirannya Karina juga sama itu Anaknya mungkin tak rela akan diasuh dan diangkat anaknya sama Andhini walau Bapaknya tetap Radit.
Mereka duduk melingkar di sofa ruang tamu Andhini kelihatan Erika berpikir keras sesekali melihat ponselnya dan sekali-kali memandang tak berfokus sambil mengerutkan dahinya.
Ada kepenasaranan dalam hati Erika, kecurigaan selama ini pada Karina ada keganjilan dari sikap polosnya ternyata benar saja, diakhir perjanjian mereka Karina seperti memperlihatkan keinginannya atau perubahan dalam dirinya.
Kini di buktikan dengan pulang habis lahiran tanpa izin Radit dan Andhini sebagai penanggungjawab dirinya.
Jelas mengundang keheranan dan tanya khususnya bagi andhini dan Radit, tapi bagi Erika itu semacam gertakan, kita lihat saja nanti.
"Sepertinya Karina punya tuntutan di akhir masa perjanjian ini," ucap Andhini seperti bergumam pada dirinya sendiri.
"Aku tak bisa mengira, apa sebenarnya keinginannya, Aku hanya khawatir dengan Bayiku juga Karina yang belum sehat dan pulih banget," jawab Raditya sambil memandang Andhini dan Erika.
"Baik sekedar menuntaskan kepenasaranan Kita, Aku yang akan datang ke Biro tenaga kerja, Semua standby di sini menunggu informasi dan telepon Karina atau Ros. Kita juga sama turut prihatin dan cemas dengan keselamatan Bayi Kak Radit, tapi berbaik sangka saja dulu sebelum ada kepastian," ucap Rai di sambut anggukan Andhini, begitu membantu dan menenangkan rasanya adanya Rai di sini.
******
__ADS_1
Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️