Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Rencana berdua


__ADS_3

"Rina Kamu sudah sadar?" suara Ros begitu pelan terdengar di telinga Karina. Karina yang sudah siuman tetapi merasa sekujur tubuhnya ngilu capek letih dan tak bertenaga sama sekali, tapi kini sudah tak merasakan kontraksi sama sekali.


Rasa dingin menggigil luar biasa yang Karina rasakan mungkin pengaruh dari obat bius yang masih ada sisa-sisanya,


Karina mencoba tersenyum saat melihat muka Ros pertama kali di hadapannya. Ros membetulkan selimut Karina dengan begitu perhatian.


Mencoba meneliti wajah Karina yang kebanyakan meringis, menahan sakit bekas operasi.


"Kamu sudah melewati masa kritis Rina, kini semangatlah untuk sembuh tinggal selangkah lagi meraih semua mimpimu," ucap Ros membetulkan rambut Karina yang berantakan setelah di buka bungkus penutup kepalanya setelah operasi.


Karina mencoba tersenyum kembali sebelum menggerakkan tangannya ke atas ke bawah dan juga menggerakkan kakinya seperti Apa yang diperintahkan dokter setelah dirinya siuman dan dipindahkan ke ruang perawatan.


"Apa Kamu mau bersandar biar enak ngobrolnya? dan juga biar kepalanya tidak terlalu pusing terlalu banyak tidur habis operasi jangan terlalu memanjakan diri harus banyak bergerak pasti dokter juga menyarankan seperti itu tadi ayo mari Aku bantu pegang tanganku kita mulai dengan gerakan kecil ya," ujar Ros seperti sudah begitu berpengalaman menangani seorang yang habis melahirkan dengan cara operasi.


Karina mengangguk sambil dalam hatinya begitu berterimakasih pada Ros yang telah begitu baik menemani Karina mengurus Karina walaupun itu telah menjadi tugasnya yang ditugaskan Radit suaminya selama Karina menunggu masa melahirkan dan setelah melahirkan.

__ADS_1


"Nanti Kamu akan makan dan minum untuk memulihkan tenaga, sembari perlahan gerakan tubuhmu gerakan badanmu, gerakan kaki tangan sehingga untuk beberapa jam pertama Kamu harus bisa bergerak dulu, lalu nanti beberapa jam kemudian harus bisa bangun ke kamar mandi itu adalah perintah semua dokter yang mau tidak mau harus kita taati bagi Ibu yang habis melahirkan," ucap Ros dengan suara perlahan memberikan sedikit demi sedikit yang harus di lakukan Karina.


"Makasih Kak Ros, apa suamiku sudah tahu kalau Aku sudah melahirkan?" tanya Karina sambil memandang Ros di depannya, duduk di kursi buat penunggu pasien.


"Tentu Karina, suamimu terlihat paling bahagia Kamu lepas dari masa kritis dan bayimu selamat, tinggal pemulihan dan selanjutnya kita lancarkan semua rencana kita, yang penting sehat saja dulu jangan pikirkan yang lainnya biar Aku yang atur semuanya," ucap Ros memberi semangat pada Karina.


"Sakit banget Kak Ros, rasanya perutku masih terasa berat." Karina meringis sambil membetulkan duduknya dan meraba perutnya yang masih begitu terasa sakit di bagian bekas operasinya.


"Kalau di awal-awal memang seperti itu tetapi seiring berjalannya waktu Kamu akan pulih seperti sedia kala, sabar saja dan minum obatnya. semua akan mempercepat kesehatanmu."


"Iya, Kak Ros."


"Rasanya Aku tak sabar ingin bertemu dengan Mas Radit dan melihat kegembiraan di wajahnya," ujar Karina sambil menerima segelas susu dari Ros.


"Suamimu pasti datang dengan istrinya Rina, karena semalaman mereka bersama menunggu Kamu menunggu kabar kamu mungkin pagi ini mereka pulang dulu istirahat setelah tahu Kamu lahir dengan selamat mungkin siang ini mereka baru kembali ke sini dan Kamu harus kelihatan sudah lebih segar.

__ADS_1


"Iya Kak Ros, di mana bayiku? Aku begitu ingin melihatnya mirip siapa pasti mirip Mas Radit atau malah mirip Aku? ada sungging senyum di bibir Karina mengingat semuanya.


Bayi yang telah lahir kini yang akan menjadi senjatanya untuk memenangkan rencananya agar menjadi pertukaran dengan Nyonya Andhini dan akan menjadi pilihan sulit bagi Nyonya Andhini karena Karina akan memberikan pilihan yang sulit juga antara anak yang diinginkan Andhini dan suaminya Mas Radit yang diinginkan Karina menjadi tukarnya.


Licik juga taktik Karina dan Ros tapi seandainya Andhini menginginkan dua-duanya suami dan bayi itu Karina akan meminta beberapa kali lipat dari jumlah kompensasi awal.


Menurut Ros itu yang paling bijaksana dan sangat memenuhi keadilan tapi entah keadilan untuk siapa?


Ros mengambil gelas kosong bekas susu dan karina menghabiskannya dalam berapa teguk saja, lalu makan. Ros yang suapi dengan perlahan semua makanan begitu penuh nutrisi dan memenuhi syarat gizi, lalu Ros mengambilkan obat dengan aturan yang sudah diketahuinya memberikannya kepada Karina. Karina merasa beruntung memiliki teman sebaik Ros.


"Gerakan ke kiri ke kanan dan belajar bangun, tujuh jam pasca operasi pertama harus sudah bisa belajar berdiri dan berjalan ke kamar mandi latih otot dan badanmu makanya gerakan dan lawan rasa sakit itu, Kamu harus kelihatan segar di hadapan suamimu walaupun Kamu habis bertarung antara hidup dan mati tetapi perjuangan belum selesai yang utama adalah Kamu harus memenangkan hati suamimu bukankah begitu?" ucap Ros lagi lagi mengingatkan Karina.


"Iya Kak Ros, Aku akan berusaha cepat sehat dan pulih, Aku ingin segera mengendong bayiku," jawab Karina begitu antusias.


******

__ADS_1


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️



__ADS_2