
"Sekarang Kamu adalah jadi salah satu orang yang tahu permasalahan ini, jangan sampai bocor kepada keluarga kita, mungkin itu juga pesan Andhini yang akan disampaikan padamu nanti. Bahkan Aku akan menjadikan kamu saksi saat nanti mengabarkan kepada orang tua kita kalau Andhini sedang hamil. Aku menginginkan kamu memperkuat pernyataan itu." ucapan Radit berupa permintaan kesediaan Rai sebagai orang yang tahu dan bisa menyimpan rahasia besar bagi keluarganya.
"Boleh saja dengan satu permintaan!" jawab Rai, dirinya juga nggak mengerti seperti apa perasaan pada Kakak satu satunya ini kini, mungkin berharap Kakaknya lanjut bersama Karina dan dirinya bisa memasuki celah itu.
"Permintaan apa?" sahut Radit. Merasa heran juga bisa-bisanya adiknya ini bernegosiasi dengan dirinya.
"Aku tak ingin melihat lagi airmata Kak Andhini, berlakulah adil hargailah ketulusan dan keikhlasan juga cintanya, kalau Kakak tak melakukan itu Aku adalah orang pertama yang akan pasang badan membelanya tak peduli apapun caranya, Aku ingin Kak Andhini bahagia, itu saja!" jawab Rai. Membuat Radit berpikir keras kenapa Adiknya sampai segitunya bersikap seolah membenci dirinya.
Radit mengurutkan dirinya tak mengerti kenapa Rai bisa mengatakan pembelaan seperti itu? Tapi Radit pikir itu hanya seorang pembelaan seorang Adik terhadap Kakaknya walaupun kakak ipar, mungkin Rai sudah menganggap Andhini adalah Kakaknya sendiri dan memang itulah kenyataannya.
Radit malah terbesit kepikiran lain jangan-jangan Rai selama ini mencintai Andhini juga? Ah! pasti semua itu tak mungkin.
Tapi mendengar semua pembelaannya itu mungkin saja, siapa yang tahu hati orang tak ada yang tahu seorang pun.
"Sudahlah sekarang bantu Kakakmu di supermarket yang akan dibuka, di situ akan banyak datang orang paguyuban dari Indonesia, kamu bisa berkenalan dengan siapa saja yang sudah bekerja, juga yang sudah bermukim di sini ada yang lajang dan masih berstatus mahasiswa juga banyak, Aku akan menengok Karina dulu memastikan dia baik-baik saja lalu aku menyusul ke supermarket." tukas Radit seperti ingin segera Rai berangkat dan dirinya bisa menyimpulkan dan berpikir apa maksud yang diucapkan Rai barusan.
Mendengar pengakuan jujur Kakaknya Radit Rai menjadi sedikit antipati mungkin Kakaknya Radit kalau siang hari memang kebanyakan waktu menghabiskan waktu dengan Karina sedangkan Andhini sibuk bekerja.
__ADS_1
Sedang malam hari pasti Radit sudah kecapean dengan pekerjaan dan kebersamaannya bersama Karina, sehingga kualitas kebersamaan Kak Radit bersama Andhini menjadi tidak berkualitas lagi. Disitulah mungkin pemicu sensitif pertengkaran di antara mereka.
Rai ingin segera bertemu Andhini dan mendengar segala curhatan dan keluh kesahnya walaupun tidak akan semua Andhini katakan pada dirinya, tapi setidaknya Rai bersedia menjadi tempat berbagi dan tempat sandaran Kakak iparnya.
Satu rasa yang tak pernah hilang dari hati Rai pada Andhini dan selalu menjadi kecemburuan kini seakan terusik kembali, melihat ketidakadilan yang dilakukan Kakaknya sendiri.
Diakui Rai ada yang salah dalam dirinya kenapa sejak dulu dirinya menyimpan rasa kepada Kakak iparnya? semenjak mereka belum menikah saat Andhini selalu datang ke rumahnya.
Saat Andhini datang menyambangi Kakaknya kala itu Radit sama Rai sedang berenang dan Andhini tanpa sungkan menceburkan diri berenang bersama, dari situ muncul bibit perasaan yang tak terkendali dari dalam diri Rai walau diakuinya itu adalah perasaan yang salah karena Andhini adalah orang yang dicintai Kakaknya dan mereka berdua saling cinta.
Sekian lama rasa itu ada dan tetap ada di hati Rai sampai saat ini, berada di sini rasa itu tetap ada dan pesona Andhini bagai magnet bagi Rai menghadirkan doa tak lazim jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam, semoga Kak Radit sama Andhini berpisah!
Rai bangkit jiwa laki-lakinya keluar, sementara hanya ingin jadi teman curhat, teman dekat, teman berbagi bagi Kakak iparnya Rai ingin menjadi pelindung dan tak ingin melihat air mata lagi dari Andhini tetapi senyum yang terpancar dari muka cantik Kakak iparnya.
Ray bukan anak kecil lagi untuk tidak menyadari apa yang ada dalam hati dan pikirannya juga rasa yang selama ini selalu ada, menyelesaikan kuliah yang tertunda selama ini jauh ke negeri seberang tetapi tidak melunturkan rasa dan ingatan terhadap sosok Andhini.
Usia mereka tidak terpaut begitu jauh, Andhini satu angkatan sama dirinya, tetapi Rai masih ingin memperdalam ilmu ekonomi nya, karena bagi Rai menuntut ilmu itu selagi masih ada kesempatan dan dukungan dari orang tua setelah itu baru meneruskan usaha orang tua dan Kalau mungkin bisa lebih memajukan setelah cukup ilmu.
__ADS_1
Terlepas dari salah atau benar Rai mencoba menelaah dulu masalah rumah tangga Kakaknya, Ada perasaan cinta terlarang dalam hatinya, dirinya juga tidak menginginkan rasa itu hadir atau memupuk sendiri perasaan itu hingga tumbuh subur dalam hatinya.
Rai selalu mencuri pandang pada pacar Kakaknya, senyum Andhini, kerlingan matanya, suara tawanya juga suara manjanya saat Andhini datang kerumahnya kala masih jadi pacar Kakaknya Radit menjadi belati yang menusuk sanubarinya.
Sekarang mendapatkan kenyataan seperti ini ingin rasanya rai berontak, kenapa Andhini menjadi milik Kakaknya? padahal sekarang Andhini tidak bahagia mungkin kalau bersama dirinya semua itu akan lain cerita.
"Baiklah Aku ke supermarket dulu," Rai bangkit dari duduknya tanpa melihat lagi raut muka kakaknya yang masih duduk sambil meminum minuman yang dirinya bikin sedangkan Rai sendiri tidak menyentuhnya sama sekali, mendengar semua kenyataan yang ada dalam rumah tangga Kakaknya apalagi yang menjadi fokus permasalahan adalah Andhini orang yang selama ini dirinya cintai dan kagumi ternyata tidak bahagia.
"Rai! jangan lupa persiapkan diri buat jadi reporter, dan pembawa acara penarik pengunjung, pokoknya banyak discount!" Suara teriakan Kakaknya Radit dari pintu saat Rai sudah berjalan agak jauh dari kondominium Kakaknya.
Rai melirik lorong yang salah satu pintunya dihuni sama Karina yang setelah tahu kini ternyata adalah Kakak iparnya juga, sebentar lagi pasti Kak Radit pasti kesana, dua orang dewasa sah jadi suami istri dalam satu ruangan ngapain lagi? tak mungkin hanya diam dan mengobrol, dan hasilnya Karina sekarang hamil adalah sensasi lain Kakaknya dengan tanpa memperdulikan Kak Andhini.
Seketika Rai sangat emosi, kenapa Kakaknya begitu mudah mendapatkan dua perempuan sekaligus? Dan salah satunya Andhini adalah orang yang dirinya suka, beruntung banget dia walau brengsek!
Rai agak ragu juga deg-degan saat mau sampai di supermarket Kakaknya, mencoba jalan dengan perlahan dan se-olah biasa saja. Melewati pintu depan yang banyak dihiasi pita kertas dan balon beraneka warna, Rai meneliti kalau pintu itu belum dibuka berarti harus lewat samping.
******
__ADS_1
Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️