Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Diam-diam ternyata jatuh hati


__ADS_3

"Vira, lama Aku memperhatikan sikap Kamu, kepribadian Kamu, kecantikan Kamu, bicaramu yang lembut, Aku mendapatkan kesimpulan kalau kamu begitu menarik dan sangat ideal juga pintar dalam hal apapun, terlebih Kamu di sini mendapat beasiswa yang tak semua orang memiliki kesempatan seperti itu, pantesan Kak Andhini begitu banyak memuji Kamu walaupun tidak secara langsung mungkin ucapannya seperti ini 'dekat lah sama Vira lihat kelebihannya dan jangan lihat kekurangannya' dan kini Aku tak bisa berbohong jujur Aku tertarik sama Kamu, Aku suka sama Kamu," ucap Rai saat makan malam mereka pulang bersama dan mampir di salah satu kedai makanan siap saji.


Ucapan Rai membuat Vira terkejut, sesaat diam menatap wajah tampan di dengan postur sama seperti Kakaknya Raditya malah lebih tinggi besar Rahadian.


Sekejap Vira hanya diam dan berhenti menyuap makanan dan hanya menatap pisau, sendok dan garpu juga sisa makanan di hadapannya, berharap Rai mengulang kata-katanya hingga Vira merasa yakin dan bisa menjawabnya.


"Vira, hai! kenapa bengong? dengar nggak Aku bicara apa barusan?" tanya Rai sambil tersenyum memperhatikan Vira yang hanya bengong seperti melamun atau berpikir.


"Oh, eh iya. Aku dengar Mas Rai, tapi sedikit berpikir takut salah dengar saja, jadi Aku takut gagal fokus jadinya mencoba mencerna ucapan Mas Rai tadi," jawab Vira dengan tersipu-sipu, membuat Rai tak henti tersenyum memandang wajah cantik yang begitu menggemaskan di hadapannya.


Keringat di kening Vira yang berhijab menandakan dia merasa kaget, tangannya bergantian memegang sendok garpu seperti bingung mau ngapain.


Kapan Rai meneliti dirinya? memperhatikan dirinya? perasaan biasa saja? Mereka sama-sama kerja cuma Rai kerja hanya sementara sampai dirinya merasa bosan dan selagi betah sambil liburan di tempat Kakaknya sendiri, mungkin sudah bosan dan nggak betah pulang atau liburan lagi ke tempat lain, itulah orang kaya, mau ngapain juga bisa dan semua tersedia.


"Jadi?" suara Vira agak tercekat sambil melirik Rahadian di sampingnya. Menatap manik hitam tajam dan bayangan habis kerokan di pipi dan kumis juga janggutnya yang kebiru-biruan.


"Jadi apa?"


"Mas Rai selama ini jadi ....?


"Ya, elah masa tak paham juga, tadi kan Aku menyatakan suka jawabannya gimana? apa Aku harus ulang lagi? perlu kesiapan mental lagi dong!" ujar Rai tertawa merasa lucu.

__ADS_1


"Maaf, suka sebagai apa Mas? teman, sahabat, rekan kerja? atau....?" lanjut Vira tapi terputus, ingin meyakinkan dengan apa yang didengarnya tadi.


"Ya ampun Vira! masa Kamu nggak mengerti sih? Aku tadi menyatakan suka sama Kamu! Aku malam ini nembak Kamu secara tiba-tiba memberikan surprise atau kejutan, masa jauh-jauh Kamu kuliah di Australia tidak bisa mengartikan kata-kataku tadi? kalau itu pernyataan suka antara seorang laki-laki Aku sama Kamu seorang perempuan terus Aku menunggu jawaban!" sahut Rai kelihatan serius dengan berbalik duduk menghadap Vira yang makannya sudah berhenti total.


"Bukan begitu Mas Rai, Aku harus mengerti dulu arti dari ucapan Mas tadi, nanti Aku jawab langsung dikira baper, Aku malam ini begitu terkejut dan surprise Mas begitu berhasil membuat Aku salah tingkah," ucap Vira tak bisa menyembunyikan perasaannya sendiri, kalau Vira merasa senang tapi antara percaya dan tak percaya.


Vira yang begitu mengagumi Rai selama ini setiap ngobrol mereka sudah serius tak ada bahasan soal pribadi hanya pembicaraan pekerjaan, malah Rai sendiri yang selalu ngobrol curhat tentang masalah Kakaknya dan Vira menganggap itu adalah hal biasa ternyata selama ini Rahadian memperhatikan sedetail-detailnya.


Vira kagum dengan prinsip dan kedewasaan walau Rai di lahirkan dalam keluarga kaya raya tapi begitu sederhana gaya hidupnya, mau kost di dekat Vira kost mungkin kalau tinggal di hotel juga Rai akan merasa mampu


Deg! Rai mencintaiku? apa ini mimpi? mungkin itulah pertanyaan yang ada dalam hati Vira gadis cantik yang punya tiket beasiswa manajemen bisnis internasional di Australia ini, Bagi Rai mengenal Vira adalah keberuntungan. Begitu juga sebaliknya mereka saling cocok dalam hal apapun dan nyambung saat ngobrol tentang apapun dari Madonna soal musik dan Maradona tetang olahraga bola dan kesukaan mereka lainnya.


Rai tersenyum dari tadi melihat salah tingkah Vira di sampingnya.


Kontan Vira sangat terkejut untuk kedua kalinya bibirnya di cium Rai di muka umum walaupun ini Australia itu hal wajar dan biasa melihat orang ciuman atau sekedar mengecupnya, tapi bagi Vira tetap itu hal yang membuatnya malu.


Vira diam, tak bereaksi hanya menggigit bibirnya sendiri sambil menunduk.


Tungkainya terasa tak bertenaga, darah seperti naik berdesir ke mukanya yang langsung merona merah dan terasa panas.


Rai menenangkan gejolak hati Vira dengan menggenggam jemarinya. Sekian lama dari masa remaja sampai kini berada di Australia dengan alasan pendidikan baru kali ini Vira merasa begitu istimewa, ada pernyataan cinta dari seorang laki-laki saat dirinya telah dewasa. Tentu di terima dengan perasaan dewasa juga.

__ADS_1


"Aku orang biasa Mas Rai, hanya faktor keberuntungan yang membuat Aku ada di sini," ucap Vira perlahan. Menatap keseriusan laki-laki di hadapannya.


"Kata siapa Kamu orang biasa? bagiku Kamu itu sangat luar biasa, cantik, pintar, bisa membawa diri, ulet, pekerja keras jujur Aku melihat sosok Kak Andhini di dirimu Vira." ucap Rai tak hentinya tersenyum.


"Jangan bandingkan Aku dengan Bu Andhini, jelas itu jauh berbeda, Aku hanya orang biasa Mas Rai tetapi kalau harus jujur Aku juga begitu mengagumi Ibu Andhini," ucap Vira merasa tak sebanding dengan orang yang di cintai dan di kagumi Rai yaitu Kakak iparnya sendiri Andhini.


"Aku memang mencintai Kak Andhini, tapi sebatas cinta adik sama Kakak sekarang, karena itu satu yang tak mungkin, selama kita bersama-sama jadi rekan kerja Aku merasa jadi orang bodoh Vira, kenapa baru sadar kalau di hadapan mataku ada sosok begitu istimewa? Aku sengaja kost di dekat tempat tinggal Kamu supaya Aku bisa melihat Kamu kapanpun mau, dan yang terpenting Aku tidak melihat seorang cowok datang ke tempat kost kamu saat malam minggu, jadi Aku yakin aman saat ini Aku ungkapan perasaan cinta ini" ucap Rai masih dengan keseriusannya.


Vira semakin menunduk, entah seperti apa perasaannya kini, yang pasti rasanya ingin teriak di atas puncak gunung yang tinggi, kalau dirinya kini bahagia.


"Maaf Vira, Aku tidak membandingkan Kamu dengan siapapun terlebih dengan Kak Andhini, Aku hanya melihat Kamu dengan mata hatiku kalau Kamu begitu menarik di mataku dan menembus ke jantung hatiku, Aku tak bisa menahannya lebih lama lagi, jadi Aku takut jawaban penolakan dari Kamu dan Aku pastikan kamu juga mencintaiku kan?" ucap Rai begitu percaya diri dengan semua pernyataannya.


"Vira mengangguk dengan senyuman."


Tawa Rai begitu keras mengundang lirikan pengunjung lain, tapi Rai tak perduli langsung memeluk Vira seketika yang masih panas dingin. Vira diam saja tak tahu apa yang harus di lakukannya.


Hanya terdengar tepuk tangan dan sebagian pengunjung tempat makan itu lalu menghampirinya sambil menyodorkan tangannya ke hadapan Rai dan Vira yang masih saja diam karena masih syok.


Rai menyambut salam dan ucapan selamat, mengatakan dalam bahasa negara itu kalau dirinya habis menyatakan cinta dan di terima.


******

__ADS_1


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi karya Author di bawah ini, baca like dan komen membangun ya! 🙏❤️



__ADS_2