Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Semangat dari Ros


__ADS_3

Seberapa gagah, seberapa kuat dengan postur tinggi besar nyaris tanpa kurang tapi kalau di hadapkan pada kenyataan berbaring tak berdaya hanya airmata yang bisa mewakili kata dan perasaannya.


'Maafkan Aku Andhini, aku belum bisa menyelesaikan masalah ini, mungkin ini balasan atas semua kelakuan menyakitkan yang banyak Aku lakukan terhadapmu selama ini, tapi melihat kamu datang dengan menitikkan airmata semakin Aku sadar ketulusan Kamu, Kini Aku tak berdaya karena kecerobohanku sendiri menjadi beban bagi Kamu apalagi Kamu sekarang lagi hamil, sakit dari luka ini tak seberapa tapi sakit karena penyesalan begitu menyesakkan dadaku,' benak Radit seperti di sadarkan dengan kejadian kecelakaan ini.


"Apa yang di rasa Mas? gimana Rai kata dokter apa ada patah tulang atau luka dalam? yang di khawatirkan itu, kalau luka luar sepertinya kelihatan separah apapun masih tetap bisa diobatin," tanya Andhini pada Radit jelas tak bisa menyampaikan keluhannya saat ini, jadi Andhini bertanya juga sama Rai yang ada sebagai penanggung jawab keluarga.


"Patah tulang nggak Kak sepertinya, tetapi kemungkinan retak bisa jadi kata dokter, karena hasil dari rontgen belum keluar untuk kaki, tetapi dokter mengkhawatirkan karena jatuhnya mungkin kaki sama kepala yang kena duluan makanya terjadi lebam juga sedang menunggu hasil scan kepala, mudah-mudahan tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan, ya karena jatuhnya kepala terjadi benturan hebat makanya Kak Radit pingsan tak lama setelah kejadian." Penjelasan Rai sedikit melegakan Andhini.


Radit memandang Istrinya yang dengan setia sekian lama menjalani rumah tangga perasaan Andhini tak pernah berubah, masih saja dengan kelembutannya bersikap walau kadang sedang kesal sekalipun pada dirinya.


Tak ada kedamaian selain berada di sisinya, tapi kenapa kemarin kemarin dirinya seakan lupa dan lama berpaling terbius pesona Karina yang kini seakan menjerumuskan dirinya pada masalah yang begitu rumit, dan ternyata Karina begitu manfaatkan dengan sengaja dan terang terangan, seorang Karina dibalik kecantikan, kehangatan dan pesona yang ditebarkan menyimpan tujuan lain pada dirinya


Radit merasa itu wajar dan biasa saja, sikap seorang istri muda, pasti banyak tuntutan tapi kalau seperti ini meminta waktu lebih, dirinya tak menceraikannya, meminta empat kali lipat kompensasi, lama-lama Karina semakin berani meminta ini dan itu mungkin juga meminta menceraikan Andhini suatu saat nanti.


Sekarang seakan menahan Anak mereka tak memperbolehkan Radit sebagai Bapaknya melihat, membuat Radit berpikir ulang untuk tetap bersikap baik terhadap Karina mungkin harus diberi ketegasan terutama dari dirinya.


*******


Karina pulang dengan meringis menahan sakit, berjalan sampai kereta yang membawanya kembali ke tempatnya membuat perutnya seperti terguncang hebat.


Karina datang bayinya dalam keadaan nangis, Ros yang berusaha menenangkan kelihatan panik melihat Karina datang langsung ke tempat tidur kecil sambil memeluk perutnya tanpa bicara apapun.


Setelah Bayinya tenang baru Ros menghampiri Karina dan mengusap tangannya.

__ADS_1


"Rina, gimana? apa bertemu suamimu?" tanya Ros perlahan.


Karina mengangguk masih dalam posisi memegang perutnya.


Ros mengerti, terjadi hal yang tidak di harapkan dari pertemuan Karina dengan Tuan Radit tadi.


"Minum obat dulu, biar rasa sakitnya hilang, gak usah bercerita dulu, Aku mengerti kegelisahan Kamu, semua usahamu dan pertemuan mu gagal kali ini, berarti kita sudah benar tak membawa dan menyerahkan Bayi ini pada mereka," ucap Ros sambil menyodorkan obat dan segelas air lalu membantu Karina bangun dari tidur menyamping sambil memegang perutnya sendiri.


Terasa capek rasanya hati dan perasaan Karina tetapi hatinya masih tetap mempercayai Ros kalau semua akan berjalan sesuai rencananya dan semua akan berhasil seperti yang diharapkannya.


"Makasih Kak," ucap Karina sambil mengambil obat dan gelas yang disodorkan Ros.


"Pulihkan dulu kesehatanmu, nanti kita cari cara lain, sekarang aktifkan ponselmu jadi kita bisa tahu kalau mereka menghubungi kita."


Karina kembali tiduran, rasa sakit membuatnya enggan bercerita kejadian tadi hanya hatinya begitu bersalah saat melihat Radit yang sepertinya jatuh saat melompat mengejar dirinya yang sudah ada di sebrang rel, suara kencang Radit mengaduh samar terdengar di telinga Karina dengan riuhnya suara orang-orang dan bisiknya di dalam peron stasiun itu.


Lalu orang-orang berkerumun memberikan pertolongan dan Karina naik pada kereta tujuannya nggak tahu lagi kabar selanjutnya.


Satu yang jelas terdengar teriakan Rai yang begitu kencang pemberitahuan kalau dirinya kabur dan kata terakhir yang diucapkan sebelum Radit kecelakaan, 'Kakak hati-hati!'


Lalu suara itu hilang dengan riuhnya suara ribuan orang di situ.


Karina sempat melihat sepintas di sela lalu lalang kereta yang lewat, Radit terjatuh melompat tak sampai pada titian tujuan sepertinya jatuh menimpa parit dan bebatuan juga bantalan pinggir rel kereta, tapi keburu orang pada turun berkerumun memberikan pertolongan sama Radit.

__ADS_1


Karina begitu gelisah hatinya, hanya Ros yang bisa menenangkannya, bagaimana kalau uang cash nya habis? tapi di rasa Karina masih aman-aman saja, kecuali uang di rekeningnya di Indonesia masih tetap utuh dan itu tak terbuka sekalipun pada Ros kalau dirinya punya uang banyak di rekeningnya di Indonesia.


Karina tetap punya antisipasi seandainya semua tuntutannya tak mendapat sambutan dari Nyonya Andhini dan Mas Radit Karina akan tetap mengasuh putranya sebagai jaminan hidupnya dan akan membawanya ke Indonesia, tapi surat-surat penting ada di Nyonya Andhini, itu masalahnya.


Ponsel Karina berdering dan yang memanggil adalah Nyonya Andhini. Ros berpandangan sama Karina setelah tahu dan membaca siapa yang memanggilnya.


"Karina, jawablah apa yang akan Dia bicarakan." bujuk Ros pada karina yang kelihatan wajahnya begitu bimbang.


"Aku belum siap Kak. Aku harus bicara apa?" jawab Karina sambil berpikir.


"Karina, bukankah suamimu kecelakaan? apa Kamu tidak mau mendengar tentang kabar suamimu itu? siapa tahu Nyonya Andhini ingin mengabarkan tentang kondisi suamimu seandainya kritis atau hal yang tidak diinginkan terjadi, Kamu pasti akan menyesal jadi apapun yang terjadi bicaralah toh Kita tidak berhadapan, Kamu bebas bicara apapun." ujar Ros memberi saran sebaiknya apapun harus bicara.


"Mas Radit bukan suamiku lagi Kak Ros, tadi sudah menceraikan Aku, telah menjatuhkan talak dan kini bukan siapa-siapa lagi," jawab Karina membuat Ros sedikit terkejut.


"Tapi kalian masih punya anak, berarti masih punya ikatan, mereka benar benar hanya mengambil keuntungan dari Kamu Rina, mereka mau enaknya saja, apalagi suamimu hanya menanam bibit setelah itu ucapkan cerai! gampang banget mereka merasa punya banyak duit tapi di pinta empat kali lipat saja begitu sulit?" ucap Ros merasa marah saat tahu temannya Karina baru saja di cerai, saat bekas lahiran saja belum kering dan rasa sakit masih akan terus terasa beberapa bulan ke depan.


"Itu bodohnya Aku Kak, Aku menyetujui saja kesepakatan itu, kalau tahu Aku akan jatuh cinta tapi tak terbalas mungkin Aku akan berpikir ulang saat itu." ucap karian jujur kalau dirinya jatuh cinta dengan Mas Radit dan tak bisa melupakan semua yang telah merela lewati bersama.


"Tapi seandainya cinta tak bisa jadi senjata kamu masih punya anak sebagai modal, mereka pasti akan menyanggupi berapapun yang kamu minta, kalau sudah punya duit laki-laki mana saja pasti kamu bisa mencari lagi yang lebih gagah dan tampan melebihi suamimu kemarin, dan kamu tak perlu berbagi kamu bisa memiliki seutuhnya Karina!"


*******


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️

__ADS_1



__ADS_2