Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Pengakuan Karina


__ADS_3

"Baik Rina, Kami mengerti sepertinya Ros ingin mengambil keuntungan dari masalahmu, seharusnya kita lapor polisi saja kalau sudah tidak kita dapatkan informasi dari lingkungan kita ini. Tak ada jalan lain selain kita akhirnya harus berhubungan dengan kepolisian juga sebenarnya itu Aku tidak mau kalau masih semuanya bisa diselesaikan dengan kekeluargaan selalu saja prinsipku seperti itu, mungkin ini jalan yang terbaik," ucap Andhini sambil memegang bahu Karina yang masih mengurai air mata.


Ada rasa sesak juga di dada Andhini, Karina yang sekian lama dirinya kenal begitu baik begitu menurut begitu ikhlas dan begitu rela sampai terjadinya pernikahan dengan suaminya sendiri dan mempercayakan semuanya kepada Karina tapi kenapa semua berakhir seperti ini? satu yang tidak diprediksi oleh Andhini kehadiran Ros ternyata telah merubah segalanya, merubah sikap Karina, merubah cara pandang Radit terhadap Karina, dan yang pasti hanya Andhini sendiri yang tidak berubah tetap punya perasaan kasihan dan hati yang tak tega pada Karina terlebih dirinya juga kini sedang hamil mungkin perasaan mereka cara pandang terhadap Anak akan sama, kasih sayang, berat hati ingin melindungi dan ingin memberikan yang terbaik bagi buah hati mereka masing-masing walaupun Anak Karina Anak perjanjian yang akan diberikan pengasuhannya kepada dirinya tetapi kini Andini berbalik tidak memaksa sama sekali.


"Apa Kamu punya ide barangkali masukan yang tidak Aku pikirkan Karina?" sapa Andhini lagi, Kelihatan Erika juga sedang berpikir hanya diam di pojokan melihat drama yang ada di depan matanya, semua serba tidak terpikirkan dan tidak diperkirakan ternyata biang kerok semuanya adalah teman Karina sendiri, pengasuh dan orang yang selama ini dipercaya sama Radit suami siri Karina sebelum dicerai.


"Mungkin Ros selama ini merasa dipercaya sehingga Dia bebas memasukkan ide gilanya dan memanfaatkan Karina yang dalam masalah dan konflik rumah tangganya. Mendengarkan kisah Karina adalah suatu peluang bagi Ros mungkin pekerjaannya seperti itu hanya alasan saja Dia tinggal dan berada di biro ketenagakerjaan menunggu masa dipulangkan atau masa sebelum kerja dan menunggu kontrak baru.


Karina menatap Andhini yang menjadi majikannya sejak awal dirinya keluar dari panti asuhan tidak menemukan perbedaan di sorot mukanya tetap bersikap lembut dan baik terhadap dirinya walaupun selama ini dirinya telah memberikan ketidaknyamanan atau mungkin lebih tepatnya telah bikin ulah membuat ricuh dalam rumah tangganya yang seharusnya Karina menjadi solusi bukan jadi pemicu karena tujuan awalnya memang seperti itu.


"Nyonya Maafkan Aku, Aku akan mengembalikan semua yang telah Aku terima yang masih tersisa. Selama ini Aku salah. Semua tindakanku selama ini melanggar perjanjian dan akibatnya Aku telah merasakan sendiri kesulitan dan kesulitan yang Aku dapatkan juga malah mencelakakan Mas Radit segala. Aku menyesal dan Aku minta maaf hanya satu permintaanku Nyonya walaupun Aku tidak pulang membawa apa-apa tidak menyisakan apapun selain mungkin pengalaman dan terima kasihku, Aku mohon jangan dulu lapor polisi karena Aku pikir Ros pasti menghubungiku, akhir-akhir ini dari mulai aku dijemput sama Rai juga Vira Aku sama Ros sudah selalu bertentangan dan bersitegang Ros tetap ingin Aku mempertahankan prinsipku tetapi Aku tidak mau ingin segera semuanya selesai dan yang Aku pikirkan adalah Adikku masalah Anak sebenarnya tidak Aku pikirkan karena suatu saat Aku tidak mampu lagi dan tak punya apa-apa mungkin Aku akan menyerahkannya," ucapan Karina mungkin itu kejujurannya membuat Andini tertegun.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak sampaikan sejak awal kata-kata seperti ini Karina? mungkin kita tidak akan sampai pada masalah seperti ini, kenapa kesadaranmu baru datang sekarang setelah semuanya begitu terlambat? bagaimana nasib Anakmu sekarang di tangan orang yang tidak bertanggung jawab seperti itu, semua itu mutlak kesalahanmu sejak awal Aku meminta sudah Aku sewakan baby sitter sudah aku persiapkan ranjang sudah ku persiapan semua perlengkapannya." tutur Andhini walau tidak seutuhnya menyalahkan Karina.


"Sekali lagi maafkan maafkan Aku Nyonya, Aku adalah penghianat, telah dianggap adik, telah di beri segalanya tapi timbal balik dan balas budi yang kuberikan seperti ini pada Nyonya, Aku telah lancang dalam segala hal," jawab Karina penuh penyesalan.


"Sudahlah Rina semua telah terjadi mau diapakan lagi, Aku ikut keinginanmu Aku tidak lapor polisi dulu sampai satu kali 24 jam tetapi Kamu harus merespon setiap ada telepon dari Ros mungkin Rai akan berjaga di sini bahkan akan memegang telepon Kamu tetapi saat menelpon pertama kali kamu yang harus menjawab," ucap Andhini sedikit memberi pengertian.


"Baik Nyonya, semua Aku ikuti dan akan mentaati semuanya." jawab Karina perlahan.


"Sudahlah Aku ikut prihatin merasakan semua perasaanmu kini."


Andhini percaya, mengangguk dan tersenyum menjadi sedikit longgar rasa sesak di dada Karina.

__ADS_1


"Rina apa kamu akan nelpon Adikmu sekarang atau tidak?


kalau mau tahu sekedar kabar atau sekedar menentramkan hati Adikmu teleponlah, kalau Kamu mau bicara biar nanti Aku sambungkan ke ibu Elyana," ucap Andhini sambil menatap Karina yang begitu sembab karena tak henti-henti menangis.


"Aku masih belum mau bicara apa-apa Nyonya, nanti sajalah dulu sekarang yang Aku pikirkan Anakku saja maunya Kak Ros itu apa? kenapa malah Anakku yang di culik?" ucap Karina, bukan tidak mau menelepon langsung kepada Ibu Elyana, atau bertanya langsung atau juga bicara langsung pada Adiknya Lila yang lama tak bicara tetapi dalam kekacauan masalah sekarang ini pikiran Karina tidak tenang mungkin dirinya tidak bisa dengan lugas menyampaikan semua kata-katanya palingannya air mata. dan itu dipahami Andhini.


"Baiklah kita cari solusinya. Nanti Aku bicara sama Rai, yang Aku heran kemana jalannya Ros membawa Bayimu itu? karena Rai juga berjaga walau bukan di pintu lift langsung."


Rasa bersalah di hadapan Nyonya Andhini juga Mas Radit semakin meyakinkan Karina kalau dirinya tidak bisa menjaga Bayinya sendiri, kenapa harus kecolongan dan tertipu daya ucapan manis Ros yang ternyata mungkin orang jahat. Berpikir sepertu itu karena begitu merinding ternyata selama ini dirinya bergaul berkecimpung dengan seseorang yang punya niat tidak baik terhadap dirinya, mungkin juga harus terlibat dalam satu sindikat kejahatan dan semacamnya.


*******

__ADS_1


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️



__ADS_2