
Semakin hari semain pulih saja Karina kelihatannya, Hari ini dimana Andhini dan Radit juga Erika dan Rahadian mau menjemput Karina dan bayinya pulang, dari kemarin Andini tidak begitu banyak waktu jadi baru satu kali menengok Bayi juga Karina setelah melahirkan dan sekarang serius Andhini ingin membawa bayi itu pulang, dan Karina juga sudah diperbolehkan pulang juga dengan perawatan dalam masa pemulihan di rumah itu sudah di rencanakan Andhini dan Radit.
Rencana Bayi langsung di bawa ke rumah kondominium Andhini dipisahkan sama Karina. Dan soal penyelesaian perjanjian mungkin melihat kondisi Karina dulu Andhini tidak egois juga tidak akan memaksakan keinginannya tergantung kesiapan dari kedua belah pihak terutama Andhini melihat kesehatan Karina.
Seandainya Karina telah siap Andhini juga merasa siap untuk menyelesaikan semuanya dan mengembalikan kondisi rumah tangganya kepada suasana awal sebelum adanya perjanjian, cuma sekarang di antara Radit dan Andhini ada Bayi Anak mereka walaupun datangnya bukan dari rahim Andhini sendiri.
Andhini telah menyewa seorang baby sitter, dan segala perlengkapan untuk Bayi laki-lakinya segala telah siap di rumahnya menyambut kedatangan Bayi jagoan mereka.
Erika telah menunggu di ruang tamu tinggal menunggu Rai saja, Radit sudah selesai berdandan tinggal Andhini biasanya Andhini keluar terakhir dari kamarnya.
"Mas, sudah yakin kalau hari ini Karina di izinkan pulang?" tanya Andhini sambil mengambil gelas dan meracik sendiri minuman yang diinginkannya.
"Iya, Aku sudah bicara langsung sama dokternya malah seminggu terlalu lama katanya tapi balik lagi pada pasien dan keluarganya, pihak rumah sakit tidak masalah mau berapa lama sampai dia merasa sembuh juga tetapi alangkah lebih baiknya suasana rumah akan lebih mempercepat masa pulih dan kesembuhan pasien itu sendiri, juga kemarin Aku sambil menyelesaikan administrasi jadi semuanya tinggal pulang paling mungkin konsultasi terakhir dengan dokter kita pulang sudah," ucap Radit di depan Erika dan Andhini yang ikut duduk di sofa ruang tamu.
"Oke, kalau begitu. Coba telephon Rai Rika, masa jam segini masih tidur? susah kalau lagi jatuh cinta banyak waktu terbuang," ucap Andhini sambil tersenyum.
"Nikahin saja biar mereka menemani juga meneruskan membantu kesibukan mertua lo Dhini, bukankah lo sudah begitu cocok sama Vira?" jawab Erika setelah meminum minumannya.
"Harusnya seperti itu, jadi gue juga Mas Radit merasa tenang di sini kalau ada yang sudah tetap di sana bantu orangtua, tapi tidak semudah itu juga mungkin Vira menyelesaikan dulu studinya katanya paling satu semester lagi biarin mereka menikmati masa pacaran di sini dan nanti setelah pulang mereka menikmati masa kerja mereka yang sebenarnya." sahut Andhini sambil melirik Radit suaminya yang hanya mengangguk saja tanda setuju.
Radit menerima telephon kalau Rai menunggu di bawah sekalian sarapan sama Vira.
__ADS_1
"Lama-lama kebelet juga tuh Anak, tiap waktu bersama, berdua hampir tak terlewatkan karena satu tempat kerja, tapi mungkin di situ kebahagiaan nya." Erika bicara di sambut tertawa kecil Andhini.
"Masa muda Rika! masa lo nggak merasakan?" seloroh Andhini.
Erika hanya tertawa di sambut sungging Radit.
Mereka lalu keluar dan Radit mengunci pintu.
Rai dengan senyum khasnya telah menyambut mereka di lobby bawah, mungkin habis sarapan sama Vira jadi kelihatan senyumnya lebar.
"Entah kenapa hari ini Andhini merasa bahagia, mungkin karena akan ada bayi di tengah keluarga kecilnya? atau karena Rai yang kelihatan semakin serius memperlihatkan tanggung jawabnya mungkin dari segi pekerjaan walaupun semua tidak ada penekanan dari Andhini juga Radit mau bekerja ataupun tidak Itu terserah Rai sendiri, karena tujuan awalnya datang ke situ awalnya liburan saja tapi kalau berkeinginan sedikit mau membantu pekerjaan yang ada Andhini sama Radit menyambutnya dengan senang hati.
Atau juga perubahan di diri Mas Radit? yang yang membuat hati Andhini merasa gembira karena akhir-akhir ini begitu memperlihatkan perubahan di mata Andhini, walaupun Andhini tidak langsung percaya begitu saja perubahan itu adalah ketulusan dari hatinya kalau Mas Radit benar untuk kembali pada suasana rumah tangganya seperti dulu sebelum ada perjanjian, nikah siri dan Karina dalam rumah tangganya.
Mereka naik mobil bersama menuju ke rumah sakit hanya Radit yang kelihatan tidak banyak bicara duduk di samping Andhini yang selalu mengelus perutnya sendiri, di depan Erika yang membawa mobil dan Radit duduk di jok sebelahnya.
Hanya ada pembicaraan sederhana sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, paling banyak Erika yang menggoda Rai karena mungkin yang paling enak menjadi sasaran mungkin orang yang sedang jatuh cinta.
Rai hanya tersenyum terkadang terkekeh sendiri apalagi saat Erika menggodanya dan mengatakan ada kepercayaan orang sini kalau pacaran di musim salju biasanya suka jadi.
"Itu mitos Mbak Erika, buktinya Kak Radit sama Kak Andhini jadi aja kalau mereka mungkin awal pacaran dulu di Indonesia saat musim kemarau," ujar Rai menanggapi candaan Erika.
__ADS_1
"Itu mungkin penelitian dan survey secara ilmiah Rai tapi sebenarnya sih mitos juga lebih besar berpengaruh antara mitos dan kenyataan itu memang beda tipis karena mitos dihembuskan dari pengalaman orang-orang yang telah menjalaninya," ujar Erika sambil melirik Rai dan tersenyum meneliti wajah tampan dan merona merah saat di goda.
"Tapi semoga saja Mbak mitos itu benar adanya, sepertinya liburanku yang tak di sangka kali ini menentukan masa depanku juga," jawab Rai penuh harap.
"Iya Rai, do'a kita juga ya Mas?" jawab Andhini sambil melirik Radit di sampingnya.
Pagi menuju siang yang sangat sukacita di dalam mobil itu, walau di tengah musim dingin dan rintik hujan salju yang lagi datang, mereka melewatinya dengan kegembiraan begitu juga Andhini selalu saja mengelus perutnya walau terhalang mantel tebal yang menutupi badannya.
Sampai rumahsakit mereka mengisi daftar tamu dan setelahnya mereka berjalan ke ruangan Karina di rawat paska operasi.
Sampai di situ Andhini dan Radit juga yang lainnya Erika sma Rai merasa heran karena kamar Karina telah kosong melompong, Radit juga Andhini menjadi panik dan bertanya pada petugas yang menganti seprai di dalam juga petugas kebersihan lainnya yang lagi membersihkan ruangan itu dan mereka menjawab tidak tahu.
Radit berlari ke ruangan petugas resepsionis dan mendapat jawaban setelah melihat buku daftar pasien kalau mereka Karina, Bayinya sama seorang keluarga telah pulang malam tadi.
Kontan saja membuat Radit meradang dan langsung menelephon Karina tapi tak ada jawaban apapun dari ponselnya.
Andhini hanya diam dan berpikir apa maksudnya karina pulang hanya bersama Ros dengan membawa bayi mereka? bukankan sudah janji kalau hari ini akan di jemput?
******
Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️
__ADS_1