
Karina melihat jelas secara nyata depan mata kepalanya sendiri kalau Nyonya Andhini sama Tuan Radit beradegan dewasa kebetulan pas Karina mau keluar kamar. Nyonya Andhini dan Tuan Radit depan mata Karina di sofa ruang keluarga sedang berpelukan dan berciuman. Karina kembali masuk kamar dan masuk kamar mandi mengguyur seluruh tubuhnya dengan air seakan ingin menghilangkan segala beban dalam hatinya.
Melihat kemesraan keduanya Karina tak habis mengerti kenapa mereka belum memiliki anak ataukah persoalan anak adalah bukan persoalan mesra, harmonis, sehat kedua pasangan? tetapi murni adalah rezeki dan takdir mereka?
Karena merasa khawatir kalau sampai dirinya tidak hamil berarti mungkin ada di Tuan Radit permasalahannya tapi kalau hubungan antara Tuan Radit dengan dirinya membuahkan hasil berarti yang ada masalah di Nyonya Andhini.
Selesai mandi tanpa sarapan Karina bergegas berdandan pergi ke tempat kerjanya membereskan semua pekerjaan dan mungkin akan berbicara kepada Pak Budi menindaklanjuti apa yang telah disampaikannya Nyonya Andhini kalau dirinya akan bertolak ke Australia.
__ADS_1
Tanpa memperdulikan suara cempreng Bi Ummah yang memanggilnya berkali-kali, juga atas keheranannya Bi Ummah yang pasti banyak pertanyaan kenapa dirinya sampai pindah ke kamar dalam di lantai bawah.
Walau badannya terasa kurang vit, terasa ngilu dan agak sakit seluruh tubuhnya juga kantuk yang bikin lesu Karina, tapi Karina berusaha memperlihatkan semangatnya karena tak ingin citranya sebagai seorang yang sangat tekun dalam mempelajari semua pekerjaan awal sampai sekarang sudah mahir dalam hal apapun yang dicontohkan yang diberikan Pak Budi sebagai bimbingan pada dirinya. Semua ditangkap dengan baik Karina.
Duduk dengan sarapan yang di belinya di depan jalan tadi sebelum masuk kerja Karina membayangkan gempuran Tuan Radit semalam dalam sakitnya pertama kalai berhubungan ada kenikmatan yang dirasakannya, Karina begitu ingin tahu seperti apa nanti kedua kalinya, dan seterusnya? akankah seperti semalam? lebih dahsyat kah atau malah tak terlalu bergairah?
Saat Tuan Radit melakukan pemanasan yang luar biasa di rasakan Karina, ciuman panasnya, juga saat mulut yang begitu rakus menjelajahi area tertutup menghadirkan gelanyar aneh yang bikin Karina kejang.
__ADS_1
"Eh, Pak Budi. Iya Pak Aku sepertinya akan pergi jauh seperti mimpi saja," ucap Karina seperti kedengaran sedih.
"Pantesan sejak awal kamu dititipkan Ibu Andhini karena mungkin dia punya tujuan dan sudah punya intuisi terhadap kamu Karina, mungkin juga Bu Andhini melihat kamu punya potensi lain sehingga bekerja kurang dari setahun dia sudah berani mengajak kamu untuk bergabung di perusahaannya yang ada di Australia."
"Alhamdulillah banget pak mungkin kalau dilihat dari prestasi Aku belum punya prestasi tetapi kalau penilaian lain Aku tidak tahu, hanya ada sedih juga bahagianya bagiku saat Aku terpilih menjadi pegawai yang akan ikut ke Australia." Karina menyadari siapa dirinya.
"Harusnya bahagia bukan sedih Karina, Semua orang punya kesempatan padahal Aku sendiri juga menginginkan sembari mencari pengalaman." Pak Budi menjawab sambil tersenyum menatap Karina.
__ADS_1
Nyonya Andhini pasti sudah memikirkan jauh-jauh hari tentang rencana untuk dirinya, Karina sadar itu.
*****