
Karina akhir-akhir ini merasa heran dengan apa yang di lakukan suaminya Mas Radit, dari awal pernikahan mereka selalu begitu tak pernah absen mengunjungi dirinya siang malam walau mencuri waktu kebersamaan Mas Radit dengan Nyonya Andhini istrinya yang sah.
Tapi kini semua seakan berbanding terbalik, perubahan ini baru Karina rasakan sebulan yang lalau kira-kira, sampai dirinya hamil masih saja Mas Radit selalu mengunjungi dengan hasratnya yang begitu menggebu, sepertinya tak mengunjungi dirinya adalah satu hutang yang harus dibayar dobel kedepannya.
Semua itu melambungkan hati Karina, merasa dirinya lebih diatas Andhini karena punya kekuatan ada anak diantara Karina dan Mas Radit.
Karina yang begitu berhasrat menginginkan Mas Radit menjadi miliknya balik mencintainya harus memutar otak mengambil kembali hati Mas Radit bisa kembali seperti sebelumnya, begitu menginginkan dirinya seperti diawal pernikahan mereka.
Kerinduan Karina akan belaian dan sentuhan suaminya membuat dirinya sering keluar dalam keadaan hamil besar memasuki usia 8 bulan berharap bisa bertemu dengan siapapun terutama Radit, dan sekedar jalan-jalan bahkan datang ke minimarket yang biasa dulu dirinya kerja di situ, memadu kasih menuntaskan gairah muda mereka tanpa absen di pagi hari juga di jam istirahat bersama Mas Radit saat Karina masih kerja.
Mas Radit kini datang hanya memastikan dirinya baik-baik saja, memeluk dan mengusapnya, mencium perutnya tanpa sentuhan berkelanjutan padahal Karina begitu ingin berlama-lama bersama dan memberi kepuasan pada suaminya dan pulang dengan energi yang terkuras sehingga sampai rumahnya Mas Radit tak menyentuh Nyonya Andhini lagi.
Tapi semua tak ada kesempatan lagi, apalagi waktu semakin dekat mereka akan bercerai menuntaskan perjanjian sampai bayi ini lahir dan Karina akan menjalani hidup seperti dulu lagi, dan pulang ke Indonesia.
Itu yang tak di inginkan Karina saat ini, Karina masih ingin belaian dan ciuman dan cumbu suaminya, tak bisa lupa semuanya dan hatinya berharap tetap tak ada perceraian diantara mereka. Karina ingin mempertahankan pernikahannya dan kalau bisa merubahnya menjadi pernikahan yang diakui, tak hanya sah menurut Agama.
Karina mencoba menelephon
__ADS_1
tapi jawaban selalu layanan operator dan Mas Radit tak pernah menjawabnya, tapi nanti akan datang menengok walau sebentar, itu kebiasaannya kini.
Lama Karina berpikir dan mencari cara untuk menjerat suaminya sendiri, tapi Karina tak begitu pintar hanya keinginan saja tak tahu cara yang terbaik meluluskan keinginannya, sampai Karina mengobrol sama orang yang selalu di gaji suaminya Mas Radit menemaninya kalau malam juga siang lalu pulang dan malamnya datang lagi.
Orang itu dari biro ketenagakerjaan sama orang Asia juga masih satu rumpun dengan Indonesia, dalam posisi menunggu di pekerjakan atau menunggu kepulangan sehabis kontrak dalam masa menunggu administrasi yang belum keluar, kantor menawarkan dulu pekerjaan yang lumayan gajinya infal atau pengganti peran begitu, ada yang menggantikan sebagai tenaga ART, pengasuh atau di bidang lain yang di butuhkan salah satu keluarga ada juga sebagai pelayan di toko apapun yang dibutuhkan selalu dipenuhi dari biro itu, mengisi waktu dalam masa rehat kerja.
Kak Ros biasa Karina memanggilnya usianya diatas Kaina pernah berkeluarga dan gagal mempertahankan nya. Dengan sapaan itu Karina merasa enak karena memang beda usia, keduanya merasa biar akrab mereka saling memanggil nama biar kedengaran sama enak.
Seperti waktu itu mereka mengobrol tentang keluarga masing-masing tentang perjalanan hidup masing-masing walaupun banyak yang Karina tidak terbuka, sampai mereka ada di tempat itu dan mereka kelihatan akrab dan saling cocok satu sama lain.
"Kamu Rina enak banget, semua di layani. Suamimu begitu perhatian apapun kebutuhanmu di cukupi, walau kelihatan suamimu begitu sibuk tapi bagiku tak mengapa asal kebutuhan kita terpenuhi. Sebenarnya suamimu bekerja di mana? kenapa begitu banyak waktu di luar sampai-sampai bertemu istrinya kamu di sini begitu sempit waktu kalian untuk bersama?" ucap Ros baru kali ini bertanya pada Karina soal rumahtangganya setelah sekian lama mereka bersama dan selalu ngobrol tentang apapun.
"Kak Ros, Kalau boleh Aku katakan jangan mau sepertiku karena Aku hidup dalam suatu yang tidak pasti, juga ada sedikit sesal walau semua itu gak bisa di putar ulang," ucap Andhini sambil membuka box makanan dan Ros menyodorkan minuman ke hadapan Karina.
"Kenapa Rina? Ada apa dengan dirimu? ada apa dengan suamimu? ada apa dengan rumah tanggamu karena Aku lihat semua harmonis-harmonis saja tanpa kurang suatu apapun hanya Aku melihat keganjilan begitu sempitnya waktu suamimu untuk bersama, hanya itu saja lain dari itu semua biasa-biasa saja," jawab Ros jujur dengan penilaiannya.
"Aku hanya istri siri Kak Ros ... dari majikanku sendiri, suamiku adalah majikanku dan Nyonya Andhini yang menyuruh suaminya menikahi Aku secara siri demi bayi dan anak ini nanti yang akan Aku serahkan pada mereka," ucap Karina sambil membelai perut buncitnya.
__ADS_1
"Astagfirullah, benarkah itu Rina?" Ros berhenti membuka box makanan, memandang tak percaya pada wajah cantik Karina seperti kisah di dalam dongeng dan cerita fiksi sebuah novel tapi ini benar adanya, terasa Ros ingin menggali seperti apa kisah yang dialami Karina.
"Ya begitulah, berawal Aku bekerja di keluarga muda suamiku Mas Radit dan Nyonya Andhini, entah bagaimana awalnya Aku ditawari menjadi istri sirinya Mas Radit atas izin Nyonya Andini karena mereka telah sekian tahun tidak memiliki anak dalam rumah tangganya. Jelas Aku tergiur dengan semua penawaran dan fasilitas yang mereka berikan uang satu miliar telah masuk ke rekeningku dan bonus 1 rumah cluster setelah Aku melahirkan nanti dan memberikan Anak ini pada mereka, kehidupanku di sini dijamin bahkan Aku digaji selama bekerja dan sekarang juga tidak bekerja gajiku tetap mengalir. Aku digaji tiap bulannya luar dari bonus dan perjanjian, kesempatan yang tidak akan datang dua kali menurutku walaupun mengorbankan perasaan dan hatiku sendiri, Karana Aku kini jujur telah jatuh hati pada Mas Radit," tutur Karina panjang membuat Ros melotot serasa tidak percaya.
"Kan kalian sudah jadi suami istri kenapa harus jatuh hati lagi? jawab Ros tidak mengerti.
"Setelah Anak ini lahir kami akan bercerai kembali dan Aku akan pulang ke Indonesia meneruskan kehidupanku yang tertunda, mungkin hatiku akan tinggal di sini bersama Anakku yang tak akan pernah aku rawat dengan belai kasih sayang seorang Ibu." ucap Karina begitu sedih dan Ros mengambil tissue di sampingnya menyodorkan pada Karina.
"Oh, alah jadi kalian akan bercerai setelah lahiran?"
"Ya, pernikahanku hanya sebatas perjanjian."
******
Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi karya Author di bawah ini, baca like dan komen membangun ya! 🙏❤️
__ADS_1