Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Satu lift berdua


__ADS_3

Karina melenggang dengan santai di jalur pedestrian sambil melihat-lihat sekeliling suasana jalan yang lengang siang itu.


Hatinya biasa saja tak ada ketegangan hanya ada sedikit penasaran bagaimana seorang adik Mas Radit yang namanya Rahadian itu, apa seganteng Mas Radit?


Ada sungging senyum di bibir Karina mengingat semua yang telah dijalaninya selama ini. Dinikahi seorang majikan adalah satu mimpi yang tidak terbayangkan, seorang Radit yang memiliki postur tinggi besar dengan kegagahan dan ketampanan yang tidak bisa diragukan lagi datang dari keluarga yang sukses dalam hal bisnis juga pekerjaan menjadi seorang yang mumpuni beristrikan seorang millionaire tetapi akhirnya jatuh juga ke pelukannya karena faktor keadaan.


Tak masalah bagi Karina semua dijalani saja karena semua adalah bagian dari proses dan konsekuensi yang harus dijalani.


Ada baiknya dirinya bisa istirahat dan tak bekerja jadi bisa leluasa jalan-jalan seperti sekarang menikmati suasana kota nelpon di musim gugur.


Helai demi helai daun beterbangan di tiup angin yang semilir berhembus menerpa kulit yang terasa dingin menghadirkan sensasi lain di jalan-jalan yang penuh dengan daun-daun yang gugur menanti musim semi.


Karina merasa langkahnya begitu ringan bisa menatap dan merencanakan masa depan yang lebih baik dengan uang satu milyar lebih dan satu rumah siap huni, semua seperti dalam mimpi, dan pastinya akan menghadirkan senyum di bibir adiknya saat Karina kembali ke Indonesia akan merintis usaha dan sedikit menyisihkan uang untuk membeli tempat buat memulai usahanya.


Karina melihat-lihat semua makanan di toko yang banyak berderet kelihatan semua enak-enak. Karina membeli dan memilih apa yang di sukanya walau bicara dengan aksen lucu dan terbatas dalam penguasaan bahasa.


Tapi dengan menunjuk mengangguk dan tersenyum itu sudah bisa berkomunikasi, pelayan memberikan harga dengan menunjukkan harga yang tertera di makanan tersebut.


Karina masuk ke lift dengan santainya sambil mendekap paper bag berisi makanan.


Siang terasa sepi karena saatnya sebagian penghuni kondominium lagu kerja juga lift ada beberapa. Dari arah mana kita datang bisa langsung masuk dan menaikinya.


"Hai." Satu sapaan seorang laki-laki setelah memasuki lift mengagetkan dan membuyarkan lamunan Karina.


Karina hanya tersenyum dan mengangguk, lalu bergeser memberi ruang pada yang baru datang. Lalu memijat lift berbarengan dengan laki-laki itu dan nomor yang dipijatnya juga sama yaitu lantai di mana tempat dirinya tinggal.

__ADS_1


Berdua tertawa dan Karina mempersilahkan laki-laki itu melanjutkan memijit tombol lantai tujuan.


Rahadi meneliti dandanan Karina yang memang unik karena jarang di negara ini orang dengan penampilan seperti Karina dengan wajah Asia kentara banget kalau tidak dari Indonesia pasti dari Malaysia atau Brunei itulah yang ada di pikiran Rahadian.


Seorang berhijab dengan wajah Melayu kalau bukan mahasiswa pasti bekerja di sini atau ART? mungkinkah secantik ini seorang ART?


Rasa hati Rahadian begitu tertarik ingin berkenalan tapi lift keburu berhenti dan Karina mengangguk sambil ngeloyor keluar duluan.


Rahadian di menempati kamar hotel untuk sementara waktu karena kalau di kondominium walau ada kamar merasa tak enak terutama Andhini sendiri merasa ruang privasi nya menjadi terganggu. Radit mengerti satu-satunya jalan yaitu booking satu kamar hotel yang tidak jauh dari kondominium itu dan sekarang menuju kondominium Radit untuk sekedar berkunjung setelah tiba dari bandara dan telah menempati kamar hotelnya.


Rahadian menatap punggung Karina yang berjalan sudah jauh memasuki lorong panjang lalu berbelok, Rahadi hanya bisa tersenyum memandang sosok yang sudah menghilang di balik tembok dan deretan pintu.


Gadis cantik berhijab dengan muka Melayu sangat cantik begitu menarik hatinya, tapi sayang tak sempat berkenalan mungkin karena sama-sama grogi atau sama-sama takut salah dengan semua yang mereka lakukan tapi Radit berdoa semoga suatu saat akan bertemu lagi dan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan.


Rahadi mengetuk kamar hunian Kakaknya, Radit membukanya. Sekali lagi mereka berpelukan sekilas lalu masuk.


"Dia lagi beresin supermarket yang mau dibuka. Semuanya sudah siap cuman mungkin hari ini lagi perekrutan tenaga kerja memang sudah saatnya kami menyerahkan semua pekerjaan itu kepada tenaga-tenaga muda jadi keterlibatan kami tidak terlalu full dan rencananya di situ juga akan dibikin semacam kantor, pusat segala macam pemesanan dan supply semua kebutuhan di supermarket kami."


"Wah, Aku bisa melamar juga sama Kak Andhini, kalau masih betah di sini." celetuk Rahadian membuat Radit dag dig dug tak karuan. Bisa berabe kalau Adiknya sampai minta tinggal di sini bersama dirinya itu sesuatu yang tidak boleh harus mencari cara untuk tetap mendeportasi sehingga dia datang ke sini hanya sekedar berkunjung dan main saja.


"Coba aja melamar sama Kakak iparmu pasti di tolak hahaha..." canda Radit sambil ngakak sendiri.


"Kenapa nggak percaya sama kemampuan ku bukan?"


"Bukan, bukan itu tadi tapi lebih ke kami tidak sanggup menggaji lulusan luar negeri, lagian kenapa seorang Rahadi hanya bekerja di supermarket kecil belum sekelas Subrata Group atau Surya Group yang ada di Indonesia harusnya seorang Rahadian sarjana ekonomi lulusan luar negeri memimpin perusahaan besar seperti Subrata Group."

__ADS_1


Tapi Aku sepertinya peta tinggal di sini Kak?


Baru datang sudah bilang betah? gimana pacar kamu di tinggalkan di sana nanti diambil orang lho!"


Jangan menyindir ... sudah tahu Aku jomblo seluruh dunia juga tahu kalau aku lagi mencari


Oh jadi seleramu bule? makanya jomblo mencari pasangan di Australia begitu?


Kali aja ada orang Indonesia nyasar di sini kan jadi menyelam dapat jodoh?


"Ya ,sudah terserah kamu saja, pokoknya nanti Aku bawa deh ke supermarket yang baru kalau mau bantuin. Kelihatannya kamu tidak bakalan betah di sini banyak faktor terutama kekhawatiran orang tua kita syukur Alhamdulillah kamu sudah selesai sekolah dan bisa pulang tetapi malah pergi lagi."


"Aku tak habis pikir dengan keputusan Kakak sama Kak Andhini kenapa berada di sini?" tanya Rahadi mengungkapkan keingintahuannya.


"Memang Aku sama Andhini lagi melakukan sesuatu terapi yang rutin kami lakukan di rumah sakit ternama di sini yang kata orang banyak yang berhasil, tetapi ada hal lain juga yang kami ingin perjuangkan yaitu rintisan usaha yang sudah mulai menanjak di sini, tidak mudah bagi kami untuk meninggalkan begitu saja tapi seandainya sudah sampai pada titik jenuh kami berdua tidak akan pergi ke mana, tempat pulang kami yang paling nyaman adalah tetap di Indonesia." tutur Radit panjang lebar memberikan alasan keberadaan mereka tinggal di Australia."


Rahadian diam sedikit mengerti keinginan Kakaknya.


"Aku do'akan semoga kalian berhasil semua programnya."


"Oke terimakasih, karena waktu sudah sore biasanya toko kami tutup setelah maghrib berhubung sudah ada pegawai yang menggantikan, jadi kami menambah jam kerja sampai jam 09.00 malam dan itu sudah jadi tanggungjawab dan di bebankan pada pegawai sif 2."


*****


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi karya di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️

__ADS_1



__ADS_2