Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Keraguan Radit


__ADS_3

"Mas, apa tidak lebih baik Aku melanjutkan semua di sini?" ucap Andhini merasa kehamilannya adalah bagian dari rumahsakit ini, dan ada andil fasilitas rumahsakit ini, Andhini merasa sudah nyaman di rumah sakit ini bukan karena ada dr Fadli tapi semua dirasa Andhini begitu beda dari yang sudah-sudah dirinya jalani di tempat lain.


"Masih banyak rumahsakit di kota ini yang lebih baik! Kamu jangan khawatir Sayang bahkan dokter yang lebih berkualitas masih banyak. Aku nggak mau dokter yang memanfaatkan pasiennya!" ucap Radit seperti di tujukan pada dr Fadli.


Dr Fadli bersikap biasa saja walau ada sedikit pelecehan pada profesinya dari suami Andhini, bukan untuk di tanggapi dengan emosi apalagi balik melawan dengan amarah, bukan tidak ada omongan untuk sekedar menyerangnya, tapi di sini dr Fadli merasa bukan tempatnya kalau harus bersitegang.


Hatinya lebih ke menghargai Andhini yang butuh support dan perhatian, setidaknya di masa-masa awal kehamilannya.


Dr Fadli tak ingin merusak suasana kebahagiaan Andhini dengan sesuatu yang tidak bermanfaat sekedar berebut dan berdebat paham, walau tidak dipungkiri dirinya sudah terlanjur terpaut hati sama Andhini, baik kecantikannya, sopan dan pintar pembawaannya, tetapi apa mau dikata semua begitu sulit untuk di jangkau.


Apa daya mereka terhalang status yang nggak mungkin bisa di langgar, Andhini adalah istri orang lain dan sudah berkeluarga.


"Baiklah tapi Aku sarankan tunggu sampai infusan ini habis, baru nanti Aku tunggu di ruanganku untuk pernyataan dan data lengkap kehamilan Bu Andhini juga hasil cek lengkapnya," jawab dr Fadli sambil memandang Andhini yang menyeka airmatanya.


"Mas coba jangan bicara seperti itu di sini, Aku masih pusing silahkan Mas kenalan sama dokter yang menangani Aku," ucap Andhini sambil melirik dokter Fadli.

__ADS_1


"Aku sudah tahu, Aku tidak suka dengan orang yang sembarangan, tidak sopan tidak menghargai, bagaimana Dia akan dipercaya sebagai dokter yang menangani seseorang yang sifatnya dokter khusus perempuan yang harus taat pada etika kedokteran?" jawab Radit seperti memojokkan dr Fadli.


"Mas! stop! kalau Mas tidak suka Aku tak memaksa, tapi Aku juga tak mau di paksa seandainya punya pilihan sendiri, sekarang Aku tidak mau berdebat lagi Aku hanya ingin tenang dan merayakan kebahagiaan kabar ini dengan bersyukur juga mengikuti aturan dokter sebaik-baiknya. Aku akan mentaati segala yang diperintahkan dokter karena ini adalah sesuatu yang Aku tunggu sekian tahun Aku akan mengabaikan segalanya demi kandunganku ini menaruhkan segalanya demi bayiku sendiri bahkan Mas Radit sendiri seandainya tidak menjadi pilihan bagiku!" Andhini bicara seperti menusuk dan mengena di hati Radit, perkataan Andhini begitu tak disangka sama Radit seketika membuat Radit bungkam.


Radit tahu Andhini kelihatan marah dari nada bicaranya seperti tidak terkontrol lagi, tapi Radit belum bisa meyakinkan hatinya juga kalau kehamilan istrinya adalah bukan hasil perselingkuhan dengan dr itu.


Memang itu adalah tuduhan yang sensitif tetapi faktanya kelakuan Andhini yang terlihat di depan matanya seperti di tempat perbelanjaan kemarin begitu mengundang kecurigaan Radit kalau mereka ada apa-apanya.


Andhini begitu tegas akan mengabaikan apapun yang menghalangi yang merintangi keinginannya apalagi menyangkut kehamilannya, Andhini ingin yang terbaik buat janin yang sekian lama dinanti dan ditunggu baik dirinya keluarganya juga mertuanya di Indonesia.


"Aku akan isi kehamilanku dengan ketenangan, apa yang Mas mau lakukan silahkan! Aku tak perduli lagi, tapi kalau soal Karina Aku akan tetap konsisten mengasuh anaknya paska Karina melahirkan dan konsekuen dengan janjiku yang dari awal telah dijanjikan Aku takkan mengingkari semuanya walaupun Aku sekarang sudah hamil aku bahagia sekali dalam setahun Aku memiliki anak dua itu adalah harta yang tidak ternilai bagiku," ucap Andhini begitu tegas pada Radit.


Dokter umum sama perawat pendamping telah keluar hanya ada Andhini, dr Fadli, Radit dan Erika yang pada diam mendengar suami istri ini saling bicara.


"Andhini! Kamu jangan berbicara seperti itu pada suamimu! itu adalah cinta kasih kalian, buat kalian yang bisa meraih mimpi Aku hanya bisa berbahagia melihat dalam suatu pernikahan membuahkan satu generasi baru untuk kehidupan masa depan." ucap dr Fadli di hadapan Andhini dan Raditya yang kelihatan masih bersitegang dengan beda prinsip dan beda kemauan dalam menentukan kedepannya di mana Andhini akan melanjutkan kontrol kehamilan dan siapa yang akan mengawasinya sampai dia pada waktunya melahirkan nanti.

__ADS_1


Ada rasa sedih di hati dr Fadli, kekhawatiran akan Andhini begitu besar walaupun Andhini dengan suaminya, merasa tak rela Andhini dalam kondisi banyak masalah ternyata dirinya juga bisa hamil jelas antara kebahagiaan dan kesedihan belum bisa keluar dari masalah yang membelitnya.


Andhini merasa pasti akan ada pertentangan lagi antara dirinya dan suaminya, mungkin Andhini akan mempertahankan keinginannya untuk tetap melanjutkan fasilitas rumahsakit ini.


Andhini masih di tempat tidur kelihatan segar karena mungkin terlalu bahagia, melupakan konflik dengan suaminya apapun yang terjadi bayi dalam rahimnya adalah buah cinta dengan Radit suaminya, bakal calon anak dalam kandungannya adalah miliknya, anaknya, yang lama begitu di rindukan kehadirannya, walaupun Mas Radit sampai saat ini tidak bisa dipegang mau seperti apa?


Andhini bingung kenapa dirinya dan baru sadar berada di ruangan putih ini dikelilingi orang-orang terdekatnya Mas Radit, Erika dan juga dr Fadli.


Andhini masih memegang omongan Mas Radit tadi sebelum pingsan kalau Mas Radit meragukan dirinya menegakkan kesetiaannya, meragukan kehamilannya, meragukan janinnya, Andhini tak perduli walau memang akhir-akhir ini dirinya sedang berkonflik bahkan pisah ranjang segala tetapi Andhini tetap berpegang pada janji pernikahan dan kesetiaan seorang istri walaupun tidak bisa dipungkiri ada sedikit pesona yang di umbar hanya ingin melihat Mas Radit cemburu, tidak bisa diri katakan dan dikategorikan perselingkuhan mungkin hanya sekedar mencari tempat sandaran yang nyaman saat dirinya lagi gelisah dan galau tidak bisa keluar dari permasalahan rumah tangganya.


Tapi kalau Mas Radit meminta melakukan mungkin nanti akan ada pembuktian dan akan Andhini tantang, tapi masa Andhini bohong pada perasaan, hati dan cintanya? harus dibuktikan sebegitu nya? pembuktian secara teknologi yang banyak sekarang dilakukan orang-orang yang meragukan kesetiaan istrinya. Bukan seperti itu yang Andhini diinginkan suami istri hanya cukup saling percaya karena dirinya juga tahu mana hal baik dan buruk yang seharusnya dipilih.


******


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi karya Author di bawah ini, baca like dan komen membangun ya! 🙏❤️

__ADS_1



__ADS_2