Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Ketegangan Radit


__ADS_3

"Andhini, pulanglah nggak baik buat kesehatanmu ada di sini biar ini menjadi tanggung jawabku di sini, Kamu harus banyak istirahat ingat ada janin dalam kandunganmu," ucap Radit sambil memegang bahu Andhini. Menatap wajah cantiknya dan tetap saja mempesona dalam pakaian apapun yang di pakainya.


Andhini hanya diam, merasa bersalah juga seandainya tak berada di sini tapi dirinya juga butuh istirahat demi buah hatinya. Ada hal yang prioritas kini dalam hidupnya yaitu buah hatinya yang harus di jaga sedari di dalam perutnya.


Andhini ingin menjadi saksi saat bayi yang akan menjadi anaknya akan lahir, tapi dirinya juga harus berpikir kesehatannya, gak ada pilihan lain mungkin hanya menunggu kabar saja itu yang seharusnya dirinya lakukan, sambil istirahat me-refresh pikirannya.


"Baiklah Mas, nanti Aku tunggu dulu Erika, tapi kalau ada apa-apa tolong kabarin Aku ya, sebenarnya Aku juga tidak tenang tapi demi kandunganku mungkin Aku istirahat dulu," jawab Andhini begitu menenangkan Radit. Radit mengangguk mengusap kepala Andhini sambil tersenyum.


"Coba telephon Rai mungkin dia bisa jemput kamu Sayang, kalau Erika nggak bisa di hubungi," ucap Radit, Ada senyum di balik wajah cemasnya.


"Boleh, Mas aja yang telephon coba, mungkin masih sibuk di minimarket tapi boleh tutup lebih awal juga nggak apa-apa," ucap Andhini sambil menatap Radit.


"Ya, biar Aku coba dulu," ucap Radit sambil merogoh ponsel dari dalam saku celananya.


Radit mencoba menelepon dan kelihatan bicara sama Rai, tak lama Radit menutup teleponnya dan menghampiri Andhini lagi.


"Rai sebentar lagi datang ke sini," ucap Radit menuntun Andhini ke deretan kursi tunggu dan mereka duduk bersama.


"Gimana Erika sudah nyambung?" Radit melirik Andhini di sampingnya.


"Sudah Aku tulis pesan mungkin lagi di jalan, tak apa biar Mas ada teman di sini kalau Rai juga datang nanti biar Aku pulang sama Erika aja," sahut Andhini.


Radit kelihatan begitu tegang, Andhini berusaha menenangkan dengan memegang jemari suaminya, Akhirnya sampai juga pada fase ini Andhini sebentar lagi akan memiliki Anak dari suaminya, hatinya masih campur aduk antara percaya dan tidak dirinya bisa melewati semua ini.


Andhini sudah mempersiapkan segalanya paska persalinan Karina, menyewa baby sitter dan mempersiapkan mental untuk menjadi seorang Ibu.


Pertama datang Rai dan Vira mungkin kebetulan mau pulang jadi bersama ke rumahsakit dulu.

__ADS_1


Rai kelihatan wajahnya begitu cerah berbanding terbalik dengan Radit kelihatan lagi cemas.


"Dimana Mbak Karina sudah masuk ruang penanganan?" tanya Rai sambil ikut duduk di samping Kakaknya Radit dan Vira menyalami Andhini juga Radit.


"Sudah, belum ada kabar apapun sejak dia masuk, tapi semoga semuanya lancar," jawab Radit sambil mengusap mukanya.


"Vira, kalau Bu Erika tidak datang temani Bu Andhini pulang ya, biar Rai di sini temani Aku dulu sama Ros, Bu Andhini perlu istirahat," ucap Radit sambil memandang Vira yang duduk di samping Andhini


Vira mengangguk sambil melirik Rai dan Rai juga mengangguk menyetujuinya.


Semua dalam diam dengan pikiran dan perasaan masing-masing sampai Erika datang dan Radit langsung memberi instruksi kalau Andhini lebih baik tidak dalam suasana rumah sakit dan dalam ketegangan.


Erika menyetujuinya dan langsung pamitan bersama Vira, Radit memeluk Andhini sekilas di hadapan Rai entah itu tulus atau sekedar formalitas saja sebagai suami istri tapi Andhini merasa itu suatu perubahan besar sejak dirinya berkonflik dan bermasalah dengan penuh pertentangan dengan suaminya sendiri.


Ros mengangguk saat Andhini pamit dan memandang punggung Andhini yang berjalan diiringi Erika sama Vira.


"Gue nggak tahu, datang langsung masuk belum ada kabar dokter apa suster kasih pemberitahuan, gue bingung rasanya pusing ada di rumahsakit, makanya Mas Radit menyarankan istirahat saja tinggal tunggu kabar saja nanti." ucap Andhini sambil mengelus perutnya yang masih rata.


"Kita langsung pulang saja nih?" ucap Erika pada Andhini.


"Iya, gue habis makan tadi sama Mas Radit, rasanya ngantuk banget Vira lagi libur kan akhir minggu? temani dulu di tempatku ya?" sahut Andhini sambil melirik Vira yang dari tadi hanya berjalan saja di belakangnya.


"Oh, iya Bu boleh." jawab Vira sambil mengangguk.


"Sepertinya Vira jadi Dhini jadi adik ipar lo, gue pernah melihat tanpa sengaja kelihatan semakin lengket sama Rahadian, sepertinya mereka cinta lokasi di situ," ujar Erika mengagetkan Vira.


"Oh, ya? betulkah itu Vira? tapi apapun itu Aku setuju saja Rai sudah dewasa harusnya sudah punya pendamping yang serius biar nanti kalau di beri tanggungjawab sama orangtuanya bisa ada yang mengendalikan, apalagi Vira lulusan Australia kayaknya cocok banget," ujar Andhini melirik Vira sambil tersenyum dan mereka sampai di parkiran, lalu Erika membuka pintu mobil bagi Andhini Vira duduk di jok belakang.

__ADS_1


"Aku jadi malu sama Bu Andhini, juga sama Bu Erika, tadinya Aku sama Mas Rai tak ingin membuka dulu hubungan kami, Kami hanya ingin menikmati dulu kebersamaan, tapi Bu Erika seperti mata-mata saja," jawab Vira malu-malu.


"Hahaha ...tadinya Aku hanya menebak saja tapi akhirnya Vira terpancing juga jadi jujur akhirnya," kekeh Erika di sambut senyuman Andhini.


"Jadi kalian sudah resmi pacaran Vira?" ucap Andhini sambil memandang ke jok belakang.


"I-iya Bu, baru seminggu kami jadian," ucap Vira agak terbata.


"Ya ampun, Si Rai akhirnya takluk juga sama Kamu Vira," ucap Erika sambil tertawa kecil merasa senang mendengarnya.


"Gimana nggak tertarik Rika, gue pasangkan di situ berdua sengaja biar mereka sama-sama dalam hal apapun, akhirnya pancingan gue kena juga, selamat Vira! baik-baik hubungan kalian ya, yang paling senang adalah Aku calon Kakak ipar Kamu," ucap Andhini merasa bahagia juga.


"Sepertinya ada cinta yang bersemi saat musim salju kali ini," ujar Erika ingin saja rasanya menggoda Vira yang belum lama jadian.


"Rai itu orangnya tegas, disiplin dan berprinsip, sama mungkin sama Vira kalau soal disiplin makanya kalian pasti cocok." Andhini sekilas memberikan gambaran tentang pribadi Rai di hadapan Vira begitulah faktanya Rahadian yang sebenarnya.


"Iya Bu, Aku juga tak menyangka sebelumnya sampai pada suatu saat kami makan bersama pulang dari tempat kerja, Mas Rai menyatakan cintanya jujur Aku kaget dan tak menyangka sama sekali tapi ternyata Mas Rai katanya telah memata-matai Aku cukup lama sampai setiap malam minggu Mas Rai mungkin mengintip melihat tidak ada seseorang yang datang ke tempatku kebetulan tempat tinggal kami berdekatan tidak jauh, jadi saat tahu tak ada seseorang yang datang berkunjung ke tempatku merasa tenang dan lega katanya," ucap Vira membuat Erika sama Andhini tersenyum.


"Romantis juga ya Si Rai, sampai memata-matai sekian minggu setelah di rasa aman tanpa hambatan dan pasti baru menyatakan cintanya." ucap Erika.


"Itu namanya kehati-hatian, ya itulah Rai pasti sekali tembak dia ingin langsung serius, lihat saja nanti lulus kamu kuliah pasti diajaknya pulang dan langsung nikah," ucap Andhini lagi.


********


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️


__ADS_1


__ADS_2