
"Vira, Aku tak habis mengerti dengan jalan pikiran Kakakku Kak Radit dan Kakak ipar Kak Andhini kenapa mereka memilih jalan seperti itu yang akhirnya semua kisruh tak berujung entah sampai kapan," ucap Rahadian sambil ikut membereskan barang yang akan ditata di etalase rak pajangan yang mulai berkurang menemani Vira di minimarket.
Supermarket dan minimarket A & R yang mulai tercium di kota Melbourne Australia karena pemasaran dari mulut ke mulut yang Andhini sendiri aktif di paguyuban orang-orang Indonesia yang bermukim di Australia khususnya di kota Melbourne tak terkira dampak positif yang diterima supermarket itu sendiri.
Semua minimarket dan Supermarket Andhini semakin tinggi saja rata-rata penjualan tiap harinya. Andhini dan Erika merekap di kantornya menurut laporan dari tiap-tiap minimarket dan supermarket menjadikan Rahadian juga semakin sibuk melupakan kalau dirinya datang ke Melbourne Australia hanya untuk berlibur, tapi kini berubah pikiran karena melihat banyaknya permasalahan dan juga sibuknya supermarket Kakaknya.
"Aku jujur kaget mendengarnya Rai, tak seperti perkiraan dan pandangan luar ku saja kalau Pak Radit sama Bu Andhini ternyata memiliki konflik yang sangat berat padahal Aku begitu mengidolakan hubungan mereka yang sangat harmonis banget kelihatannya, Cantik sama tampan kayaknya klop banget," jawab Vira sambil melirik Rai di sampingnya.
Sejak Andhini sibuk di kantor di supermarket yang baru beberapa minggu dibuka dan Radit sudah jarang ke minimarket ini, mungkin sibuk juga di kantor bersama Andhini mengurus pesanan yang akan dikirim ke Indonesia yang sepertinya tiada henti atau mungkin juga Kak Radit sibuk dengan Karina yang sudah mendekati masa-masa tri semester akhir kehamilannya.
Rahadian di beri kepercayaan dan tanggung jawab mengelola satu mini market bersama satu pekerjanya yaitu Vira.
"Seperti itulah Vira tapi pada kenyataannya apa yang kita lihat dari luar tidak sebanding dengan yang dialami di dalamnya, mereka berkonflik sangat pelik, ada dua perempuan dalam kehidupan Kak Radit kini itu jelas-jelas Aku tidak setuju walaupun Aku pikir kembali Kak Andhini terlalu longgar memberikan izin sehingga menjerumuskan suaminya sendiri kepada hal yang tidak diperkirakan," jawab Vira seperti menyayangkan kalau satu hubungan harus dilukai dengan ketidaksetiaan padahal secara garis besar Vira telah mendengar permasalahan yang sebenarnya karena faktor ketiadaan anak mengharuskan Radit dan Andhini harus mengizinkan suaminya untuk menikah itu adalah pilihan dilema bagi Vira sendiri dalam berpendapat.
__ADS_1
"Tapi kelihatannya Mas Rai begitu pro pada Bu Andhini? kenapa? walaupun memang pada dasarnya seorang perempuan ada di pihak yang lemah laki-laki di pihak yang dominan dan berkuasa tapi kenapa Mas Rai seakan tidak membela hak dan mewakili seorang laki-laki dalam hal ini? Pak Radit misalnya sebagai seorang laki-laki yang sama juga saudara Mas Rai?" tanya Vira dengan sedikit keheranannya.
"Itu masalah perasaan Vira, kita diharuskan berada di pihak yang seimbang melihat permasalahan. Aku membenci poligami membenci pernikahan siri dengan alasan apapun, tetapi setelah Aku melihat permasalahan Kakakku menikah atas seizin Kak Andhini bahkan Kak Andhini mengeluarkan kompensasi yang tidak sedikit Aku juga jadi berpikir apa itu yang terbaik yang diambil mereka? tetapi kini mereka bermasalah dengan urusan yang seakan dibuat sendiri, menurut kamu siapa yang salah?" tanya Rai pada Vira.
"Aku jelas membela Bu Andhini, melihat permasalahannya Pak Radit dan Karina seperti tidak bersyukur dengan apa yang telah diberikan Bu Andhini selama ini. Pak Radit telah diberikan izin dan Karina telah diberikan kompensasi yang telah disetujui tapi kenapa mereka masih melanggar dan bahkan sekarang menurut Mas Rai mereka seakan telah jatuh cinta? hati perempuan mana yang mau memaafkan?" ucap Vira mewakili perasaannya sendiri.
Ucapan Vira membuat Rahadian diam, ada benarnya juga semua yang diucapkan Vira tetapi kalau memang Kak Radit sama Karina telah jatuh cinta, semua perjanjian dari awal mungkin akan batal dengan sendirinya dan yang tersisa hanya Andhini dengan kesalahan dalam mengambil keputusan awal, miris memang.
"Vira, Aku jujur padamu kalau Aku suka pada Kakak ipar ku sendiri Kak Andhini, dalam arti suka akan kepribadiannya suka akan kerja kerasnya suka kepintarannya suka fisik dan pembawaannya suka kecantikan dan kelembutannya, perasaan itu lama Aku simpan dalam hati dari mulai mereka belum menikah, tetapi Aku sadar diri harus menekan perasaanku sendiri saat melihat mereka bahagia dalam pernikahan." Rai bicara terus terang soal perasaanya pada Andhini di hadapan Vira.
"Kini Aku melihat permasalahan di dalam rumah tangganya, Aku melihat Kak Andhini semakin kecewa dengan Kakakku sendiri, rasa itu mulai bangkit kembali walau pada dasarnya tak mungkin di realisasikan, tak mungkin Aku mengambil kesempatan dalam kesempitan, memanfaatkan situasi dan memancing di air keruh hanya untuk kepentinganku sendiri. Aku orang pertama yang tidak bahagia melihat Kak Andhini tidak bahagia, tetapi penyebabnya Kakakku sendiri yang tidak konsisten menjalani perjanjian dalam rumah tangganya aku semakin benci pada Kak Radit tetapi Aku tidak berdaya, hanya ingin menjadi saksi bagaimana selesainya permasalahan mereka atau berakhirnya pernikahan mereka," ucap Rai panjang melihat permasalahan kakaknya dari sudut pandangnya sendiri.
Vira memegang tangan Rai dengan lembut berusaha memberikan semangat, walau bukan mendukung untuk memperjuangkan perasaannya kembali tetapi mengajak untuk menciptakan perdamaian di antara mereka yang berkonflik antara Pak Radit dan Bu Andhini.
__ADS_1
"Bukan saatnya mengumbar perasaan Mas Rai, mau tidak mau kita adalah orang luar tetapi sebisanya apa yang bisa kita lakukan biar hubungan mereka harmonis kembali, Aku sangat menyayangkan hubungan mereka dan Aku ingin melihat mereka menjadi pasangan suami istri idolaku lagi," ujar Vira begitu prihatin mendengar permasalahan yang lagi membelit majikannya Pak Radit sama Pak Andhini.
"Bagus Vira, memang seperti itu juga perasaanku. Aku bisa saja mengambil kesempatan tetapi Aku tidak tega dan tidak bisa berlaku seperti itu betapapun Aku kecewa dengan Kakakku menyia-nyiakan orang yang kucintai tetapi harus berlega hati dan harus bahagia seandainya mereka bisa bersatu kembali," jawab Rai kelihatan mukanya murung.
"Iya Mas Rai, bagaimana kalau kita mencari cara dan mendukung hubungan keduanya akur kembali? bagaimanapun caranya."
"Aku setuju, dan langkah pertama Kak Andhini akan pura-pura hamil dan mengabarkan pada orang tuaku dan juga orang tuanya Kak Andhini sendiri kita bantu ya sebisa kita."
"Aku setuju saja Mas Rai, siap dengan tugas apapun!" ucap Vira membuat Rahadian tersenyum juga dengan senangnya.
******
Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️
__ADS_1