
"Oke, Sayang gimana hasil kerja Erika memuaskan nggak?selama kita tinggalkan pulang penataannya gimana apa sesuai dengan apa yang kita harapkan?" tanya Radit sambil melirik istrinya.
"Erika memang bisa diandalkan, malah hampir rampung semua. Aku sedang mencari waktu biar sesegera mungkin bisa membuka minimarket itu," jawab Andhini memandang mengamati wajah simpatik di sampingnya.
"Senang rasanya mendengar semua usaha kita lancar sudah mau buka yang kedua, nanti kalau sudah ada lima minimarket kita di sini Aku mengharapkan keterlibatan langsung kamu dikurangi ya." ujar Radit sambil memandang Andini dengan kekaguman yang sulit dijabarkan.
"Kenapa harus dikurangi Mas? bukankah lebih baik kita ada kesibukan dan berusaha menyibukkan diri, tetapi jangan terlalu memforsir diri sewajarnya saja kita juga harus memberi kesempatan kepada orang lain dan memberikan peluang semua orang untuk maju."
"Iya, tapi harus ada saatnya kita mengeksplore keindahan Australia karena entah sampai kapan kita berada di sini sampai batas kerinduan memanggil kita untuk kembali pulang ke tanah air dengan membawa pengalaman ilmu dan kehidupan," tutur Raditya menginginkan satu harapan yang tak Andhini perkirakan.
"Oke, Aku janji Mas kita memang harus jadi otaknya dalam hal pekerjaan jangan jadi pelaku, Aku menyadari kesibukan terkadang mengabaikan nilai kebersamaan kita karena terbatasnya waktu untuk total bekerja."
"Aku tak menuntut juga Sayang, hanya ingin kita tak melupakan ada rumah tangga kita yang harus dijaga, sebenarnya Aku mengkhawatirkan kesehatan kamu saja, hanya itu."
"Sama Aku juga Mas, memikirkan dan ingin membuktikan pada kedua orangtuaku kalau kita mampu hidup dan menghidupi diri kita di sini malah ada Karina juga pekerja lain yang mencari tanggung jawab kita."
Radit jarang menanggapi kalau Andhini istrinya membahas soal Karina di hadapannya, selalu Radit alihkan dan bersikap biasa saja walau pagi tadi dan siangnya Radit sama Karina selalu melewatkan kebersamaan mereka dan melakukan hubungan suami istri.
Ingin rasanya Raditya tak memperlihatkan satu rasa yang mulai tumbuh di hatinya, selalu mengingat semua kepolosan Karina dan mulai melakukan perlawanan dalam bercinta membuat Radit ingin mengeksplor lebih jauh lagi.
Di hadapan Andhini semua di jaganya, juga di hadapan Karina sendiri ada porsinya masing masing juga ada bagiannya masing, Satu rasa yang harus di pertahankan dan satu rasa yang akan hilang dari kehidupannya semua itu tak bisa Radit pungkiri harus kembali pada kehidupannya yang normal waktu itu akan datang dengan sendirinya.
__ADS_1
Radit menyadari jangan sampai dirinya jatuh cinta sama Karina. Tapi Radit merasa ada kesenangan dan kalaupun harus menghamili istri sirinya Karina harus ada rasa suka dari hubungan mereka, rasa suka itu tetap ada di hatinya ada suasana baru saat kebersamaan mereka walaupun semua itu tidak menghilangkan rasa cintanya sama Andhini yang tetap istrinya juga.
Ada permainan perasaan dalam rumahtangganya kini, banyak yang harus di jaga, yang utama adalah perasaan Andhini.
"Mas besok kasih pakaian buat Karina ya, tapi pakaian hamilnya nanti saja."
"Iya, nanti Aku bawa ke toko dan di kasih di sana, mungkin besok dia mulai berani berangkat sendiri."
"Eh, Mas. Jangan dulu deh dia berangkat sendiri barengi aja dulu barang seminggu. Aku khawatir Karina nyasar."
"Iya, Aku bareng lagi besok."
Andhini tahu antara suaminya sama Karina pasti sudah beberapa kali berhubungan naluri perempuan sebagai istri ada seperti itu, melihat dari perubahan sikap Radit yang kelelahan tak seperti biasanya, juga dari pakaian yang di kenakan Radit ada saja tandanya.
Malam ini juga Andhini menemukan semua tanda itu di diri Mas Radit suaminya, Andhini berusaha ikhlas dan mengingat kembali semua harapannya.
Di depan dirinya Mas Radit tetap memperlihatkan kemesraan yang tak berubah, tapi Andhini melihat kelelahan di wajah suaminya entah di kondominium Karina atau di tempat kerja sebelum membuka mini marketnya atau saat istirahat atau pula sesudah pulang mengantar Karina di kondominium begitu banyak kesempatan dalam sehari penuh dua orang yang sama-sama muda penuh gejolak dalam keadaan sudah sah tak mungkin tidak ada rasa sedikitpun untuk tidak sama-sama melakukan keinginan hubungan suami istri.
Atau mungkin mereka telah melakukannya lebih dari yang diperkirakan Andhini.
Hanya satu khabar yang ingin segera Andhini dengar yaitu kehamilan Karina itu saja, mungkin dirinya juga akan ikut sibuk membantu dan merawat juga memperhatikan kehidupan Karina agar sehat dalam menjalani kehamilannya yang masih dalam harapan Andhini.
__ADS_1
Andhini melihat suaminya Radit yang sudah tidur pulas di sampingnya, tak ada permintaan hubungan suami istri malam ini biasanya selang satu malam pasti Mas Radit sudah memberinya kode, mungkin siangnya Karina memenuhi kebutuhannya.
Ada titik bening di ujung bola mata Andhini, dan akhirnya tidur dalam lelah hati dan jiwa raganya.
******
Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian rekomendasi karya di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️
Berharap pada pernikahan dengan Derald seorang aktor muda yang terkenal atas dukungan moril darinya, membuat Aline di butakan cinta oleh pria tersebut.
Derald hanya memanfaatkan kebaikan Aline. Tak ada cinta tulus dari Derald untuk gadis berkacamata dengan jerawat di wajahnya itu.
Hatinya sudah di butakan oleh cinta. Aline tak bisa membedakan mana itu cinta sejati dan cinta palsu hingga perselingkuhan Derald dengan Chyntia yang sama-sama bekerja di dunia entertainment itu sudah menyadarkan Aline. Tersimpan rasa ingin mengalahkan mereka berdua.
Kehadiran pria berpenampilan preman bermata elang itu membawa perubahan untuk Aline. Gadis itu bermetamorfosa menjadi seorang artis yang cantik dan bisa mengalahkan ketenaran kedua orang yang menghina dirinya.
Kedekatan Aline dan Galen menumbuhkan perasaan di antara mereka.
Bagaimana kisah Aline selanjutnya setelah perubahan terjadi dalam dirinya?
__ADS_1
Lalu siapa yang memenangkan cintanya?