
"Astaga, Karina ya? kenapa dunia ini begitu sempit? katanya Australia benua terluas tapi kenapa selalu saja kita bertemu walau Aku belum tahu di mana kamu tinggal," ucap Rahadian menghampiri Karina yang lagi makan sendiri. Duduk di salah satu sudut rumah makan siap saji dengan makanan dan minuman di hadapannya.
"Ketemunya di sekitar sini, ya wajar lah kan Aku tinggal di sekitar sini." jawab Karina biasa saja. Tapi tak urung jua melirik seorang Vira gadis cantik di samping Rahadian.
Vira tersenyum sambil mengangguk memandang pada Karina yang santai duduk sambil sendirian.
"Eh Karina, kenalkan temanku Vira, sama dari Indonesia dia masih kuliah lagi kerja magang di sini ngisi waktu liburan." Tanpa di minta Rahadian mengenalkan Vira pada Karina.
Vira menyalami Karina sambil saling menyebutkan nama, seharusnya Karina kenal sama Vira namun karena Vira masuk saat Karina sudah libur sampai waktu tak di tentukan instruksi pimpinan Radit sama Andhini jadi mereka tidak kenal. Padahal mereka kerja di tempat yang sama mini market pasangan Andhini dan Raditya.
Karina tahu ada kecenderungan Kalau Rahadian adalah Adik Radit yang harus di hindari nya tapi entah kenapa secara di sengaja dan kebetulan mereka selalu bertemu sudah tiga kali terhitung sejak mereka satu lift berdua awal kenalan di pintu lift mau masuk sekali dan sekarang di restoran tempat Karina makan.
Karina punya firasat kalau Rahadi bukan orang yang punya prinsip poligami itu bisa jadi perkenalan mereka harus di jaga jaraknya atau di hindari Karina atau juga di putus sama sekali.
Tapi entah kenapa mereka selalu saja bertemu dan kelihatan Rahadian ada ke penasaran pada dirinya. Selalu menatap curiga apa karena dirinya selalu jalan sendiri?
__ADS_1
"Kita gabung di sini boleh nggak? biar kita saling cerita daerah asal masing-masing rasanya akan seru dan senang kita bertemu di negeri orang terus kita berkenalan tahu-tahu eh kita masih satu suku dari Jawa Barat tepatnya di Bandung. Eh tahu-tahu juga kita saudara jauh itu mungkin saja terjadi." tutur Rahadian begitu semangat.
"Ah kemungkinan itu hanya cerita fiksi, rekaan dan rekayasa seperti sebuah novel Kalau memang kita ditakdirkan bertemu di suatu tempat di sini terus kita ada kaitan saudara kayaknya jauh dari kenyataan," timpal Vira di sambut Karina dengan senyuman sambil mempersilakan dengan kedua tangannya yang dibuka lebar-lebar ke depan.
Tak ada alasan bagi Karina untuk menolak, untuk hari ini bolehlah sambil dirinya juga mencari tahu kebenaran siapa Rahadian sebenarnya.
Vira sama Rahadian duduk akhirnya mengambil posisi kursi kosong di depan Karina berada.
Lalau memesan makanan dengan memanggil pelayan.
Pertanyaan itu yang di lontarkan Rahadian sudah Karina prediksi, Karana pasti itu bagian pertanyaan kenalan. Dan pertanyaan dasar.
"Nggak apa-apa, panggil aja nama boleh kok, Aku senang dipanggil apapun," sahut Karina memandang Rahadian.
"Mbak Karina ini siapa? kenalan Mas Rahadian bukan?" tanya Vira pada Rahadi.
__ADS_1
"Oh, iya Karina kenalan Aku di sini, secara nggak sengaja Karina satu kondominium sama Kakakku sepertinya, soalnya Aku selalu bertemu secara tidak sengaja di sekitar sini, dia sudah berkeluarga walau Aku belum kenal sama suaminya," tutur Rahadian pada Vira.
Vira manggut sambil tersenyum, menyenangkan juga ngobrol sama orang setanah air. Satu moment langka yang terasa begitu jadi obat penawar rindu pada kampung halaman dan keluarga.
"Vira kerja di mana?" tanya Karina setelah duduk berhadapan.
"Aku kerja di minimarket, baru beberapa hari," jawab Vira.
"Sama seperti Aku juga Karina, baru kenal Vira beberapa jam saja, karena Vira kerja di minimarket Kakakku." ucap Rahadian membuat hati Karina yakin Rahadi adiknya Raditya suami sirinya.
Karina menjadi gelisah, tapi hatinya tak ingin ketahuan, ada sedikit kepanikan tapi Karina berusaha menenangkan dirinya sebaik mungkin berusaha mengendalikan diri se-wajar mungkin.
*****
Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️
__ADS_1